Minggu, 19 Juni 2022

[Review] Keluarga Cemara 2: Saat Ara Merasa Kesepian Dan Kabur Dari Rumah!


#Description:
Title: Keluarga Cemara 2 (2022)
Casts: Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Adhisty Zara, Widuri Puteri, Niloufer Bahalwan, Muzakki Ramdhan, Asri Welas, Abdurrahman Arief, Kafin Sulthan, Joshia Frederico, Yasamin Jasem, Kawai Labiba, Yayu Unru, Epy Kusnandar, Totos Rasiti, Ruth Marini
Director: Ismail Basbeth
Studio: Visinema Pictures


#Synopsis:
Kondisi perekenomian keluarga Abah (Nirina Zubir) dan Emak (Nirina Zubir) kembali terpuruk gara-gara Pandemi. Tabungan yang mereka miliki hampir habis demi kebutuhan sehari-hari. Usaha kerupuk opak yang dikelola Emak dan Ceu Salmah (Asri Welas) juga semakin sepi pembeli. Abah yang sehari-sehari bekerja sebagai tukang ojek berusaha mencari pekerjaan baru. Setelah mencari kesana-kemari, Abah berhasil mendapat pekerjaan di peternakan ayam.


Sementara itu, Euis (Adhisty Zara) yang beranjak usia remaja mulai merasakan jatuh cinta dan ingin punya privasi dengan meminta pisah kamar dengan Ara (Widuri Puteri). Euis pun meminta adiknya itu untuk belajar pulang sekolah sendiri karena Euis sudah mulai disibukkan dengan tugas-tugas di sekolah sehingga sulit untuk pulang tepat waktu. Mendengar hal tersebut membuat Ara sangat sedih. Sosok teteh yang selama ini selalu menemaninya kini berubah. Keinginan Euis itu juga membuat Emak dan Abah harus mencari jalan keluar. Dengan kondisi keuangan yang masih terbatas, keduanya membereskan kamar yang tersisa dan masih layak untuk Ara. Abah pun berjanji pada Ara akan segera merenovasi kamar barunya itu jika sedang libur bekerja.




Hari demi hari terus berlalu. Ara mulai belajar untuk pulang sekolah sendirian. Saat sedang berjalan pulang, ia diajak oleh siswa lain yaitu Aril (Muzakki Ramdhan) untuk pulang bareng naik sepeda. Dalam perjalanan pulang, mereka tak sengaja menemukan seekor anak ayam di pinggir jalan. Ara dan Aril pun langsung menyelamatkan anak ayam itu dan berniat ingin mengembalikan ke pemiliknya.



Sementara itu, Emak berusaha mencari cara agar bisa menambah penghasilan meskipun kini ia harus membagi waktu untuk mengurus Agil (Niloufer Bahalwan) yang terkadang suka rewel dan terbangun di malam hari. Abah pun semakin sibuk dengan pekerjaan barunya. Disatu sisi lain, Ara merasa kesepian jika sedang berada di rumah. Ara masih sedih dan kesal karena Abah dan tetehnya tidak menepati janji mereka. Untungnya kehadiran anak ayam dan Aril sedikit mengobati kekecewaan Ara. Tiap pulang sekolah, mereka selalu bermain dan menghabiskan waktu bersama-sama.


Suatu ketika, Ara mengaku bisa berbicara dan mengerti ucapan dari anak ayam yang dipeliharanya itu. Menurut Ara, si anak ayam tersebut meminta Ara untuk mengembalikannya ke keluarga ayam yang terpisah. Ara dan Aril kemudian berencana pergi ke Kampung Badak yang dimana disana banyak peternak dan kandang ayam. Dengan mengendarai sepeda milik Aril, mereka diam-diam pergi kesana tanpa meminta izin pada Abah, Emak dan Aki (Yayu Unru) dari Aril. Akankah mereka berhasil mengembalikan anak ayam itu?


#Review:
Drama kehidupan keluarga Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil kembali belanjut lewat film KELUARGA CEMARA 2 (2022) yang tayang di bioskop mulai 23 Juni 2022 mendatang. Pada sekuelnya kali ini, posisi Yandy Laurens dan Gina S. Noer sebagai sutradara dan penulis naskah film KELUARGA CEMARA (2019) digantikan oleh Ismail Basbeth dan Irfan Ramli. Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film KELUARGA CEMARA 2 (2022) yang diselenggarakan pada Minggu, 19 Juni kemarin di Cinema XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat. Suasana Gala Premiere yang dimulai sejak pukul 14:00 WIB sudah sangat meriah dan membludak. Area lobby bioskop literally berdesak-desakan karena antrian penukaran undangan yang mengular sampai pintu masuk bioskop. Seluruh pemain, sutradara dan produser film ini mengunjungi setiap studio untuk menyapa dan berbincang sikat tentang peran mereka sebelum film diputar.


Untuk segi cerita, Irfan Ramli menyajikan drama keluarga Abah dan Emak tidak sekompleks dan sedalam film pertamanya. Ia dan sang sutradara kali ini mengeksplor karakter Ara yang merasa terasing karena orang-orang disekitarnya sudah memiliki kesibukan masing-masing. Polosnya anak kecil usia SD tervisualkan dengan sangat baik oleh Ismail Basbeth. Tingkah laku Ara saat bermain dengan ayam neon dan Aril langsung mengingatkan kita pada masa childhood yang polos, selalu kepo akan banyak hal, termasuk bisa mengerti dan bisa berbicara dengan hewan. Selain itu, rasa kesepian serta kesal karena janji tak ditepati dari perspektif bocil bisa tampil begitu lucu dan tak berlebihan. Kemunculan anak ketiga yaitu Agil yang masih balita juga semakin meningkatkan kepolosan film ini. Disaat kedua teteh dan orangtuanya panik dengan urusan mereka masing-masing, Agil tampil polos kesana kemari seperti balita pada umumnya. Gemesin!


Yang sedikit mengganjal bagiku mungkin development story serta dialog Ara dan anak ayam dalam film ini terasa repetitif. Bahkan dari awal sampai film selesai, dialog para karakter nyaris sama. Selain itu, tak sedikit juga adegan bisu tanpa dialog dengan durasi yang menurutku kelamaan. To be honest, hal tersebut cukup berhasil membuatku ngantuk. Ditambah lagi scoring musik yang ada dalam film ini tidak terlalu meriah. Andai saja adegan-adegan tanpa dialog itu bisa diisi oleh plot soal permasalahan ekonomi Abah dan Emak mungkin akan jauh lebih menarik lagi. Drama cinta anak baru gede antara Euis dan Deni juga eksekusinya pas meskipun dialog diantara keduanya masih terasa kaku karena logat sunda nya masih terbata-bata.


Untuk jajaran pemain, performa geng Keluarga Cemara memang tak perlu diragukan lagi. Ringgo Agus dan Nirina Zubir berhasil lagi mendeliver sosok Abah dan Emak dengan baik. Spotlight utama film keduanya ini sudah jelas ada ditangan Widuri Puteri Sasono yang kualitasnya semakin meningkat. Tektokan dengan Adhisty Zara, Muzakki Ramdhan hingga ayam neon selalu berhasil memancing tawa penonton berkat kepolosan Ara. Kehadiran Asri Welas kali ini cukup disayangkan karena tidak se-memorable film pertamanya. Sangat berharap pada film atau serial selanjutnya nanti, kisah Keluarga Cemara bisa dibuat lebih kompleks dan luas lagi. Jangan lupa untuk nonton film KELUARGA CEMARA 2 (2022) di bioskop mulai 23 Juni 2022!


[7/10Bintang]

Sabtu, 18 Juni 2022

[Review] Cha Cha Real Smooth: Mudahnya Jatuh Cinta Tapi Sulitnya Jadi Dewasa!



#Description:
Title: Cha Cha Real Smooth (2022)
Casts: Dakota Johnson, Cooper Raiff, Vanessa Burghardt, Leslie Mann, Brad Garrett, Raul Castillo, Evan Assante, Odeya Rush, Kelly O'Sullivan, Colton Osorio, Liam Jones
Director: Cooper Raiff
Studio: Teatime Pictures, Picturestart, Endeavor Content, Apple Original Film


#Synopsis:
Sejak menginjak usia remaja, Andrew (Cooper Raiff) selalu memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis yang usianya lebih dewasa darinya. Ia pun penuh dengan percaya diri mengungkapkan perasaan sukanya terhadap wanita dewasa namun selalu berakhir menyedihkan.
Kini, diusianya yang ke-22, Andrew tumbuh menjadi pria ceria dan dapat diandalkan oleh orang-orang disekitarnya. Andrew sendiri memiliki cita-cita pergi ke Barcelona untuk melanjutkan kuliah sekaligus  mengejar wanita pujaan semasa remaja yang tinggal disana. Untuk mewujudkan impiannya itu, Andrew bekerja paruh waktu di restoran cepat saji dan membantu para tetangga yang akan menggelar Bat Mitzvah untuk anak mereka.


Suatu ketika, keluarga Andrew diundang untuk menghadiri Bat Mitzvah dari keluarga teman adiknya. Ia pun datang ke acara tersebut bersama dengan Macy (Odeya Rush). Suasana pesta Bat Mitzvah yang membosankan membuat Andrew berinisiatif mengambil alih pesta tersebut dengan berdansa dan memutar lagu-lagu populer. Sang adik yaitu David (Evan Assente) merasa sangat senang pesta Bat Mitzvah temannya itu jadi semakin meriah.
Disaat Andrew dan tamu yang lain asyik berdansa, ia melihat sepasang ibu dan anak duduk dan tidak mengikuti kemeriahan pesta. Andrew pun mendekati ibu dan anak tersebut untuk meminta ikut bersenang-senang. Sang ibu yaitu Domino (Dakota Johnson) menolak ajakan tersebut karena sang anak yaitu Lola (Vanessa Burghardt) mengidap autisme sehingga kurang nyaman jika berada di keramaian. Namun Andrew tak menyerah. Ia membujuk Lola untuk bersedia ikut berdansa dan ternyata usaha Andrew berhasil. Domino terkejut melihat sang anak mau ikut berdansa dengan orang asing selain dirinya.



Kemeriahan acara Bat Mitzvah itu menjadi bahan perbincangan dikalangan tetangga keluarga Andrew. Ia diminta untuk menjadi pemandu pesta tetap pada acara tersebut agar suasana meriah tetap terjaga dan menjadi hal yang mengesankan bagi keluarga yang menggelar pesta Bat Mitzvah tersebut. Sang ibu (Leslie Mann) merasa sangat senang mendengar anak pertamanya itu bisa menemukan pekerjaan baru yang sesuai dengan passionnya.
Suatu ketika, acara Bat Mitzvah kembali digelar. Disana ia bertemu lagi dengan para orangtua dan anaknya termasuk Domino dengan Lola. Kemeriahan pesta sedikit terganggu disaat salah satu anak laki-laki membully Lola. Untungnya Andrew melihat kejadian tersebut dan langsung membawa Lola ke tempat yang tenang. Permasalahan lain muncul disaat Domino tiba-tiba mengalami pendarahan saat sedang di toilet. Andrew pun segera membawa Domino dan Lola pulang ke rumah.



Kehadiran Domino dan Lola membuat Andrew merasakan jatuh cinta. Hal serupa turut dirasakan oleh Domino dan juga Lola. Domino bahagia melihat ada pria muda yang begitu akrab dengan anaknya. Lola juga nampak senang jika sedang bersama dengan Andrew. Namun kebahagiaan mereka bertiga harus terhalang oleh kenyataan tentang Domino yang sudah bertunangan dengan pria lain yaitu Joseph (Raul Castillo). Disatu sisi Domino merasakan kenyamanan saat bersama dengan Andrew, namun disatu sisi lainnya Domino juga tak ingin hubungannya dengan Joseph hancur karena ia punya rasa trauma gara-gara perceraiannya di masa lalu. Apakah hubungan Andrew dan Domino bisa berakhir bahagia?


#Review:
Januari 2022 lalu, para pecinta film Hollywood dikejutkan dengan sebuah film drama komedi romantis yang tayang perdana di Sundance Film Festival berjudul CHA CHA REAL SMOOTH (2022). Film garapan sutradara muda Cooper Raiff tersebut sukses menyabet penghargaan Audience Awards kategori US Dramatic Competition, mengalahkan sembilan film lainnya. Setelah tayang di Sundance, film ini langsung dilirik oleh Apple untuk ditayangkan secara eksklusif di Apple TV+ dengan biaya hak distribusi senilai 15 juta Dollar Amerika Serikat!


Untuk segi cerita, film CHA CHA REAL SMOOTH (2022) tampil sangat mengalir tanpa hambatan sama sekali! Kisah seorang pria muda yang terpesona dan jatuh hati pada ibu single parent yang diperankan oleh Dakota Johnson. Aku yakin sih, siapapun juga pasti bakal luluh dan bertekuk lutut seperti Andrew jika bertemu dengan Domino. Permasalahan hidup seorang pria di usia 20an tampil sangat jujur seperti mencari pekerjaan ideal, menemukan cinta dan berproses menjadi dewasa ternyata tak seindah yang dibayangkan. Fase peralihan menuju dewasa yang dialami oleh Andrew disini pasti akan sangat related dengan penonton yang sedang atau sudah melewati fase usia 20an itu. Selain itu hubungan yang hangat juga turut datang dari kisah keluarga Andrew. Development character dari sosok ibu, ayah tiri dan adik kandung dalam film ini mantep banget! Sepanjang durasi film aku sangat enjoy, seakan penonton menemani langsung para karakter yang ada dalam film ini. Konflik yang dihadirkan tidaklah lebay dan over dramatic. Chemistry romantis gemesin antara Andrew dan Domino juga sumpah ya lucu banget! Tak perlu mengumbar adegan sensual dan panas seperti FIFTY SHADES, cukup dengan tatapan mata dan berdialog saja penonton sudah bisa merasakan cinta yang amat besar dalam diri Andrew dan juga Domino.

Untuk jajaran pemain, performance Cooper Raiff dan Dakota Johnson sangatlah cemerlang! Tak disangka juga film ini disutradarai dan ditulis langsung oleh sang aktor! Keduanya berhasil menampilkan chemistry sweet dan warm yang tak berlebihan. Gong moment Andrew dan Domino di penghujung film sukses membuatku ikutan menangis! Penampilan para pemain pendukung juga sama sekali tidak ada yang mubazir. Vanessa Burghardt pemeran Lola suprisingly tampil bagus dan cocok banget beradu chemistry bersama Cooper dan Dakota. Leslie Mann yang memerankan ibu benar-benar tampil brilian dan menjadi orangtua idaman untuk anak-anak dimanapun! Selain itu, tak boleh dilewatkan juga pemilihan musik film CHA CHA REAL SMOOTH (2022) ini bagus banget! Timingnya selalu pas dan 100% cocok dengan setiap scene yang ada. Big applause and thumbs up for the young and talented Cooper Raiff! Dengan sangat mudah aku nobatkan sebagai film drama komedi Hollywood terbaik tahun ini!


[9.5/10Bintang]

Sabtu, 11 Juni 2022

[Review] Fire Island: Kisah Mak Comblangin Sahabat Yang Berujung Bahagia!


#Description:
Title: Fire Island (2022)
Casts: Joel Kim Booster, Bowen Yang, Conrad Ricamora, James Scully, Margaret Cho, Matt Rogers, Tomas Matos, Torian Miller, Nick Adams, Zane Phillips, Michael Graceffa, Aidan Wharton
Director: Andrew Ahn
Studio: Searchlight Pictures, Jax Media, Hulu


#Synopsis:
Untuk menghabiskan akhir pekan, geng pertemanan yang beranggotakan Noah (Joel Kim Booster), Howie (Bowen Yang), Luke (Matt Rogers), Keegan (Tomas Matos) dan Max (Torian Miller) pergi berliburan ke Fire Island. Selama berada disana, mereka tinggal di Resort milik Erin (Margaret Cho) yang sudah dianggap seperti ibu bagi Noah dan kawan-kawan.
Fire Island sendiri merupakan sebuah pulau kecil dan memanjang di lepas pantai selatan Long Island, Amerika Serikat. Bagi kelima orang ini, Fire Island adalah Disney Land bagi kaum LGBT. Karena disana mereka bisa bebas mengekspresikan diri dan menemukan banyak orang baru dari berbagai kalangan. Noah, Luke, Keegan dan Max berencana ingin mencarikan jodoh bagi Howie yang selama ini sulit menemukan yang pas. Noah pun meminta sahabatnya itu untuk bisa having fun semaksimal mungkin selama berada disana.


Setibanya di rumah Erin, Noah dan kawan-kawan mendapat kabar tidak enak. Erin memutuskan untuk menjual Resort karena hubungannya dengan sang pacar sudah berakhir. Erin pun meminta pada anak-anak mereka untuk tidak sedih. Mereka kemudian merencanakan musim panas terakhir di resort tersebut menjadi yang tak terlupakan dengan berpesta ria di salah satu bar terkenal yang ada disana.
Saat berada di bar, Noah dan Howie bertemu dengan Charlie (James Scully) yang dari tadi melirik ke arahnya. Noah kemudian meminta Howie untuk mendekati Charlie dan berharap temannya itu bisa bersenang-senang.


Charlie tidak sendirian. Ia datang dengan temannya yang berprofesi sebagai lawyer yaitu Will (Conrad Ricamora) dan Cooper (Nick Adams). Dari penampilan serta tutur bahasanya, mereka bertiga mempunyai pendidikan tinggi serta tutur bahasa yang sangat sopan. Rencana Noah sedikit berhasil. Mereka diundang ke Resort yang ditempati rombongan Charlie. Saat berada disana, Noah melihat Howie dan Charlie nampak nyambung saat berbincang. Sementara itu, Luke, Keegan dan Max malah mabuk berat. Mereka membuat kegaduhan dan beberapa teman dari Charlie merasa risih dengan kelakuan mereka. Noah dan Erin segera pulang membawa ketiga temannya itu.



Keesokan harinya, Noah kembali Resort Charlie untuk menjemput Howie yang pulang karena mabuk bera. Selain itu, Noah sangat kesal pada Howie karena ia tidak melakukan apapun dengan Charlie. Howie beralasan jika mereka lebih asyik saat berbincang banyak hal semalaman. Setelah berhasil menjemput Howie, Erin berencana mengundang Charlie dan teman-temannya untuk makan malam bersama. Mereka pun mempersiapkan makanan dan minuman terbaik agar tidak mengecewakan Charlie.
Saat sedang berbelanja, Noah melihat seorang pria yang terus meliriknya. Pria tersebut bernama Dex (Zane Phillips). Keduanya kemudian saling tertarik dan Noah pun berinisiatif mengajak Dex ikut ke makan malam bersama di Resort Erin. Saat tiba di Resort, Will terkejut melihat Dex bersama dengan Noah dan yang lainnya. Dex ternyata mantan dari Will yang kini sedang merintis karier sebagai artis porno. Noah pun berusaha untuk tidak terpancing oleh godaan Dex karena ia lebih fokus untuk menjodohkan Howie dengan Charlie.



Usai makan malam bersama, Noah dan yang lainnya siap untuk menghadiri Underwear Party pada malam minggu. Di pesta tersebut seluruh pengunjung hanya diwajibkan mengenakan pakaian dalam saja. Noah dan Dex perlahan mulai dekat. Sementara itu Howie malah dibuat patah hati melihat Charlie asyik berdansa dengan seorang pria seksi bernama Rhys (Michael Graceffa). Selain itu, Cooper pun meminta Noah untuk tidak mendekati Will karena ia sangat terobsesi ingin menjadi kekasih dari Will.
Keadaan semakin kacau saat Noah dan yang lainnya mengalami miss communication. Will yang diam-diam mengamati Noah, lalu Howie semakin frustasi dan insecure karena sering mendapat perlakuan rasis dan kemunculan Dex serta Rhys yang semakin menambah masalah diantara mereka.



#Review:
Bulan Juni di belahan dunia bagian barat (terutama Amerika Serikat) menjadi identik dengan Pride Month untuk merayakan hak kesetaraan gender LGBT disana. Maka tak heran jika sineas Hollywood berlomba-lomba menghadirkan film maupun series yang bertemakan LGBT. Yang terbaru, rumah produksi Searchlight Pictures dan platform streaming Hulu bekerja sama menghadirkan film teranyar mereka berjudul FIRE ISLAND (2022).


Film ini mengangkat kisah pertemanan yang sedang berliburan ke pulau Fire Island untuk menemukan kebahagiaan untuk mereka masing-masing. Ditangan sutradara Andrew Ahn, plot film ini dibuat sangat menghibur dan penuh dengan komedi khas kaum LGBT yang ada disana serta Pop Culture modern. Chemistry persahabatan antara Noah, Howie dan yang lainnya begitu terpancar kuat. Cerita semakin kompleks dan menarik disaat Ahn menambahkan unsur drama romansa antara Noah-Will dan Howie-Charlie. Meskipun hasilnya sangat predictable, namun konflik-konflik yang terjadi diantara mereka dibuat senyata mungkin. Issue tentang rasisme terhadap Asian people serta stereotype LGBT disentil dengan sangat baik oleh sang sutradara. Setiap karakter yang hadir dalam film ini juga mendapat development story yang cukup baik.


Untuk jajaran pemain, performa duo Asian yaitu Joel Kim Booster dan Bowen Yang menjadi yang paling memikat dalam film ini. Karakter keduanya begitu hidup dan bisa dengan sangat mudah menyatu dengan cerita serta karakter lain. Para sahabat Noah dan Howie juga tampil menghibur dengan gaya mereka masing-masing. Penampilan geng Charlie yang dibuat sempurna tampil baik dan semakin memperkaya alur cerita. Aktor James Scully dan Zane Phillips literally seperti perpaduan Henry Cavill, Jamie Dornan dan Sam Claflin.
Overall, film FIRE ISLAND (2022) boleh banget masuk dalam jajaran film LGBT yang mengedepankan naskah skenario bagus, fresh dan unsur hiburannya masih ada. Tonton sekarang hanya di Hulu!


[8/10Bintang]

Kamis, 09 Juni 2022

[Review] Satria Dewa Gatotkaca: Ketika Gen Pandawa & Kurawa Bertarung Untuk Mendapatkan Brajamusti



#Description:
Title: Satria Dewa: Gatotkaca (2022)
Casts: Rizky Nazar, Yasmin Napper, Omar Daniel, Ali Fikry, Yayan Ruhiyan, Cecep Arief Rahman, Sigi Wimala, Jerome Kurnia, Edward Akbar, Yati Surachman, Zsa-Zsa Utari, Alex Matthew Thomas, Aghniny Haque, Sekar Sari, Fedi Nuril, Butet Kartaredjasa, Indra Jegel, Gilang Baskara, Rigen Rakelna
Director: Hanung Bramantyo
Studio: Satria Dewa Studios


#Synopsis:
Yudha (Rizky Nazar) selalu dihantui mimpi buruk oleh sosok misterius yang pernah mencelakai sang ibu yaitu Arimbi (Sigi Wimala). Ketika Yudha masih kecil, ia menjadi saksi mata bagaimana sosok misterius itu menyerang sang ibu hingga menyebabkan hilang ingatan dan menjadi gila. Yudha pun menjadi sangat benci sang ayah yaitu Pandega (Cecep Arief Rahman) yang malah kabur meninggalkan mereka berdua. Sejak menghilangnya sang ayah, Yudha dan Arimbi hidup serba terbatas. Mereka sering berpindah-pindah kontrakan karena kesulitan ekonomi. Satu-satunya orang yang selalu membantu Yudha yaitu sahabatnya, Erlangga (Jerome Kurnia).


Suatu hari, Yudha menawarkan diri sebagai personal photografer saat Erlangga wisuda di kampus agar bisa mendapatkan uang tambahan untuk bayar tunggakan sewa kontrakan. Erlangga sendiri merupakan mahasiswa terbaik di kampus dan mendapat kesempatan untuk memberikan pidato bersama dengan mahasiswi terbaik lainnya yaitu Agni (Yasmin Napper). Disaat Agni sedang berpidato di panggung, tiba-tiba terdengar suara ledakan dan Erlangga terlempar keatas panggung. Hal tersebut membuat Erlangga tewas seketika. Para mahasiswa, dosen dan tamu undangan berteriak histeris sambil keluar dari gedung. Yudha kemudian melihat sosok misterius dan mengejarnya. Namun sayang, Yudha gagal menangkap sosok misterius tersebut. Ia pun terbangun dari tidurnya dengan luka memar di sekujur tubuh.


Kematian Erlangga yang misterius dan janggal tersebut menjadi kasus yang kesekian kalinya di Kota Astinapura. Banyak pemuda dan pemudi berprestasi yang menjadi korban tak berdosa. Pihak kepolisian dan pemerintahan pun sulit menemukan tersangka karena tak pernah meninggalkan jejak sedikitpun. Yudha pun datang ke rumah Erlangga untuk mengucapkan belasungkawa sekaligus mengembalikan barang-barang milik Erlangga yang masih ada pada dirinya. Disana ia bertemu lagi dengan Agni yang sedang mencari petunjuk tentang kematian Erlangga. Mereka kemudian menemukan sebuah buku kecil dengan aksara Jawa. Buku tersebut menuntun Yudha dan Agni ke sebuah cafe. Setibanya disana, mereka malah dikejar oleh para preman yang mengaku keturunan Kurawa. Untungnya Yudha dan Agni berhasil ditolong oleh Danan (Omar Daniel) dan ketiganya langsung pergi ke tempat aman.


Danan sendiri merupakan teman baik Erlangga. Ia tinggal bersama Ibu Mripat (Yati Surachman) dan adiknya yaitu Gege (Ali Fikry) di sebuah toko antik. Yudha merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Danan pun menjelaskan jika Yudha merupakan keturunan terakhir dari Pandawa yang memiliki Bramajusti, sebuah peninggalan keramat yang sangat diincar oleh keturunan Kurawa. Sejak ratusan tahun yang lalu, manusia terbagi menjadi dua garis keturunan yaitu Pandawa dan Kurawa. Keduanya tak pernah akur dan selalu berperang agar bisa menguasai seluruh wilayah. Di era modern ini, Keturunan Kurawa mulai kembali bersatu untuk membangkitkan tokoh besar keturunan Kurawa yaitu Aswatama (Fedi Nuril). Dugaan Agni yang selama ini melakukan riset tentang keturunan Pandawa dan Kurawa bersama ayahnya, Arya Laksana (Edward Akbar) akhirnya terbukti benar. Mereka pun segera menemui Arya Laksana untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah antara Pandawa dan Kurawa.


Seiring berjalannya waktu, komplotan Kurawa terus mengejar Yudha dan kawan-kawan. Selain itu, nasib Arimbi pun menjadi terancam setelah keberadaannya diketahui oleh komplotan Kurawa. Yudha, Agni, Gananjaya, Gege, Bu Mripat dan Quinn (Zsa-Zsa Utari) juga harus berhadapan dengan salah satu kaki tangan Aswatama yaitu Beceng (Yayan Ruhiyan) yang dikenal sebagai pembunuh kejam dan sulit dikalahkan. Mampukah Yudha menghentikan rencana besar komplotan Kurawa?


#Review:
Setelah penantian panjang hingga lima tahun, akhirnya Jagat Sinema Satria Dewa debut di layar lebar dengan film perdana berjudul SATRIA DEWA: GATOTKACA (2022). Film ini tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis, 9 Juni 2022. Kabar mega project Jagat Sinema Satria Dewa sendiri sudah tersiar sejak tahun 2018 lalu. Satria Dewa Studios selaku rumah produksinya ini sudah mempunyai rencana panjang untuk merilis total delapan film untuk fase awal Jagat Sinema Satria Dewa.


Salah satu sutradara terbaik Indonesia yaitu Hanung Bramantyo secara resmi ditunjuk untuk menggarap film pertama dari Jagat Sinema Satria Dewa yaitu GATOTKACA (2022). Untuk segi cerita, film GATOTKACA (2022) ini menurutku terbilang cukup beresiko karena materinya berasal dari dunia perwayangan yang dimana sangatlah luas, dinamis dan juga kompleks. Rasa khawatirku pun terbukti. Skenario film GATOTKACA (2022) terasa sangat sesak dengan sejarah dan istilah-istilah perwayangan yang mungkin cukup sulit dimengerti oleh penonton awam (seperti aku). Meskipun plotnya sudah dibuat seringan mungkin agar mudah diikuti oleh seluruh kalangan usia namun tetap saja naskah tulisan Hanung Bramantyo dan Rahabi Mandra itu masih terbilang sulit untuk langsung memahami keseluruhan cerita. Selain itu, film ini juga memiliki serangkaian plot twist yang membuatku semakin bengong dan menjadi tidak peduli lagi dengan apa yang sudah terjadi. Pace cerita yang dihadirkan pun terlalu ngebut ditambah lagi subplot tambahan seperti kisah asmara antara Yudha, Agni dan Nathan, lalu kehadiran keluarga Gananjaya menjadi makin menumpuk karena tidak menyatu dengan begitu baik. Kesalahan yang sama pada film-film superhero lokal kembali terulang dalam film ini, setelah sebelumnya dilakukan oleh film GUNDALA (2019) dan WIRO SABLENG (2018). Namun ada satu hal yang paling-paling-paling mengganggu dari film GATOTKACA (2022) ini adalah Product Placement yang terlalu kentara. Bahkan ada satu adegan Product Placement E-Commerce, penampakannya beneran seperti iklan yang diselipkan ditengah film! Ajaib sih adegan tersebut karena sama sekali tidak relevan pada keseluruhan cerita. Meskipun sang sutradara mengklaim karakter yang diperankan Butet Kartaredjasa, Indra Jegel, Gilang Baskara dan Rigen Rakelna itu memang selalu ada dalam sejarah perwayangan tapi ya please dong eksekusinya gak kayak begitu juga! Gengges banget!


Untuk jajaran pemain, penampilan mereka semua patut diapresiasi karena berhasil menyajikan adegan aksi laga dalam film ini. Rizky Nazar keluar dari zona nyamannya dengan banyak melakukan adegan fighting dengan aktor spesialis laga yaitu Yayan Ruhiyan dan Cecep Arief Rahman. Performance Yasmin Napper dan Omar Daniel juga memberikan nuansa fresh sehingga menghilangkan trademark "aktornya itu lagi itu lagi". Penampilan Ali Fikry dan Zsa-Zsa Utari cukup berhasil menjadi mood breaker berkat aksinya yang menghibur.



Untuk segi visual, film GATOTKACA (2022) memang memiliki visual CGI yang tak terlalu mengecewakan untuk ukuran film Indonesia. Terutama saat final fighting diatas langit tampil keren meskipun durasinya sangat terbatas. Yang sedikit mengganggu menurutku yaitu pergerakan kamera dalam menangkap adegan action dalam film ini agak kurang enak dipandang. Hanung Bramantyo terlihat masih kagok dan tidak leluasa saat menyorot adegan fighting di film superhero perdananya ini. Penggunaan sling yang digunakan para karakter juga terasa kurang alami. Set lokasi dan properti yang digunakan pun seharusnya bisa ditingkatkan lagi, namun hal ini bisa dimaklumi karena proses shooting film GUNDALA (2022) dilakukaan saat PPKM dan Pandemi CoVid-19 sehingga tidak bisa leluasa dalam menghadirkan set lokasi serta properti yang memukau.
Overall, film SATRIA DEWA: GATOTKACA (2022) masih bisa ditingkatkan lebih baik lagi namun tetap harus kita apresiasi karena Jagat Sinema Satria Dewa berani turut meramaikan film-film superhero asli Indonesia.


[6.5/10Bintang]

Rabu, 08 Juni 2022

[Review] Jurassic World Dominion: Disaat Manusia Harus Bertahan Hidup Berdampingan Dengan Dinosaurus



#Description:
Title: Jurassic World: Dominion (2022)
Casts: Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Isabella Sermon, Laura Dern, Jeff Goldblum, Sam Neill, Dewanda Wise, Mamoudu Athie, BD Wong, Omar Sy, Campbell Scott, Justice Smith
Director: Colin Trevorrow
Studio: Amblin Entertainment, Perfect World Pictures, Universal Pictures, UIP Movies


#Synopsis:
Setelah erupsi gunung di Isla Nublar yang menyebabkan populasi dinosaurus menyebar ke seluruh dunia, kini manusia harus beradaptasi sekaligus hidup berdampingan dengan dinosaurus. Disisi lain, terjadi sebuah anomali yaitu wabah belalang berukuran raksasa yang menyebar luas di wilayah Amerika Serikat. Fenomena tersebut membuat ilmuwan Ellie Sattler (Laura Dern) yang sempat meneliti Jurassic Park, heran karena ukuran belalang yang ditemukan sangatlah besar. Sattler yakin jika wabah tersebut berasal dari pupuk dan benih tanaman yang diproduksi oleh perusahaan Biosyn milik Lewis Dodgson (Campbell Scott). Ia pun mendatangi rekannya yaitu Alan Grant (Sam Neill) untuk meneliti lebih lanjut wabah tersebut.
Biosyn sendiri ditunjuk oleh pemerintah sebagai organisasi kepemilikan dinosaurus sekaligus menciptakan tempat penangkaran raksasa di pegunungan Dolomite, Italia. Disana mereka mengembangkan sebuah project penelitian untuk menciptakan obat ampuh yang berasal dari DNA dinosaurus. Selain itu, Biosyn juga berhasil merawat dengan sangat baik berbagai jenis dan ukuran dinosaurus disana.
Sattler dan Alan kemudian meminta bantuan pada sahabatnya yaitu Ian Malcolm (Jeff Goldblum) yang merupakan salah satu konsultan penting di Biosyn. Keduanya ingin mendapat akses untuk masuk ke Biosyn dan mengambil sample DNA belalang raksasa yang ada disana.
Sementara itu, Owen Grady (Chris Pratt) dan Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) kini memutuskan hidup sederhana jauh dari perkotaan bersama anak angkat mereka yaitu Maisie Lockwood (Isabella Sermon). Mereka memutuskan untuk tinggal di hutan demi melindungi Maisie dari incaran orang-orang yang ingin meneliti dirinya. Maisie sendiri merupakan cucu tunggal dari Benjamin Lockwood, salah satu ilmuwan penting di Jurassic Park.
Suatu hari, dinosaurus Blue yang berhasil dijinakkan oleh Owen kini semakin besar dan sudah memiliki anak. Disaat anak dino dari Blue tersebut sedang mencari mangsa, ia terjerat perangkap yang dipasang oleh anak buah Dodgson. Tak hanya itu saja, mereka juga berhasil menculik Maisie untuk dibawa ke Biosyn. Melihat dinosaurus dan anak kesayangannya itu diculik membuat Owen dan Claire panik. Mereka bergegas pergi ke kota untuk melacak keberadaan para penculik tersebut. Setibanya di kota, Owen dan Claire meminta bantuan pada rekan mereka yaitu Franklin (Justice Smith) untuk melacak siapa penculik Maisie.
Setelah berhasil menemukan identitas para penculik, Owen dan Claire segera meburu mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Malta. Setibanya disana, keduanya dikejutkan dengan adanya pasar gelap yang menjual dinosaurus secara ilegal. Selain itu, Owen dan Claire juga harus berhadapan dengan utusan dari Biosyn yang membawa dinosaurus karnivora berbahaya.
Perjalanan Owen dan Claire ternyata masih panjang untuk menyelamatkan Claire. Mereka harus secepat mungkin pergi ke kawasan Biosyn dan melewati berbagai macam dinosaurus raksasa yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan.


#Review:
Universal Studios akhirnya merilis final chapter JURASSIC WORLD: DOMINION (2022) setelah dua tahun lebih postponed akibat Pandemi CoVid-19. Film yang kembali digarap oleh Colin Trevorrow ini menghadirkan kelanjutan kisah usai tragedi di JURASSIC WORLD: FALLEN KINGDOM (2018). Sebagai film penutup Trilogy Jurassic World, ekseskusi film ini cukup mengecewakan. Yaa sangat disayangkan aja karena plot cerita semakin jauh dalam mengeksplor hewan raksasa purbakala itu.


DOMINION (2022) malah berpindah fokus pada kisah penelusuran rekayasa DNA pada binatang belalang! Jomplang banget kan jadinya. Biosyn Corporations malah memiliki rencana jahat yang menurutku agak aneh dengan cara menghancurkan ekosistem dan rantai makanan yang ada di alam liar. Selain itu, plot cerita juga turut bercabang pada karakter Maisie yang diburu gara-gara dirinya adalah manusia kloning hasil rekayasa DNA. Kehadiran berbagai jenis dinosaurus yang ada dalam film ini menjadi tempelan serta alat untuk menakut-nakuti para karakter utama saja. Sangat disayangkan sih, cerita tentang para dinosaurus nya benar-benar disingkirkan, tidak seperti pada film-film sebelumnya.
Terlepas dari ceritanya yang semakin menjauhi dinosaurus, film JURASSIC WORLD: DOMINION (2022) masih memiliki sederet sekuens action yang memuaskan. Adegan aksi kejar-kejaran Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard saat di Malta sangat bagus dan memacu adrenaline banget. Visual dari dinosaurus juga semakin variatif terutama saat di Biosyn. Beberapa nampak nyata! Namun tak sedikit juga terasa CGI banget. Bahkan adegan epic kejar-kejaran di hutan dan gunung bersalju itu jelek banget visualnya. Sangat disayangkan sekelas film summer Hollywood, visual efek buruk adalah kesalahan yang sulit untuk aku maafkan. Hahaha.
Untuk jajaran pemain, karakter Owen dan Claire yang diperankan Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard juga tidak se-charming dua film terdahulu. Karakter keduanya malah terasa jadi supporting character gara-gara kemunculan trio karakter Jurassic Park yaitu Sattler, Ian dan Alan. Sensasi nostalgia mungkin bisa dirasakan bagi para penggemar lama Trilogy JURASSIC PARK (1993) saat ketiganya beraksi di Biosyn. Meskipun tektokan ketiganya terasa banyak yang miss terutama saat berkomedi.
Overall, sebagai film penutup trilogy Jurassic World, rasanya film ini masih sangat jauh dari kata memuaskan. Moment nostalgia para karakter lama yang muncul dan penampakan dinosaurus di akhir film menjadi sedikit point plus untuk film JURASSIC WORLD: DOMINION (2022).



[7/10Bintang]

Jumat, 03 Juni 2022

[Review] Dashcam: Kejadian Mengerikan Disaat Kabur Dari Lockdown!



#Description:
Title: Dashcam (2021)
Casts: Annie Hardy, Angela Enahoro, Amer Chadha-Patel, Mogali Masuku, James Swanton, Jemma Moore, Caroline Ward, Emma Louis Webb, Seylan Baxter
Director: Rob Savage
Studio: Shadowhouse Films, Momentum Pictures, Blumhouse Productions


#Synopsis:
Annie (Annie Hardy) seorang live streamer di platform aplikasi musik BandCar Show merasa semakin stress mendengar kabar jika Amerika Serikat akan segera Lockdown akibat Pandemi CoVid-19. Sebelum diberlakukannya Lockdown, Annie memutuskan untuik terbang ke Inggris dan tinggal di rumah sahabatnya yaitu Stretch (Amer Chadha-Patel). Setibanya di Inggris, Annie merasakan hal yang tak jauh berbeda dengan Amerika. Bahkan Inggris jauh lebih ketat dan setiap orang diwajibkan menggunakan masker dan melakukan scan QR Code Health & Track setiap memasuki suatu tempat. 


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Annie tiba di rumah Stretch pada tengah malam. Saat Annie akan masuk ke rumah, suasana begitu sepi dan gelap. Untungnya ia masih mengetahui letak kunci cadangan rumah yang disimpan dibawah bebatuan halaman rumah. Diam-diam Annie berhasil masuk ke kamar dan lalu mengejutkan Stretch yang sedang tertidur dengan kekasihnya, Gemma (Jemma Moore).
Keesokan paginya, mereka terbangun dan langsung sarapan bersama. Setelah itu, Annie dan Stretch pergi keluar untuk berbelanja. Saat tiba disebuah restoran, Annie kembali berulah dengan tidak mengenakan masker dan menolak untuk scan QR Code Health & Track. Tak hanya itu saja, Annie malah menimbulkan kekacauan dan membuat banyak orang kesal dengan tingkah lakunya. Setelah selesai berbelanja, Gemma memaksa Stretch untuk mengusir Annie dari rumah mereka. Mendengar jika dirinya akan diusir membuat Annie langsung kabur dan membawa mobil milik Stretch. Amarah dan kekesalan Gemma dan Stretch semakin meningkat setelah mengetahui Annie kabur sambil membawa mobil milik mereka.



Dalam perjalanan mengelilingi Inggris, Annie berusaha mencari tempat tinggal sementara. Sambil melakukan live streaming, Annie memesan makanan secara online dari sebuah restoran yang anehnya masih buka pada malam hari. Setibanya di restoran, ternyata tutup. Annie kemudian menyelinap masuk dan restoran untuk mengambil pesanannya. Setelah masuk, seorang wanita paruh baya (Seylan Bexter) datang menghampiri Annie dan meminta maaf karena ia lupa mematikan pesanan masuk pada aplikasi. Namun anehnya, wanita tersebut meminta bantuan pada Annie untuk mengantarkan seorang wanita tua bernama Angela (Angela Enahoro) yang terbaring lemah sedang sakit ke suatu tempat untuk bertemu dengan teman-temannya. Wanita tersebut bahkan memberikan uang yang cukup banyak pada Annie agar mau menolongnya.



Karena sedang membutuhkan uang, Annie pun menerima tawaran tersebut. Angela kemudian ia ajak naik mobil dan duduk di kursi belakang. Dalam perjalanan menuju tempat tujuan, tiba-tiba Angela buang air besar. Annie terkejut lalu segera mencari tempat untuk membersihkan Angela. Tak lama kemudian mobil mereka tiba di sebuah restoran yang sudah tutup. Disaat Annie sedang membersihkan Angela, tiba-tiba saja seorang wanita (Mogali Masuku) mendobrak pintu toilet dan mengejutkan Annie. Wanita tersebut mengaku ibu kandung dari Angela dan akan segera menyelamatkan anaknya itu.
Annie yang ketakutan dan bersembunyi merasa heran karena Angela yang ada dalam mobilnya sudah tua dan dalam kondisi lemah. Sedangkan wanita yang mengaku ibunya Angela masih muda.


Kekacauan terjadi disaat Annie melihat wanita tersebut terlempar ke dinding hingga tak sadarkan diri. Annie panik dan segera kabur dari restoran itu. Saat berlari menuju mobil, ia bertemu dengan Stretch yang mengejarnya. Setelah menjelaskan apa yang terjadi, Annie dan Stretch kemudian bergerak cepat untuk segera kabur. Namun tiba-tiba saja Angela berdiri tak jauh dari mobil mereka. Annie dan Stretch kemudian ikut kabur membawa Angela dan pergi meninggalkan lokasi tersebut.
Dalam perjalanan mencari pertolongan, Annie dan Stretch harus menghadapi sebuah hal mengerikan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


#Review:
Awal pandemi tahun 2020 lalu, pecinta film horror dunia dihebohkan dengan sebuah film karya Rob Savage berjudul HOST (2020). Film yang awalnya eksklusif di platform streaming Shudder itu masih 100% Fresh Certified Rotten Tomatoes hingga sampai saat ini! Kesuksesan luar biasa itu membuat Rob Savage menghadirkan sebuah film terbaru yang kembali mengandalkan computer screen berjudul DASHCAM (2022).


Pada film teranyarnya ini, sang sutradara menambahkan elemen mockumentary seperti film THE BLAIR WITCH PROJECT (1999) atau KERAMAT (2009) dan GONJIAM (2018) sehingga jauh lebih kompleks ketimbang film HOST (2022) yang hanya mengandalkan interface aplikasi Zoom saja.
Untuk segi cerita, film DASHCAM (2022) masih menggunakan template khas film-film mockumentary yang dimana si main character selalu annoying dan super menyebalkan. Karakter Annie diceritakan seorang seleb internet urakan yang selalu eksis pada platform streaming musik bernama BandCar. 15 menit pertama film ini terasa membosankan melihat tingkah laku Annie yang berbicara kasar, jorok serta tak sopan. Plot menjadi sedikit menarik saat Rob Savage menambahkan setting waktu pada saat Pandemi CoVid-19 dalam cerita film ini. Penggunaan masker ditempat umum, scan Barcode Peduli Lindungi versi Inggris hingga situasi Lockdown yang terekam secara amatir pada beberapa scene dalam film ini cukup berhasil meningkatkan suasana creepy.


Tingkah laku urakan Annie mulai berkurang dan diganti dengan suasana mengerikan saat alur cerita menampilkan karakter Angela yang misterius. Perjalanan Annie dan Angela saat menuju tempat tujuan hadir sangat disturbing dan menjijikan. Situasi chaos menjadi tidak terkendali disaat skenario cerita memperlihatkan kengerian dari sosok Angela. Aksi brutal, pesta adegan sadis penuh darah dengan point of view dari kamera live streaming benar-benar dieksekusi dengan gila oleh sang sutradara. Spot yang digunakan untuk pesta darah juga sangat variatif dan semakin meningkatkan atmosfer mencekam bagi penonton! Bahkan menurutku kadar gore dan slasher yang ada dalam film ini jauh lebih ngeri ketimbang film horror fenomenal asal Thailand, THE MEDIUM (2021). Yang cukup disayangkan mungkin faktor durasi film ini yang terbilang sangat singkat membuat development story dari Annie maupun Angela masih penuh dengan tanda tanya.


Overall, film DASHCAM (2022) bisa menjadi salah satu tontonan film mockumentary yang asyik bagi para pecinta horror slasher dan gore meskipun belum mencapai titik superior dari film HOST (2020).


[8/10Bintang]

Kamis, 02 Juni 2022

[Review] Ngeri-Ngeri Sedap: Ketika Pura-Pura Berbohong Malah Membuka Permasalahan Baru



#Description:
Title: Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
Casts: Arswendi Beningswara, Tika Panggabean, Boris Bokir, Gita Bhebita, Lolox, Indra Jegel, Rita Manu Mona, Indah Permatasari, Pritt Timothy, Edwin Samosir
Director: Bene Dion Rajagukguk
Studio: Imajinari, Kathanika Studio


#Synopsis:
Sudah bertahun-tahun ketiga anak laki-laki dari Mak Domu (Tika Panggabean) dan Pak Domu (Arswendi Beningswara) tak pernah pulang ke kampung. Mak Domu sangat merindukan Domu (Boris Bokir), Gabe (Lolox) dan Sahat (Indra Jegel) yang saat ini tinggal dan menetap di Pulau Jawa. Dari keempat anaknya, hanya Sarma (Gita Bhebita) yang memilih untuk tetap tinggal bersama kedua orangtuanya di kampung halaman.
Suatu ketika, keluarga besar Mak Domu akan menggelar pesta yang harus melibatkan keempat anaknya. Mak Domu dan Pak Domu bingung karena ketiga anaknya yang ada di Pulau Jawa selalu ada saja alasan untuk menghindari pulang ke kampung halaman. Domu malas pulang karena ia ingin menikah dengan gadis Sunda yaitu Neni (Indah Permatasari), sementara Gabe disibukkan dengan acara komedinya di televisi dan Sahat sibuk mengabdi di desa terpencil di Yogyakarta. Pak Domu pun mempunyai sebuah rencana tak terduga. Ia dan sang istri membuat skenario bertengkar hebat dan kemudian memutuskan untuk bercerai. Pak Domu sangat yakin jika rencana itu akan berhasil membuat ketiga anaknya pulang sesegera mungkin.
Pagi harinya, rencana Pak Domu dan Mak Domu pun dimulai. Keduanya bertengkar saat sarapan bersama Sarma. Namun sayang, pertengkaran itu tak membuahkan hasil. Sarma malah pergi berangkat kerja dan menganggap biasa saja. Mak Domu pun kesal karena rencana tersebut gagal. Pak Domu kemudian mencari cara yang lebih dramatis dan meyakinkan jika mereka itu bertengkar hebat. Mak Domu diminta untuk mencari hal-hal yang paling tak disukai dari Pak Domu agar terlihat lebih natural dan meyakinkan saat mereka bertengkar.
Rencana tersebut rupanya membuahkan hasil. Sarma terkejut saat mendengar sang ibu meminta bercerai. Sarma langsung menghubungi Domu, Gabe dan Sahat untuk segera pulang ke rumah dan ikut bermusyawarah tentang rencana perceraian orangtua mereka. Diam-diam Mak Domu dan Pak Domu sangat senang akhirnya ketiga anak laki-lakinya itu bisa pulang ke kampung halaman. Setibanya di rumah, Mak Domu dan Pak Domu harus mencari hal untuk kembali berbohong agar ketiga anaknya itu tetap berada di rumah sampai acara adat selesai.
Namun sayang, seiring berjalannya waktu, ketiga anak laki-laki keluarga Domu mulai merasakan ada yang tidak beres diantara orangtuanya itu. Ditambah lagi permasalahan Domu, Gabe dan Sahat di Pulau Jawa kembali menjadi pembahasan Pak Domu yang membuat mereka menjadi kesal. Apakah semua kebohongan Mak Domu dan Pak Domu bisa segera terkuak?


#Review:
Stand Up Comedian jebolan Kompas TV yaitu Bene Dion Rajagukguk sukses mencuri perhatian berkat debut film perdananya yang berjudul GHOST WRITER (2019). Film bergenre komedi drama itu bahkan mencetak Box Office dengan raihan 1.116.676 penonton selama penayangan di bioskop. Kesuksesan tersebut membuat dirinya kembali dipercaya untuk menggarap sebuah film layar terbaru yang kali ini mengangkat budaya batak, sesuai dengan tempat lahir Bene Dion di Sumatera Utara berjudul NGERI-NGERI SEDAP (2022).


Untuk segi cerita, film NGERI-NGERI SEDAP (2022) tak disangka memiliki drama keluarga yang sangat kuat. Permasalahan keluarga yang terjadi dalam keluarga Pak Domu dibuat se-universal mungkin namun tetap memiliki culture batak didalamnya. Rasa rindu orangtua akan anak-anaknya yang sudah lama tak pulang kampung kemudian dibalut dengan tradisi Batak yang terlalu berlebihan membuat film teranyar dari Bene Dion ini berasa sangat personal. Adegan demi adegan saat seluruh anggota keluarga Mak Domu berkumpul sungguh menghangatkan hati penonton. Moment jalan-jalan ke pasar, makan bersama dan mencicipi kuliner kampung halaman menjadi sajian yang otomatis bikin kita kangen rumah! Konflik yang tercipta dalam keluarga Pak Domu juga bisa dengan mudah ditemukan di lingkungan kita sehari-hari. Dengan briliannya Bene Dion menyelipkan tentang issue toxic parenting dan masculinity yang bisa dipecahkan dengan sangat memuaskan dan tidak klise! Ending film NGERI-NGERI SEDAP (2022) ini boleh banget dibilang sebagai salah satu ending film terbaik dalam sejarah perfilman Indonesia.



Untuk jajaran pemain, Bene Dion mengambil langkah yang anti mainstream dengan mengajak sederet stand-up comedian yang memiliki marga Batak. Selama ini, nama-nama seperti Tika Panggabean, Boris Bokir, Lolox, Gita Bhebita dan Indra Jegel selalu identik dengan peran-peran pendukung atau peran yang berkomedi dalam sebuah film. Namun kali ini, mereka dituntut untuk berakting serius dan mengurangi tingkah laku komedi mereka. Tika Panggabean surprisingly bisa bertransformasi menjadi seorang ibu yang merindukan anak-anaknya dengan sangat gemilang. Chemistry yang ia bangun dengan Arswendi Beningswara sangat menarik perhatian. Tektokan keduanya begitu mengalir layaknya pasangan suami istri betulan. Big applause selanjutnya aku berikan pada presenter dan komedian perempuan Gita Bhebita yang menampilkan kualitas akting prima lewat perannya sebagai Sarma. Sebagai anak perempuan yang mau tak mau mengalah akhirnya bisa meluapkan semua perasaan lewat adegan one-shot itu sungguh menyesakkan dada! Bahkan adegan tersebut semakin diperkuat dengan penampilan akting penuh emosional dari Boris Bokir, Lolox dan Indra Jegel. Gokil sih!
Untuk segi visual dan artistik, film NGERI-NGERI SEDAP (2022) juga sangat memperhatikan setiap detail didalamnya. Visual cantik Danau Toba, daratan Sumatera Utara bisa tercapture dengan baik dalam film ini. Tata artistik budaya Batak yang tersaji juga begitu detail dan tidak asal jadi. Oh iya satu lagi, scoring musik serta deretan lagu-lagu batak dari musisi Viky Sianipar semakin memperkuat citarasa budaya Batak dalam film ini.
Overall, film NGERI-NGERI SEDAP (2022) bisa banget menjadi salah satu film Indonesia terbaik tahun ini terutama pada genre drama.


[8.5/10Bintang]