Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2022

[Review] Pinocchio: Kisah Seru Petualangan Boneka Kayu Hidup Bernama Pinokio!



#Description:
Title: Pinocchio (2022)
Casts: Tom Hanks, Benjamin Evan Answorth, Joseph Gordon-Levitt, Lorraine Bracco, Keegan Michael-Key, Jaquita Ta'le, Cynthia Erivo, Luke Evans, Giuseppe Battiston, Kyanne Lamaya, Jamie Demetriou, Angus Wright, Sheila Atim, Lewin Lloyd
Director: Robert Zemeckis
Studio: Walt Disney Studios


#Synopsis:
Geppetto (Tom Hanks) dikenal sebagai pengrajin jam ukiran kayu yang tinggal di pinggiran desa di Italia. Suatu malam, Geppetto berhasil membuat sebuah boneka kayu seukuran anak kecil yang diberi nama Pinocchio. Ia sangat bahagia saat boneka tersebut sudah selesai dan sedikit mengobati kerinduan akan anak semata wayangnya yang sudah tiada. Disaat akan beristirahat, Geppetto melihat sebuah bintang jatuh di langit malam. Ia pun langsung mengucapkan permintaan agar boneka Pinocchio bisa hidup dan menemani masa tuanya. Meskipun impiannya itu sangat mustahil, Geppetto masih memiliki hewan peliharaan yang masih setia menemaninya. Mereka adalah seekor kucing bernama Figaro, belalang bernama Jiminy (Joseph Gordon-Levitt) dan ikan mas bernama Cleo.


Disaat Geppetto sedang terlelap tidur, bintang jatuh diatas langit ternyata mendengar permintaan Geppetto. Blue Fairy (Cynthia Erivo) kemudian turun dari langit, masuk ke rumah Geppetto dan menghidupkan Pinocchio menjadi seorang anak kecil. Blue Fairy pun meminta Jiminy untuk memandu sekaligus mengarahkan Pinocchio mencari makna hati nurani dikehidupan nyata. Kehadiran Blue Fairy membuat kegaduhan dan Geppetto terbangun dari tidurnya. Disaat yang bersamaan, Geppetto terkejut melihat boneka kayunya itu bisa bergerak dan berbicara. Ia tak menyangka harapannya pada bintang jatuh itu terwujud. Geppetto berjanji akan merawat Pinocchio dengan baik.


Pagi harinya, Geppetto meminta Pinocchio untuk bergabung dengan anak-anak kecil lainnya yang sedang berjalan menuju sekolah. Pinocchio sangat senang dan berjanji akan belajar dengan baik agar bisa membanggakan ayahnya. Dalam perjalanan menuju sekolah, Pinocchio dihadang oleh seekor rubah bernama John (Keegan Michael-Key) dan asistennya yaitu Gideon. Keduanya sangat tertarik melihat sebuah boneka kayu bisa berjalan dan berbicara layaknya anak kecil. Mereka pun menawarkan Pinocchio untuk bergabung dengan grup parade pertunjukkan boneka bernama Stromboli (Giuseppe Battiston). Keduanya membujuk Pinocchio untuk tidak sekolah dan bergabung dengan Stromboli karena bisa membuatnya terkenal. Pinocchio pun akhirnya setuju untuk gabung dengan Stromboli setelah ditolak oleh pihak sekolah. Di pentas tersebut, Pinocchio bertemu dengan Fabiana (Kyanne Lamaya), mantan ballerina yang mengalami cedera parah pada kakinya sehingga tak bisa lagi berjalan dengan baik. Fabiana bekerja sebagai penggerak boneka kayu yang bernama Sabina di pentas milik Stromboli.


Kehadiran Pinocchio di pementasan Stromboli membuat para penonton sangat senang dan terhibur. Uang yang didapatkan pun jauh lebih banyak. Usai pentas, Pinocchio malah dikurung dan tak bisa pulang. Jiminy pun langsung mengejar kereta kuda yang membawa rombongan Stromboli untuk menyelamatkan Pinocchio. Setelah berhasil kabur dari Stormboli, Pinocchio dan Jiminy kemudian bertemu dengan rombongan anak-anak yang sedang menuju ke sebuah tempat bernama Pleasure Island. Konon disana anak-anak bebas melakukan apa saja tanpa khawatir dimarahi oleh orang tua dan orang dewasa. Namun sayang, dalam perjalanan menuju Pleasure Island itu Jiminy terjatuh dan terpisah dari Pinocchio.
Setibanya di Pleasure Island, Pinocchio merasa tidak cocok menjadi anak yang nakal. Ia ketakutan melihat anak-anak disana menghancurkan segala hal termasuk jam ukiran kayu yang mirip dengan buatan Geppetto. Selain itu, Pinocchio juga dikejutkan dengan adanya kekuatan misterius di Pleasure Island yang mengubah anak-anak menjadi hewan. Pinocchio pun harus berusaha segera keluar dari tempat tersebut sebelum ia berubah wujud menjadi hewan.



Sementara itu, Geppetto memutuskan untuk pergi mencari Pinocchio dengan menjual seluruh jam ukiran kayu miliknya.Ia membeli sebuah kapal sederhana untuk mengarungi lautan menuju Pleasure Island. Tak hanya itu saja, Geppetto dan Pinocchio pun harus berhadapan dengan monster laut yang mengancam nyawa mereka. Akankah keduanya bisa bertemu dan selamat dari berbagai rintangan yang berbahaya?


#Review:
Walt Disney Studios semakin produktif untuk menghadirkan film live action dari film-film animasi klasik mereka. Kali ini giliran film animasi klasik PINOCCHIO yang dirilis tahun 1940 dibuat versi live actionnya. Yang cukup mengejutkan, project film ini tidak ditayangkan di bioskop dan langsung tayang secara eksklusif di platform streaming Disney Plus. Hal tersebut langsung membuatku khawatir, jangan-jangan filmnya gak begitu bagus sehingga Disney langsung lempar saja ke Disney Plus. Rupanya rasa khawatir itu terbukti. Film live action PINOCCHIO (2022) mendapat rating kurang baik dari IMDb maupun Rotten Tomatoes. Hal yang sama turut aku rasakan, ternyata film ini tidaklah terlalu bagus dan memuaskan seperti film Disney Live Action sebelum-sebelumnya.


Untuk segi cerita, film PINOCCHIO (2022) sebenarnya cukup menarik dan terdapat modifikasi cerita agar lebih adventure dan fantasy dibandingkan versi film klasik animasinya. Namun sayang, perubahan cerita yang dilakukan film ini terlalu mengobrak-abrik cerita aslinya. Selain ending film yang sangat berbeda dengan versi film animasinya, film ini juga minim sekali melibatkan Blue Fairy. Kemunculannya hanya ada di awal film saja dan nasehat tentang kebohongan pun tidak ditampilkan sama sekali. Sehingga alasan Pinocchio hidungnya yang tiba-tiba saja memanjang jika berbohong pun terasa aneh. Malah si karakter belalang Jiminy yang tiba-tiba tahu sekaligus menjelaskan hal tersebut. Aneh dan sotoy banget jadinya. Selain itu, perkembangan skill dari Pinocchio juga terkesan serba mendadak. Tiba-tiba jago melakukan apapun, tidak ada step by step saat ia mempelajari kelebihan yang dimiliki Pinocchio. Kehadiran plot soal Pleasure Island yang tiba-tiba mengubah siapapun disana menjadi hewan lalu dijual ke mafia hewan pun berasa aneh banget. Padahal visual dan ide tentang Pleasure Island saja tanpa embel-embel berubah wujud pun sudah bagus banget. Kehadiran karakter baru bernama Fabiana yang memiliki boneka Sabina pun sangat disia-siakan oleh sang sutradara. Padahal jika dieksplor lebih mendalam pasti bakal deep dan meninggalkan rasa simpati luar biasa dari penonton.
Untuk segi visual, film PINOCCHIO (2022) terkesan tidak konsisten dan tidak 100% live action. Harus diakui sih, karakter Pinocchio, Jiminy, Fabio, Cleo dan Sofia agak sulit jika tidak dibuat CGI, beberapa bagian mereka sangat terlihat CGI banget. Bahkan menuju babak akhir film, kualitas visual efek dan CGI nya semakin memburuk. Jadi tidak heran, Disney tidak menayangkan film ini di bioskop. Meskipun memiliki kekurangan di bagian visualnya, film PINOCCHIO (2022) masih memiliki poin plus dari bagian musiknya. Meskipun tidak 100% musikal, namun lagu-lagu dan scoring ikoniknya masih bisa penonton nikmati dengan baik.
Overall, film PINOCCHIO (2022) terpaksa harus masuk jajaran film Disney Live Action yang kurang memuaskan. Kehadiran Tom Hanks dalam film ini juga tidak memberikan dampak bagus. Sayang sekali!



[6/10Bintang]

Selasa, 19 Juli 2022

[Review] The Sea Beast: Cerita Seru Saat Berpetualang Bersama Monster Laut!



#Description:
Title: The Sea Beast (2022)
Casts: Karl Urban, Zaris-Angel Hator, Jared Harris, Marianne Jean Baptiste, Jim Carter, Doon Mackichan, Dan Stevens, Kathy Burke, Helen Sadler, Shannon Chan Kent, Max Mittleman
Director: Chris William
Studio: Sony Pictures Imageworks, Netflix Animation


#Synopsis:
Sejak ratusan tahun yang lalu, keberadaan monster hewan laut dianggap sebagai malapetaka bagi umat manusia. Tak sedikit orang-orang terdahulu rela berlayar dan menjadi pemburu monster hewan laut, meskipun harus mengorbankan nyawa mereka. Dari sekian banyak para pemburu yang sudah berlayar, team kapal The Inevitable yang dipimpin Captain Crow dan Sarah Sharpe menjadi team yang paling disegani dan mendapat dukungan penuh dari kerajaan Three Bridges.


Suatu ketika, team kapal The Inevitable diperintah oleh Raja dan Ratu Mahkota untuk menangkap monster laut bernama Red Bluster yang selama ini sudah menjadi legenda sejak dulu. Captain Crow dan seluruh anggota kapal The Inevitable pun sangat bersemangat dan optimis bisa menangkap Red Bluster secepatnya. Disaat mereka sedang mengarungi lautan, kapal The Inevitable terpaksa membantu kapal pemburu lain yang sedang diserang oleh monster laut. Aksi penyelamatan itu hampir saja merenggut nyawa Captain Crow dan anak angkatnya yaitu Jacob Holland. Batalnya team kapal The Inevitable memburu Red Bluster membuat Raja dan Ratu Three Bridges sangat kecewa. Namun Jacob dan teamnya berjanji esok hari akan segera melanjutkan misinya menangkap Red Bluster.


Disaat team The Inevitable sedang beristirahat, Jacob bertemu dengan seorang anak perempuan yatim piatu bernama Maisie Brumble. Ia sangat mengidolakan Captain Crow dan team The Inevitable gara-gara membaca buku cerita yang mengisahkan tentang perjalanan Captain Crow dalam menangkap monster-monster hewan laut. Maisie rela kabur dari panti asuhan demi bisa ikut berlayar bersama The Inevitable.
Hari berlayar pun tiba. The Inevitable bergerak menuju wilayah lautan yang diyakini sebagai tempat keberadaan Red Bluster. Insting kuat dari Captain Crow ternyata benar. Mereka berhasil menemukan monster hewan laut itu yang sedang mengarah pada mereka. Aksi peperangan pun tak terhindarkan. Seluruh awak kapal mengerahkan senjata untuk menyerang Red Bluster. Namun Red Bluster tak pantang menyerah, ia menyeret kapal The Inevitable dengan cepat hingga membuat pusaran air. Red Bluster juga tersangkut pada beberapa tali kapal sehingga ia sulit untuk melarikan diri.


Melihat kekacauan yang terjadi dan Red Bluster yang terikat membuat Maisie yang keluar dari kabin kapal langsung berlari ke ujung kapal dan memotong tali yang terikat pada Red Bluster. Kejadian itu membuat Captain Crow sangat marah. Red Bluster pun berhasil terlepas dari ikatan tali itu. Namun sayang Maisie dan Jacob yang berada di ujung kapal akhirnya jatuh ke laut. Selang beberapa saat, Red Bluster menampakkan diri dan menelan mereka berdua.
Red Bluster ternyata tidak memakan mereka berdua, ia membawa Maisie dan Jacob ke sebuah pulau terpencil yang disana terdapat banyak hewan-hewan buas lainnya. Maisie akhirnya menyadari jika Red Bluster tidak sepenuhnya jahat. hewan berwarna merah itu bahkan bisa berteman dengan hewan-hewan lainnya. Buku cerita yang selama ini ia baca ternyata tidak benar dan salah paham akan kehadiran monster-monster hewan laut itu. Hal serupa turut dirasakan oleh Jacob yang menjadi merasa bersalah karena selama ini telah menganggap monster-monster hewan laut itu berbahaya. Jacob pun meminta Maisie dan Red Bluster untuk ikut ke kerajaan Three Bridges. Jacob akan membuktikan pada Raja dan Ratu jika aksi perburuan yang sudah dilakukan turun-temurun itu ternyata salah besar.


Namun sayang, Jacob dan Maisie harus berhadapan dengan Captain Crow yang semakin berambisi untuk menangkap dan membunuh Red Bluster. Ia bahkan sudah memiliki senjata mematikan berupa tombak yang sudah dilumuri racun. Akankah tujuan Jacob dan Maisie bisa terwujud meskipun posisi Red Bluster menjadi terancam?



#Review:
Film animasi produksi Sony Pictures Imageworks berjudul THE SEA BEAST (2022) akhirnya tayang di platform streaming Netflix mulai 8 Juli lalu. Film yang diciptakan oleh kreator film BIG HERO 6 (2016) dan MOANA (2017) yaitu Chris William ini sukses mendapat respon sangat positif saat penayangan secara terbatas di bioskop Amerika Serikat pada 24 Juni lalu.


Untuk segi cerita, film THE SEA BEAST (2022) sedikit mengingatkanku akan franchise film animasi Dreamworks yang berjudul HOW TO TRAIN YOUR DRAGON. Namun pada film ini, plot cerita membahas tentang relasi manusia dengan hewan laut yang dikisahkan sebagai monster pembawa bencana. Tapi dibalik ukurannya yang sangat besar dan penampilan fisiknya yang menyeramkan, monster hewan laut tetaplah makhluk hidup yang harus kita hargai sebagai sesama makhluk hidup di bumi ini. Konflik konflik yang dihadirkan antara Captain Crow, kerajaan Three Bridges, Maisie hingga Red Bluster itu sendiri tampil berkaitan satu sama lain dan eksekusinya seru banget! Moment petualangan yang dihadirkan juga sangat memanjakan mata.
Visual film THE SEA BEAST (2022) memang sangat worth it untuk ditonton di bioskop sih. Setiap detail animasi film ini benar-benar memberikan suasana baru bagi penonton khususnya yang sudah terbiasa dengan visual animasi film-film produksi Disney. 
Untuk jajaran pemain yang memberikan performance suaranya juga tampil begitu powerful dan memuaskan. Karakter suara para aktor yang terlibat dalam film THE SEA BEAST (2022) mempunyai karakteristik yang kuat loh. Aku sangat suka dengan penampilan Maisie Brumble yang hadir tidak lebay sebagai seorang bocah cilik kepo. Overall, film THE SEA BEAST (2022) boleh banget menjadi film animasi terbaik di tahun ini. Semoga ada kejutan di kategori Best Animated Feature Oscars tahun ini.


[9/10Bintang]

Rabu, 08 Juni 2022

[Review] Jurassic World Dominion: Disaat Manusia Harus Bertahan Hidup Berdampingan Dengan Dinosaurus



#Description:
Title: Jurassic World: Dominion (2022)
Casts: Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Isabella Sermon, Laura Dern, Jeff Goldblum, Sam Neill, Dewanda Wise, Mamoudu Athie, BD Wong, Omar Sy, Campbell Scott, Justice Smith
Director: Colin Trevorrow
Studio: Amblin Entertainment, Perfect World Pictures, Universal Pictures, UIP Movies


#Synopsis:
Setelah erupsi gunung di Isla Nublar yang menyebabkan populasi dinosaurus menyebar ke seluruh dunia, kini manusia harus beradaptasi sekaligus hidup berdampingan dengan dinosaurus. Disisi lain, terjadi sebuah anomali yaitu wabah belalang berukuran raksasa yang menyebar luas di wilayah Amerika Serikat. Fenomena tersebut membuat ilmuwan Ellie Sattler (Laura Dern) yang sempat meneliti Jurassic Park, heran karena ukuran belalang yang ditemukan sangatlah besar. Sattler yakin jika wabah tersebut berasal dari pupuk dan benih tanaman yang diproduksi oleh perusahaan Biosyn milik Lewis Dodgson (Campbell Scott). Ia pun mendatangi rekannya yaitu Alan Grant (Sam Neill) untuk meneliti lebih lanjut wabah tersebut.
Biosyn sendiri ditunjuk oleh pemerintah sebagai organisasi kepemilikan dinosaurus sekaligus menciptakan tempat penangkaran raksasa di pegunungan Dolomite, Italia. Disana mereka mengembangkan sebuah project penelitian untuk menciptakan obat ampuh yang berasal dari DNA dinosaurus. Selain itu, Biosyn juga berhasil merawat dengan sangat baik berbagai jenis dan ukuran dinosaurus disana.
Sattler dan Alan kemudian meminta bantuan pada sahabatnya yaitu Ian Malcolm (Jeff Goldblum) yang merupakan salah satu konsultan penting di Biosyn. Keduanya ingin mendapat akses untuk masuk ke Biosyn dan mengambil sample DNA belalang raksasa yang ada disana.
Sementara itu, Owen Grady (Chris Pratt) dan Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) kini memutuskan hidup sederhana jauh dari perkotaan bersama anak angkat mereka yaitu Maisie Lockwood (Isabella Sermon). Mereka memutuskan untuk tinggal di hutan demi melindungi Maisie dari incaran orang-orang yang ingin meneliti dirinya. Maisie sendiri merupakan cucu tunggal dari Benjamin Lockwood, salah satu ilmuwan penting di Jurassic Park.
Suatu hari, dinosaurus Blue yang berhasil dijinakkan oleh Owen kini semakin besar dan sudah memiliki anak. Disaat anak dino dari Blue tersebut sedang mencari mangsa, ia terjerat perangkap yang dipasang oleh anak buah Dodgson. Tak hanya itu saja, mereka juga berhasil menculik Maisie untuk dibawa ke Biosyn. Melihat dinosaurus dan anak kesayangannya itu diculik membuat Owen dan Claire panik. Mereka bergegas pergi ke kota untuk melacak keberadaan para penculik tersebut. Setibanya di kota, Owen dan Claire meminta bantuan pada rekan mereka yaitu Franklin (Justice Smith) untuk melacak siapa penculik Maisie.
Setelah berhasil menemukan identitas para penculik, Owen dan Claire segera meburu mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Malta. Setibanya disana, keduanya dikejutkan dengan adanya pasar gelap yang menjual dinosaurus secara ilegal. Selain itu, Owen dan Claire juga harus berhadapan dengan utusan dari Biosyn yang membawa dinosaurus karnivora berbahaya.
Perjalanan Owen dan Claire ternyata masih panjang untuk menyelamatkan Claire. Mereka harus secepat mungkin pergi ke kawasan Biosyn dan melewati berbagai macam dinosaurus raksasa yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan.


#Review:
Universal Studios akhirnya merilis final chapter JURASSIC WORLD: DOMINION (2022) setelah dua tahun lebih postponed akibat Pandemi CoVid-19. Film yang kembali digarap oleh Colin Trevorrow ini menghadirkan kelanjutan kisah usai tragedi di JURASSIC WORLD: FALLEN KINGDOM (2018). Sebagai film penutup Trilogy Jurassic World, ekseskusi film ini cukup mengecewakan. Yaa sangat disayangkan aja karena plot cerita semakin jauh dalam mengeksplor hewan raksasa purbakala itu.


DOMINION (2022) malah berpindah fokus pada kisah penelusuran rekayasa DNA pada binatang belalang! Jomplang banget kan jadinya. Biosyn Corporations malah memiliki rencana jahat yang menurutku agak aneh dengan cara menghancurkan ekosistem dan rantai makanan yang ada di alam liar. Selain itu, plot cerita juga turut bercabang pada karakter Maisie yang diburu gara-gara dirinya adalah manusia kloning hasil rekayasa DNA. Kehadiran berbagai jenis dinosaurus yang ada dalam film ini menjadi tempelan serta alat untuk menakut-nakuti para karakter utama saja. Sangat disayangkan sih, cerita tentang para dinosaurus nya benar-benar disingkirkan, tidak seperti pada film-film sebelumnya.
Terlepas dari ceritanya yang semakin menjauhi dinosaurus, film JURASSIC WORLD: DOMINION (2022) masih memiliki sederet sekuens action yang memuaskan. Adegan aksi kejar-kejaran Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard saat di Malta sangat bagus dan memacu adrenaline banget. Visual dari dinosaurus juga semakin variatif terutama saat di Biosyn. Beberapa nampak nyata! Namun tak sedikit juga terasa CGI banget. Bahkan adegan epic kejar-kejaran di hutan dan gunung bersalju itu jelek banget visualnya. Sangat disayangkan sekelas film summer Hollywood, visual efek buruk adalah kesalahan yang sulit untuk aku maafkan. Hahaha.
Untuk jajaran pemain, karakter Owen dan Claire yang diperankan Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard juga tidak se-charming dua film terdahulu. Karakter keduanya malah terasa jadi supporting character gara-gara kemunculan trio karakter Jurassic Park yaitu Sattler, Ian dan Alan. Sensasi nostalgia mungkin bisa dirasakan bagi para penggemar lama Trilogy JURASSIC PARK (1993) saat ketiganya beraksi di Biosyn. Meskipun tektokan ketiganya terasa banyak yang miss terutama saat berkomedi.
Overall, sebagai film penutup trilogy Jurassic World, rasanya film ini masih sangat jauh dari kata memuaskan. Moment nostalgia para karakter lama yang muncul dan penampakan dinosaurus di akhir film menjadi sedikit point plus untuk film JURASSIC WORLD: DOMINION (2022).



[7/10Bintang]

Selasa, 12 April 2022

[Review] Infinite Storm: Kisah Pendaki Gunung Washington Yang Berhadapan Dengan Badai Salju!




#Description:
Title: Infinite Storm (2022)
Casts: Naomi Watts, Billy Howle, Denis O'Hare, Parker Sawyers, Eliot Sumner, Josh Rollins
Director: Malgorzata Szumowska, Michael Englert
Studio: Maven Screen Media, Polish Film Institute, Stage 6 Films, Sony Pictures


#Synopsis:
Pam Bales (Naomi Watts) mendedikasikan hidupnya sebagai seorang penyelamat sukarela pada jalur pendakian di Gunung Washington. Suatu hari, disaat Pam akan mendaki, temannya di kedai kopi memperingatkan Pam untuk tidak mendaki gunung karena akan ada badai salju yang cukup kuat berdasarkan laporan cuaca. Namun Pam menghiraukan himbauan tersebut dan memutuskan tetap untuk mendaki.


Jam 7 pagi hari, Pam tiba di area parkir. Disana ia melihat sepasang pendaki yang baru saja turun dan sebuah mobil yang terparkir tanpa pemilik. Dengan peralatan mendaki yang sudah lengkap, Pam langsung naik dan menelusuri jalan setapak menuju puncak Gunung Washington. Selain menjadi penyelamat sukarela, tujuan Pam mendaki gunung untuk menenangkan pikiran dan batin setelah kehilangan dua anak perempuannya dengan cara yang tak terduga.
Setelah menempuh 3-4 jam perjalanan, Pam tiba di lereng gunung dengan pemandangan alam yang luar biasa. Sambil beristirahat sejenak, butiran salju perlahan mulai turun. Pam kemudian melanjutkan pendakiannya sampai ke puncak. Perlahan tapi pasti, intensitas hujan salju semakin meningkat. Langit yang tadinya cerah perlahan mulai gelap. Laporan cuaca yang ia dapat dari temannya di kedai kopi ternyata benar adanya.


Disaat waktu menunjukkan jam 2 siang, keadaan lereng gunung semakin gelap dan badai salju pun datang. Pam pun perlahan-lahan berjalan agar tidak terkena hembusan angin yang kencang. Namun sayang, tiba-tiba saja Pam terperosok pada lubang yang tertutup oleh salju. Dengan sekuat tenaga Pam berusaha keluar dari lubang tersebut dan akhirnya berhasil. Setelah kejadian itu, Pam melihat jejak sepatu kets diatas hamparan salju. Ia pun mengikuti jejak tersebut dan menemukan seorang pria yang tak sadarkan diri.
Pam kemudian langsung menolong pria itu untuk secepatnya dibawa turun dari puncak gunung. Dalam perjalanan menuruni gunung, banyak rintangan yang harus dilewati oleh mereka berdua. Disaat badai salju sudah mereda, pria tersebut akhirnya mulai sadar dan perlahan bisa berjalan tanpa dibantu oleh Pam.



Setelah perjalanan sangat panjang dan melelahkan, Pam dan pria tersebut akhirnya berhasil sampai ke tempat parkir pada malam hari. Pam yang awalnya akan membawa pria itu ke rumah sakit malah terkejut karena pria tersebut kabur mengendarai mobilnya yang sudah terparkir lama disana. Meskipun tak mengucapkan terima kasih, Pam tetap ikhlas karena sudah menyelamatkan nyawa pria tersebut.
Beberapa hari kemudian rumah Pam kedatangan seorang wartawan yang ingin interview tentang aksi penyelamatan yang dilakukannya itu menjadi buah bibir di Amerika Serikat setelah seorang pria mengunggah kisahnya. Selain itu, pria tersebut tiba-tiba datang di kedai kopi dan meminta untuk bertemu dengan Pam. Pertemuan mereka akhirnya membuka kisah pahit yang pernah dialami oleh keduanya.



#Review:
Film bertema survival kembali memeriahkan industri perfilman Hollywood di tahun ini. Film INFINITE STORM (2022) yang dibintangi Naomi Watts merupakan adaptasi dari artikel karya Ty Gagne berjudul High Places: Footprints in the Snow Lead to an Emotional Rescue.


Untuk segi cerita, film INFINITE STORM (2022) garapan sutradara Malgorzata Szumowska ini mengajak penonton untuk melihat perjalanan seorang pendaki gunung sukarela yang harus bertahan dari badai salju sekaligus menyelamatkan pendaki lain yang tak sadarkan diri. Promis idenya sendiri menurutku sudah sangat menarik perhatian ya. Namun sayang, alur cerita film ini terasa lambat dan penuh dengan tanda tanya terutama pada paruh awal film. Naskah yang ditulis oleh Josh Rollins ini tidak memperkenalkan dengan baik siapa itu Pam Bales. Penonton pasti bertanya-tanya mengenai karakter Pam Bales ini kok tiba-tiba saja langsung pergi mendaki ke Gunung Washington tanpa dijelaskan profesi dan backstory nya seperti apa. Meskipun pada akhirnya semua dijelaskan di akhir film, namun menurutku tetap saja pengenalan di awal film harus dilakukan sehingga penonton bisa mudah untuk menjalin emosi dengan karakter Pam Bales itu sendiri. Perjalanan Pam Bales selama mendaki pun dibuat terlalu datar, tidak memiliki moment dramatisasi yang membuat penonton terbawa sensasi thriller serta emosi yang menegangkan. Satu-satunya adegan yang cukup menantang mungkin saat Pam Bales terperosok ke dalam lubang salju. Sisanya hanya dimanjakan dengan visual keindahan Gunung Washington dengan minim sekali efek audio.


Untuk jajaran pemain, Naomi Watts yang memegang kendali penuh film ini tampil prima dan mengesankan sebagai seorang pendaki sukarelawan. Penonton pasti bisa merasakan udara super duper dingin dari badai salju yang menghantam Naomi Watts selama berada di puncak Gunung Washington. Overall, film INFINITE STORM (2022) bisa ditingkatkan lebih lagi terutama dalam pendalaman cerita dan naskahnya. Andai saja sang sutradara membuatnya lebih dramatis lagi serta serupa tapi tak sama dengan film 127 HOURS (2010) nya James Franco mungkin akan sangat menarik lagi.


[7/10Bintang]

Selasa, 22 Maret 2022

[Review] The Lost City: Kocaknya Penulis Novel dan Model Sampul Ketika Terdampar Di Hutan Belantara!

 


#Description:
Title: The Lost City (2022)
Casts: Sandra Bullock, Channing Tatum, Daniel Radcliffe, Davine Joy Randolph, Patti Harrison, Oscar Nunez, Brad Pitt, Raymond Lee, Bowen Yang
Director: Adam & Aaron Nee
Studio: Paramount Pictures, Fortis Films, 3dot Productions, UIP Movies


#Synopsis:
Setelah kematian sang suami, Loretta Sage (Sandra Bullock) memilih untuk berfokus sebagai penulis novel bergenre petualangan romantis yang menampilkan tokoh superhero bernama Dash bersama kekasihnya, Lovemore. Meskipun Loretta menulis novel tersebut tidak sepenuh hati, tapi ternyata publik sangat menyukainya. Para penggemar buku Loretta sangat antusias menunggu kelanjutan dari kisah Dash dan Lovemore di novel "The Lost City of D" yang akan segera terbit.


Acara peluncuran buku terbaru Loretta pun siap digelar. Dengan bantuan publisher terbarunya yaitu Beth (Davine Joy Randolph), novel "The Lost City of D" sukses mencetak jumlah Pre-Order yang memuaskan. Pada acara peluncuran tersebut turut kedatangan model pemeran Dash yaitu Alan Caprison (Channing Tatum) yang sukses menarik perhatian para penggemar bukunya. Selain kostum yang dipilih Beth untuk acara peluncuran buku terlihat lebay, Loretta semakin malu karena novelnya laris hanya gara-gara visual Alan menjadi superhero fiksi yang tampan dan atletis. Ia pun memilih pergi dari acara tersebut dan menenangkan diri dirumahnya.



Disaat Loretta sedang menunggu mobil jemputan, tiba-tiba saja ia diculik oleh tiga lelaki misterius. Mereka membawa Loretta untuk bertemu dengan sang bos yaitu Abigail Fairfax (Daniel Radcliffe), seorang milyuner eksentrik yang terobsesi dengan kisah The Lost City of D. Ia mengklaim jika kisah petualangan Dash dan Lovemore dalam mencari harta karun sebuah Mahkota Api Merah yang ditulis Loretta merupakan kisah nyata. Abigail meminta Loretta untuk memecahkan tulisan-tulisan peninggalan yang ia temukan pada sebuah pulau terpencil di Samudra Atlantik karena sangat mirip dengan apa yang Loretta tulis di novelnya itu.



Hilangnya Loretta membuat Alan dan Beth panik. Mereka kemudian mencari cara agar bisa menyelamatkan Loretta secepat mungkin. Alan pun meminta bantuan pada agent CIA bernama Jack Trainer (Brad Pitt) untuk menyelamatkan Loretta yang terlacak sedang terbang menuju pulau terpencil di Atlantik. Setibanya di pulau tersebut, Alan dan Jack bekerja sama untuk segera menemukan Loretta yang diculik oleh Abigail. Namun sayang, aksi keduanya diketahui oleh Abigail dan anak-anak buahnya. Loretta dan Alan pun langsung kabur ke dalam hutan rimba.




Dengan peralatan seadanya, Loretta dan Alan harus bertahan hidup disana dari kejaran anak buah Abigail. Keduanya pun harus secepatnya menemukan pemukiman penduduk untuk meminta pertolongan. Tapi tak disangka, diam-diam Loretta penasaran dan ingin membuktikan jika legenda Mahkota Api Merah dan The Lost City yang ia tulis itu apakah nyata atau tidak. Akankah Loretta dan Alan berhasil bertahan hidup di hutan rimba sekaligus menemukan apa yang mereka cari?



#Review:
Sejak perilisan trailer terbarunya, film THE LOST CITY (2022) sukses memancing rasa penasaran penonton karena premisnya cukup unik dan menarik perhatian. Ditambah lagi film ini memasang dua aktor kawakan Hollywood yaitu Sandra Bullock dan Channing Tatum, pastinya akan sangat mudah untuk menyajikan komedi yang menghibur.


Untuk segi cerita, film THE LOST CITY (2022) mengajak penonton untuk mengikuti petualangan penulis novel dengan modelnya ditengah hutan rimba. Dengan peralatan seadanya mereka harus bertahan hidup sekaligus menghindari kejaran anak buah dari seorang milyuner yang terobsesi dengan harta karun. Meskipun ceritanya terlihat JUMANJI dan INDIANA JONES banget, namun ditangan duo sutradara Adam dan Aaron Nee, film THE LOST CITY (2022) menjadi sangat menarik berkat development story dari masing-masing karakternya. Sosok Loretta Sage yang terpaksa menjadi novelist mengikuti trend dan selalu memandang sebelah mata karyanya karena terlalu cheesy, perlahan mulai berdamai dan menyadari jika apa yang ia lakukan itu ternyata tidak sepenuhnya salah. Kehadiran Alan yang populer berkat menjadi model sampul novel milik Loretta pun jadi kisah menarik lainnya yang tersaji dalam film ini.


Keseruan film THE LOST CITY (2022) tentunya berkat chemistry kocak Bullock dan Tatum. Survival di hutan rimba dengan kostum penuh payet dan peralatan seadanya dari Loretta dan Alan tampil sangat menghibur. Serangkaian jokes dan kelakuan dari keduanya selalu berhasil memecah tawa penonton. Yang aku suka dari film ini, karakter Loretta dan Alan tidak dipaksa untuk menjadi jagoan dan serba bisa dalam segala hal. Mereka berdua tampil natural layaknya orang kota yang tiba-tiba harus bertahan hidup dan menyelamatkan diri ditengah hutan belantara. Plot semakin menarik disaat karakter Abigail Fairfax yang diperankan Radcliffe muncul. Aksi ketiganya dalam mencari harta karun yang tersembunyi cukup menarik dan ikut memancing rasa penasaran penonton. Ide soal metafora juga boleh dibilang cerdik banget. Penyelesaian konflik saat harta karun ditemukan pun eksekusinya klimaks dan tak disangka nyambung dengan makna metafora serta kisah perjalanan hidup dari Loretta dan Alan itu sendiri.


Untuk jajaran pemain, performance dari para pemain tampil sangat menghibur. Unsur komedi yang diterapkan pada masing-masing karakter begitu ngeblend dengan para pemerannya. Duet Bullock dan Tatum sudah jelas tak perlu lagi diragukan. Radcliffe pun sukses hadir sebagai villain yang ambisius namun ujungnya bodoh juga wkwkw. Tak boleh dilupakan juga penampilan Brad Pitt sebagai Jack Trainer sangat mencuri perhatian meskipun memiliki screentime tak terduga. Supporting character lainnya juga tampil konsisten selalu berpengaruh pada keseluruhan cerita sehingga tidak terkesan mubazir.
Overall, film THE LOST CITY (2022) cukup memuaskan dengan ide cerita yang terbilang fresh di genre adventure comedy. Sandra Bullock dan Channing Tatum kocak banget! Tayang di bioskop Indonesia mulai HARI INI Rabu, 23 Maret 2022!


[8.5/10Bintang]