Tampilkan postingan dengan label Komedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komedi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2022

[Review] Bros: Mengikuti Kisah Cinta Dan Usaha Mendirikan Museum LGBT Di Manhattan!



#Description:
Title: Bros (2022)
Casts: Billy Eichner, Luke Macfarlane, Ts Madison, Monica Raymund, Guillermo Diaz, Guy Branum, Amanda Bearse, Jim Rash, Bowen Yang, Harvey Fierstein, Symone, Eve Lindley, Jai Rodriguez
Director: Nicholas Stoller
Studio: Global Solutions, Apatow Productions, Universal Pictures


#Synopsis:
Bobby Lieber (Billy Eichner) dikenal sebagai pembawa acara radio dan podcast populer di Manhattan. Meskipun saat ini tidak mempunyai pacar, Bobby justru sangat bangga karena ia jauh lebih tenang hidup mandiri. Semua pencapaian hidup sudah diraih olehnya. Bobby bahkan mendapatkan penghargaan Best Cis Male Gay Man dari komunitas LGBTQ+ yang ada disana. Pada acara tersebut Bobby mengumumkan jika dirinya menerima posisi sebagai kepala kurator untuk project museum sejarah LGBTQ+ pertama di dunia yang akan segera dibuka di Manhattan. Pada project tersebut Bobby bertukar ide dengan para aktivis LGBTQ+ lainnya yaitu Angela (Ts Madison), Robert (Jim Rash), Tamara (Eva Lindley), Wanda (Miss Lawrence) dan Cherry (Dot Marrie Jones).


Suatu ketika, Bobby mendapat undangan untuk menghadiri acara peluncuran Dating Apps terbaru bersama sahabatnya Henry (Guy Branum). Ditengah kemeriahan acara itu, mata Bobby tertuju pada seorang pria bertopi bernama Aaron Shepard (Luke Macfarlane). Keduanya pun berkenalan dan berbincang satu sama lain. Setelah berbincang cukup panjang, Bobby dan Aaron merasa memiliki jalan pemikiran yang sama. Bobby merasa cocok dengan Aaron. Tanpa basa-basi lagi, Bobby mengajak Aaron untuk having fun. Namun sayang, Aaron menolaknya dan berjanji akan menghubungi Bobby di kemudian hari.
Setelah pertemuan pertama itu, keduanya saling berkabar dan memutuskan untuk nonton film ke bioskop. Tapi ternyata, kencan mereka tidak berjalan dengan lancar. Aaron masih belum menemukan kecocokan dengan Bobby. Ditambah lagi ia tak sengaja bertemu lagi dengan teman masa kecilnya yaitu Josh (Ryan Faucett) disana. Melihat sikap Aaron yang lebih tertarik pada pria yang berbadan atletis membuat Bobby kesal. Ia pun memutuskan pulang ke Apartment tanpa ditemani Aaron lagi.



Waktu terus bergulir, perlahan tapi pasti Bobby dan Aaron merasa kehilangan satu sama lain saat mereka berpisah. Karena urusan pekerjaan Bobby pun meminta bantuan Aaron untuk menemaninya pergi ke Provincetown di Inggris. Bobby akan menemui seorang pengusaha kaya raya untuk mendapatkan tambahan dana project Museum nya. Selama berada disana, hubungan Bobby dan Aaron perlahan mulai membaik lagi. Mereka sepakat untuk menjalin hubungan lebih dewasa dan lebih baik lagi.
Tak terasa hubungan keduanya sudah berjalan cukup panjang. Disaat moment hari Natal, keluarga Aaron berencana ingin berliburan ke New York. Ia pun meminta Bobby untuk ikut dan bertemu dengan keluarganya itu. Aaron meminta pacarnya itu untuk sedikit menjaga sikap saat bersama dengan ayah dan ibunya. Hal tersebut rupanya membuat Bobby sedikit kesal. Ditambah lagi sikap kedua orangtua Aaron terasa tidak menyetujui tentang pilihan hidup yang diambil Bobby. Pertengkaran pun tak terhindarkan hingga akhirnya Bobby dan Aaron kembali saling menjauh.



Ujian kembali menghampiri Bobby disaat rencananya untuk mengangkat kisah Homoseksual dari Abraham Lincoln di Museum mendapat kecaman dari orang Amerika Serikat. Beberapa investor yang awalnya siap mendukung kini menarik diri dan meninggalkan Bobby. Akankah semua impian dan asmara Bobby bisa berakhir bahagia?


#Review:
Rumah produksi Universal Pictures yang notabene salah satu studio film besar dan populer di Hollywood akhirnya merilis sebuah film drama komedi romantis bertema LGBT berjudul BROS (2022). Film ini diklaim sebagai film popcorn LGBT pertama dengan ensemble casts LGBT yang dirilis oleh studio besar di Hollywood. Menurutku, langkah yang diambil Universal Pictures ini tentunya harus diapresiasi, ketimbang merilis film drama, superhero, komedi atau animasi yang menyelipkan secuil issue LGBT mendingan langsung saja bikin film bertema LGBT secara terbuka dan jelas. Apresiasi pasti didapatkan tanpa perlu munculnya pro kontra seperti yang dialami film LIGHTYEAR (2022), ETERNALS (2021) dan yang lainnya.


Untuk segi cerita, film BROS (2022) ini menyajikan struggle pria paruh baya dalam menemukan cinta sejati sekaligus mewujudkan impiannya. Potret kehidupan LGBTQ+ yang ada di film ini dibuat senormal dan sedekat mungkin dengan para LGBT yang ada di Amerika Serikat. Kisah yang dialami Bobby pasti akan sangat mudah ditemukan disana. Kolaborasi Billy Eichner dan Nicholas Stoller dalam menulis naskah film ini patut diacungi jempol karena menyajikan drama pasangan Gay nya dibuat sangat realistis dan tidak terjebak pada formula klise film-film yang temanya sama. Tak hanya itu saja, film ini juga mempunyai moral value yang bisa dijadikan pembelajaran tentang bagaimana mengejar impian, membangun kepercayaan terhadap orang lain dan menekuni passion yang dijalani dengan sungguh-sungguh. Referensi pop culture hingga sentilan tentang film-film Hollywood bertema LGBT yang ada dalam film ini sukses membuatku tersenyum jahat. Hahahaha. Untuk urusan komedi, harus diakui film BROS (2022) ini memiliki jokes yang United States banget. Mungkin untuk sebagian penonton yang tidak terlalu mengikuti trend di Amerika mungkin agak sulit untuk masuk dengan jokes yang ada dalam film ini.


Untuk jajaran pemain, penampilan Billy Eichner dan Luke Macfarlane tampil begitu bersinar dalam film ini. Keduanya sukses menyajikan chemistry dan love hate relationship yang oke. Development character dari Bobby dan juga Aaron pun sangat bagus sehingga Eichner dan Macfarlane begitu luwes dalam berakting. 
Overall, film BROS (2022) secara mengejutkan berhasil menampilkan drama komedi romantis LGBT yang dikemas ringan dan menghibur namun tak meninggalkan kualitas naskah serta kedua pamain utamanya!


[8.5/10Bintang]

Minggu, 09 Oktober 2022

[Review] Deadstream: Pengalaman Sinematik Siaran Langsung Di Rumah Angker!



#Description:
Title: Deadstream (2022)
Casts: Joseph Winter, Melanie Stone, Jason K. Wixom, Pat Barnett, Marty Collins, Perla Lacayo
Director: Joseph Winter, Vanessa Winter
Studio: Shudder


#Synopsis:
Shawn Ruddy (Joseph Winter) merupakan seorang konten kreator video di YouTube dan Livvid yang dikenal penuh kontroversi. Puncaknya, beberapa video bertajuk "Wrath of Shawn" yang ia unggah mendapat kecaman dari para netizen karena melakukan hal-hal diluar batas toleransi. Hal tersebut berdampak besar terhadap Shawn. Para netizen melaporkan video-video itu dan akun sosial media Shawn pun di banned. Selain itu, beberapa sponsor juga pergi meninggalkan Shawn.


Setelah di banned selama tiga bulan, akun sosial media milik Shawn bisa diakses kembali. Shawn langsung mengunggah video permintaan maaf dan berjanji akan menghadirkan konten yang lebih baik lagi. Bertepatan dengan bulan Oktober, Shawn siap menghadirkan konten video live streaming edisi horror dengan menempati sebuah rumah angker selama satu malam. Shawn berjanji akan menghadirkan pengalaman sinematik paling gila dan menyeramkan yang tidak bisa ditemukan dimanapun.
Persiapan yang dilakukan Shawn sangat matang. Ia membawa banyak kamera untuk diletakan disetiap sudut rumah. Selain itu, Shawn juga membawa perlengkapan game board, peralatan pengusiran setan seperti air suci, kalung salib, pisau dan bawang putih yang dipercaya bisa menangkal hal-hal buruk. Yang lebih niatnya lagi, Shawn menciptakan scoring musik menyeramkan yang bakal ia putar saat menyusuri rumah angker tersebut.



Setibanya di rumah itu, Shawn ingin mempersulit keadaan jika situasi buruk menimpanya dengan cara membuang busi mobil dan kunci gembok ke sela-sela lantai rumah. Dengan bermodalkan informasi dari internet, Shawn menelusuri setiap sudut rumah angker itu dan menjelaskan berbagai macam tragedi mengerikan yang pernah terjadi disana pada para penontonnya. Perlahan tapi pasti, jumlah penonton live streaming terus meningkat. Shawn juga aktif berinteraski dengan cara membalas komentar-komentar para penonton.



Usai mengeksplor di lantai satu, Shawn bergegas menuju ke lantai dua. Disana ia melihat ada tiga ruangan dengan suasana yang tak kalah mengerikan. Kamar pertama konon tempat ditemukannya mayat penghuni rumah di bath tub dengan kondisi yang mengenaskan. Kamar kedua yaitu kamar anak-anak yang konon dibantai secara sadis oleh perawatnya. Dan kamar ketiga merupakan kamar biasa saja tanpa adanya cerita horror. Shawn pun memilih kamar tersebut sebagai tempat berlindung sekaligus memasang laptop dan penerangan untuk memantau seluruh kamera yang sudah ia pasang.




Waktu terus bergulir dan malam semakin larut. Gemuruh petir semakin sering terdengar dari kejauhan. Shawn mulai ketakutan dan berusaha untuk tetap tenang demi para penonton siaran langsungnya itu. Disaat Shawn sedang memantau seluruh kamera CCTV yang dipasang, ia terkejut melihat beberapa bayangan berjalan-jalan di koridor lantai dua. Shawn histeris dan meminta bantuan para penonton untuk memberikan apa yang harus ia lakukan. Para penonton tentunya ingin Shawn keluar dari kamar dan mengeceknya secara langsung. Kepanikan semakin meningkat usai terdengar suara langkah kaki dan ketukan dari dinding secara cepat. Shawn Ruddy akhirnya merasakan secara langsung aktivitas paranormal yang sesungguhnya di rumah itu. Akankah ia berhasil keluar dari rumah itu?



#Review:
Film bertema Found Footage bergenre horror memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi sebagian penonton (termasuk aku). Tahun ini, platform streaming spesialis horror yaitu Shudder baru saja merilis film Found Footage terbarunya yang berjudul DEADSTREAM (2022). Film ini mendapat perhatian khusus dari para penonton saat tayang perdana di SXSW 2022 karena berhasil menghadirkan film found footage yang menghibur sekaligus menyeramkan. Tak hanya itu saja, film yang dibintangi dan disutradarai langsung oleh Joseph Winter ini juga berhasil mendapatkan Certified Fresh Rotten Tomatoes dengan skor 92% (per-10 Oktober 2022).


Untuk segi cerita, film DEADSTREAM (2022) ini tidak memiliki premis yang benar-benar baru. Tentang seorang konten kreator kontroversial yang membuat konten di rumah angker. Meskipun idenya tidak baru, namun Joseph Winter menyajikan something fresh untuk filmnya ini lewat reaksi dan interaksi karakter Shawn dan para viewersnya. Tek-tokan antara Shawn dengan netizen sangat asyik dan menghibur. Serangkaian Jokes yang dilakukan Shawn pun sangat related d para konten kreator video yang sering kita temukan di YouTube. Benar-benar seperti sebuah sentilan terhadap kondisi sosial media saat ini yang dimana sangat memuja subscribers, followers, insight dan engagements hingga rela melakukan apa saja asal bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Para netizen yang menyaksikan Live Streaming Shawn itu tidak hanya sekedar menonton, tapi ikut memberikan informasi dan petunjuk bagi Shawn. Bagus! 


Selain komedinya yang sangat on-point, film DEADSTREAM (2022) juga mempunyai tingkat horror yang begitu memuaskan. Build-up atmosfer horrornya keren sih auto ikutan panik dan was-was sejak si Shawn pertama kali masuk ke rumah angker itu. Penonton juga diajak untuk ikut berimajinasi saat Shawn menjelaskan tiap sudut ruangan dengan tragedi mengerikan yang pernah terjadi disana. Kehadiran karakter baru juga menambah kekesalan penonton. Keduanya makin "sompral" dan seenak jidat, jadi tak heran jika mereka langsung jadi sasaran empuk diganggu setan penghuni rumah itu hahaha. Kejutan lainnya datang dari elemen slasher dan gore. Eksekusinya asyik banget sih. Levelnya tidak terlalu brutal tapi tetap berhasil membuat penonton misuh-misuh ngilu. Yang epic bikin tertawa saat setannya berusaha melukai Shawn. Caranya unik dan nyeleneh banget njir! Wkwkwkw.


Yang lebih kerennya lagi, elemen slasher disini ternyata berpengaruh terhadap alur cerita. Menurutku ide tersebut jenius sih! Overall, film DEADSTREAM (2022) harus diakui memberikan sentilan cukup pedas terhadap fenomena konten kreator era modern dengan cara yang mengerikan sekaligus sangat menyenangkan! One of the best horror of the year so far!


[8.5/10Bintang]

Jumat, 23 September 2022

[Review] Gendut Siapa Takut: Kisah Penulis Novel Menemukan Cinta & Kebahagiaan!



#Description:
Title: Gendut Siapa Takut?! (2022)
Casts: Marshanda, Marthino Lio, Wafda Saifan, Cut Mini, Tora Sudiro, Dea Panendra, Omara Esteghlal, Jihane Almira, Siti Fauziah, Putri Manjo, Hanung Bramantyo, Yati Pesek
Director: Pritagita Arianegara
Studio: Spectrum Film


#Synopsis:
Di usianya yang segera menginjak 30 tahun, Moza (Marshanda) masih betah hidup menjomblo. Alasannya sederhana. Ia memilih fokus untuk menjadi penulis novel bersama dengan editor sekaligus sahabatnya yaitu Eno (Dea Panendra). Selain itu, Moza pun sangat pesimis bisa mendapatkan pasangan karena ia memiliki tubuh yang gendut. Mama (Cut Mini) dan Papa (Tora Sudiro) sangat berharap anak pertamanya itu bisa segera menikah karena sudah tidak sabar untuk menimang cucu.


Suatu hari, novel yang ia tulis mendapat kesempatan untuk diangkat ke film layar lebar. Project tersebut akan diproduseri oleh aktor peraih Piala Festivalnya Film Indonesia yaitu Dafian Jatmiko (Marthino Lio). Moza sangat senang novelnya itu akan dibuat film layar lebarnya dan diproduseri langsung oleh aktor kesukannya. Moza bahkan berharap bisa cinlok dengan Dafi karena ia sudah naksir Dafi sejak lama.


Setelah deal dengan produser, tim produksi film kemudian mengadakan casting untuk mendapatkan pemeran utama wanita. Dafi kemudian merekomendasikan seorang perempuan cantik bernama Anggun Hamilton (Jihane Almira). Namun sayang, Moza dan Eno merasa tidak cocok dengan pilihan Dafi karena terlalu cantik dan belum memiliki skill akting yang mumpuni. Melihat dirinya yang dianggap tidak bisa berakting, Anggun pun sangat kesal dan meminta Dafi untuk tetap menjadikannya sebagai pemain utama dalam project film tersebut.



Moza pun harus mendapatkan masalah baru disaat teman semasa kecilnya yaitu Nares (Wafda Saifan) kembali muncul dihidupnya. Moza sangat membenci Nares karena sering mengejek postur tubuhnya. Bahkan sampai sekarang, Nares selalu saja bikin kesal Moza. Ia juga tak bisa berkutik saat Nares selalu bermain ke rumahnya karena bersahabat dengan adiknya yaitu Nobel (Omara Esteghlal).



Seiring berjalannya waktu, rupanya Nares berusaha mendekati Moza. Selain untuk meminta maaf atas perlakuan semasa kecilnya, Nares diam-diam menyimpan perasaan pada Moza. Hal itu membuat Moza bingung karena disatu sisi ia masih sangat membenci Nares, namun disatu sisi lain ia bahagia karena ada lelaki yang mau dekat dengan dirinya.


Disaat Nares berusaha mendapatkan hati sahabatnya itu, Moza harus berhadapan dengan issue perebut pacar yang menghampirinya. Moza dituduh merebut Dafi dari Anggun yang ternyata mereka pacaran secara backstreet. Netizen dan fans dari Dafi maupun Anggun langsung menghujat dan memberikan cibiran terhadap Moza di akun sosial medianya. Apakah Moza bisa berhasil menyelesaikan semua permasalahan yang terus menghantui hidupnya?



#Review:
Aktris multitalenta yang sangat populer di era tahun 2000an yaitu Marshanda, akhirnya come back ke film layar lebar lewat film GENDUT SIAPA TAKUT (2022). Film ini cukup menarik perhatianku karena menampilkan transformasi fisik dari Marshanda yang rela menaikkan berat badannya secara signifikan demi peran Moza. Apakah film ini akan serupa tapi tak sama dengan film terbaik Ernest Praksa IMPERFECT (2019)?


Untuk segi cerita, film GENDUT SIAPA TAKUT (2022) ini menceritakan tentang keseharian seorang penulis novel bertubuh gendut bernama Moza. Tapi hal tersebut tak membuat dirinya minder. Moza masih bisa melakukan banyak hal termasuk menjadi penulis novel populer dan disukai banyak orang. Pritagita Arianegara selaku sutradara film ini ingin memberikan pesan tak perlu insecure ataupun takut jika memiliki tubuh yang gendut, asalkan sehat. Karakter Moza dibuat tahan banting saat mendapatkan bully dari orang-orang sekitarnya. Hal tersebut malah dibuat happy-happy saja olehnya. Meskipun demikian, ada beberapa part di film ini yang menampilkan kekesalan dan sakit hati Moza saat dijadikan bahan ejekan dari Nares dan Eno. Plot kemudian bercabang menjadi dua bagian disaat Moza berhadapan dengan project film adaptasi dari novelnya dan juga drama bersama dengan Nares. Drama proses produksi novel menjadi film yang disajikan film ini lucu dan menghibur banget sih.. Penonton bisa mendapat gambaran tentang visi penulis novel dengan produser film yang terkadang selalu berbeda. Yang mengejutkan, hal tersebut dibuat seru-seruan dan gila-gilaan oleh seluruh pemain dengan perannya masing-masing. Sumpah sih kapan lagi melihat Cut Mini, Tor Sudiro, Marthino Lio, Dea Panendra, Jihane Almira, hingga Hanung Bramantyo berakting gila-gilaan dan lepas kendali hahaha. Drama percintaan antara Moza dan Nares juga eksekusinya lucu dan menggemaskan. Nares yang berusaha mengejar cintanya tampil meyakinkan sekaligus nyebelin terutama saat ia mengejek Moza. Yang bikin gemes tentunya the one and only Marshanda. She's perfect as Moza. Meskipun penampilan gendutnya jelek dan keliatan banget fake, tapi tertolong oleh range emosi, ekspresi serta gesture nya itu sangatlah hidup. Marshanda begitu confident sebagai Moza. Inimah udah kayak gak akting sih bagi Marshanda. Yang kangen dengan akting Marshanda sambil seru-seruan mungkin bisa terobati jika menonton film ini.


Untuk segi visual, film GENDUT SIAPA TAKUT (2022) tampil sangat eye catching abis! Mix and match warna pada bagian artistik dan propertinya niat banget. Semuanya begitu matching. Pop-up animasinya juga tak kalah lucunya. Definisi cewek kue, cewek dan cowok bumi bisa tervisualkan dengan baik di film ini. Hahaha.
Overall, film GENDUT SIAPA TAKUT (2022) begitu menghibur! Come back Marshanda lewat film layar lebar ya di film ini!


[7/10Bintang]

Selasa, 13 September 2022

[Review] Lara Ati: Beban Besar Dari Patah Hati Sekaligus Krisis Di Usia Seperempat Abad!



#Description:
Title: Lara Ati (2022)
Casts: Bayu Skak, Tatjana Saphira, Sahila Hisyam, Dono Pradana, Keisya Levronka, Ciccio Manassero, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Timo Scheunemann, Syaharani, Cak Kartolo, Ning Tini, Dio Londo, Cak Sapari
Director: Bayu Skak
Studio: Base Entertainment, SK Production, Surya Citra Media, Skak Studios


#Synopsis:
Pemuda berusia 25 tahun bernama Joko (Bayu Skak) harus menerima kenyataan pahit jika sang pacar yaitu Farah (Sahila Hisyam) melangsungkan lamaran dengan pria lain. Joko yang selama ini berusaha mengejar karier di bank dan menjadi karyawan tetap merasa patah hati dan perjuangannya sia-sia. Melihat sahabatnya itu sedang bersedih, Cokro (Benidictus Siregar) dan Riki (Indra Pramujito) mengajak Joko untuk melepas penat dengan mendatangi cafe sambil menikmati penampilan Denny Caknan. Saat sedang asyik bernyanyi, tak sengaja Joko bertemu dengan seorang perempuan cantik blasteran bernama Ayu (Tatjana Saphira). Keduanya ternyata memiliki banyak kesamaan. Joko dan Ayu sama-sama suka kecap manis. Pertemuan Joko dan Ayu berdua terus berlanjut setelah ponsel mereka sempat tertukar.


Setelah sering bertemu, keduanya baru tersadar jika mereka teman sepermainan sewaktu kecil. Ayu sendiri merupakan tetangga dari Joko yang saat itu harus pergi ke Jerman mengikuti orangtuanya kesana. Ayu tak menyangka bisa bertemu lagi dengan Joko setelah sekian lama berpisah. Mereka pun mengenang masa-masa kecil saat sering bersama dan juga saling curhat satu sama lain. Joko masih belum bisa move-on dari Farah. Sementara itu Ayu merasa tak dianggap sebagai pacar oleh Alan (Ciccio Manassero) gara-gara memutuskan pindah dari Jakarta ke Surabaya. Joko dan Ayu pun saling berbagi tips untuk menyelesaikan permasalahan asmara mereka.



Seiring berjalannya waktu, Ayu dan kedua orangtuanya makin sibuk dengan bisnis toko cokelat dan kue. Joko kemudian berinisiatif ingin membantu bisnis milik keluarga Ayu lewat design kemasan agar tampil lebih modern dan milenial. Apa yang dilakukan Joko itu membuat keluarga Ayu senang. Mereka berharap bisnis toko cokelat dan kue yang ada di Surabaya bisa laku dan disukai banyak orang.



Kesibukan Joko sebagai karyawan bank dan bekerja sebagai design grafis di toko milik keluarga Ayu membuatnya kewalahan. Disatu sisi Joko sangat ingin bekerja sesuai dengan passionnya di bidang design grafis, namun disisi lain ia harus mengikuti keinginan orangtuanya (Ning Tini dan Cak Kartolo) untuk bekerja di bank agar hidup mapan dan sejahtera, meskipun Joko terpaksa melakukannya. Keadaan semakin rumit disaat Alan tiba-tiba saja datang ke Surabaya untuk menemui Ayu. Tak hanya itu saja, Joko juga dikejutkan dengan kehadiran Farah yang tiba-tiba memutuskan untuk kembali dengannya.



#Review:
Sukses besar dengan empat film YOWIS BEN (2018-2021) membuat Bayu Skak kini semakin mantap untuk menggarap film terbaru secara tunggal. Bersama dengan Base Entertainment, Bayu Skak menyutradarai sekaligus membintangi film drama komedi berjudul LARA ATI (2022) yang akan tayang di bioskop mulai 15 September 2022.


Aku berkesempatan hadir pada acara Special Screening film LARA ATI (2022) yang diselenggarakan pada Selasa, 6 September lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, Bayu Skak mengungkapkan jika film terbarunya ini berdasarkan dari pengalaman serta kegelisahan pribadinya sendiri sebagai seorang pemuda dari Surabaya, Jawa Timur. Lebih lanjut, Bayu Skak juga menyoroti Quarter Life Crisis yang sering menimpa orang-orang saat memasuki usia 25 tahun - 30 tahun.



Untuk segi cerita, film LARA ATI (2022) memang bisa sangat dekat dengan para penonton yang sedang atau pernah mengalami Quarter Life Crisis. Menurutku, Bayu Skak cukup berhasil mengeksplor hal tersebut. Problematika usia yang semakin bertambah, karier gini-gini aja, bekerja tidak sesuai passion, terpaksa harus mengikuti keinginan orangtua hingga urusan percintaan yang zonk dan sulit untuk move-on sukses dibangun dengan sangat baik lewat karakter Joko. Kegelisahan Joko yang hidupnya gitu-gitu aja diramaikan dengan penambahan unsur musikal. Bayu Skak menunjukkan skill bernyanyi dengan full bahasa Jawa Timur an dengan gaya yang mengikuti opening scene dari film iconic LA LA LAND (2016). Bagi penonton di wilayah Jawa Tengah sampai Jawa Timur mungkin akan sangat asyik bisa sing a long lagu-lagu yang ada di film ini. Penambahan subtitle lirik lagu di layar bioskop, aku yakin bisa membuat penonton nyanyi sekaligus berjoget kecil di bioskop. Untuk urusan komedi, film LARA ATI (2022) juga memiliki serangkaian jokes lucu dan cukup menghibur khas Bayu Skak. Kelucuan semakin meningkat datang dari duet pemain senior pemeran orangtua Joko yang diperankan Ning Tini dan Cak Kartolo. Mereka sangat konsisten menampilkan orangtua yang mempunyai pandangan jika bekerja kantoran itu yang harus dibanggakan. Lumayan nampol sih karena bisa related dengan mayoritas orangtua penonton! 


Kisah cinta yang terjadi dalam film ini juga tidak berfokus pada Joko-Farah, Ayu-Alan saja. Drama malu-malu kucing antara karakter Ajeng dan Fadli tampil tak kalah mencuri perhatian juga loh. 
Untuk jajaran pemain, penampilan Tatjana Saphira harus diapresiasi sih karena ia berhasil menghidupkan karakter Ayu dengan logat serta aksen medok Jawa Timur an yang oke! Selain itu, pemeran kedua orangtuanya yang bule tulen juga sangat mencuri perhatian. Medoknya itu loh dapet banget! Hahaha. Penampilan ensemble cast lainnya yang dipilih Bayu Skak ternyata orang-orang asal Jawa Timur ini tampil menghibur dan lebih luwes.. Pelantun hit single Tak Ingin Usai yaitu Keisya Levronka tampil menggemaskan sebagai Ajeng. Chemistry nya dengan Dono Pradana lucu dan menghibur meskipun terasa looknya sangat jomplang serasa adik dan kakak atau malah ayah dan anak ketimbang pacaran hahaha.
Untuk segi visual, sudah jelas film LARA ATI (2022) mengalami peningkatan jika dibandingkan film Bayu Skak sebelumnya. Base Entertainment terlihat sangat membebaskan Bayu untuk mengeksplor apapun sepuasnya. Jadi tak heran kalau film ini banyak adegan musikal hingga munculnya animasi tiga dimensi yang membuktikan jika Bayu Skak sangat passionate terhadap animasi dan design grafis sesuai dengan jurusan saat ia kuliah, meskipun sebetulnya agak maksa sih dan terkesan sedikit show-off anything. Heheheh


Overall, film LARA ATI (2022) cukup berhasil tampil dan memuaskan sebagai sebuah film yang sangat menghormati culture Jawa Timur an lewat penggunaan bahasa Jawa yang hampir 98% disepanjang durasi film. Sangat berharap semoga dikemudian hari akan lebih banyak lagi the next YOWIS BEN (2018), NGERI-NGERI SEDAP (2022) atau LARA ATI (2022) dari daerah-daerah lain!



[7.5/10Bintang]

Selasa, 06 September 2022

[Review] Mendarat Darurat: Jangan Pernah Coba Yang Namanya Selingkuh!



#Description:
Title: Mendarat Darurat (2022)
Casts: Reza Rahadian, Luna Maya, Marissa Anita, Pandji Pragiwaksono, Dewi Irawan, Asri Welas, Tamara Geraldine, Soleh Solihun, Ully Triani, Gamila Arief, Mareike Brenda, Cecep Arif Rahman
Director: Pandji Pragiwaksono
Studio: MD Pictures


#Synopsis:
Kehidupan rumah tangga Glenn (Reza Rahadian) dan Maya (Marissa Anita) makin lama malah makin tak harmonis. Keduanya sering bertengkar karena hal-hal sepele. Glenn pun selalu sabar menghadapi istrinya yang sering ngomel dan otoriter pada dirinya. Maya juga sering curiga jika suaminya itu berselingkuh karena Maya merasa suaminya itu sudah tak peduli lagi terhadap dirinya. Saat sedang bekerja di kantor, Glenn sering curhat dan meluapkan rasa kesal terhadap Maya pada teman-temannya. Sebagai sahabat dan rekan kerja yang baik, Yahya (Pandji Pragiwaksono) dan Samsudin (Soleh Solihun) selalu memberikan nasihat pada Glenn untuk memaklumi sifat perempuan yang terkadang selalu menjengkelkan bagi kaum pria. Samsudin malah menyarankan pada Glenn untuk berselingkuh jika Maya terus saja menuduhnya selingkuh.


Perkataan Samsudin itu menjadi beban pikiran dari Glenn. Ia menganggap apa yang disarankan Samsudin itu ada benarnya juga. Glenn pun mencoba untuk mendekati rekan kerjanya yaitu Kania (Luna Maya) yang selama ini dikenal judes oleh satu kantor. Perlahan tapi pasti, Glenn sering berbincang bersama Kania. Kedekatan mereka juga mulai jadi bahan obrolan para karyawan lain. Glenn dan Kania menjadi semakin dekat dan akhirnya keduanya mengungkapkan rasa ketertarikan satu sama lain. Glenn merasa nyambung dan sangat nyaman jika berbincang dengan Kania. Sementara itu, Kania pun sangat bahagia bisa dekat dengan Glenn karena selama ini Kania diam-diam mengagumi Glenn. Tak ingin menjadi bahan gosip yang semakin panas, Yahya pun meminta Glenn dan Kania untuk tidak lagi berduaan di kantor.


Mereka berdua lalu memutuskan untuk check-in di hotel dengan pura-pura melakukan kunjungan ke client yang ada di Malang. Setelah tiket pesawat ditangan, Glenn langsung mengirimkan bukti boarding pass ke Maya agar percaya jika ia sedang terbang ke menuju Malang. Glenn dan Kania akhirnya bertemu di hotel. Disaat yang bersamaan, sebuah berita menggemparkan televisi. Pesawat tujuan Malang dari Jakarta mengalami kecelakaan dan dipastikan seluruh penumpang beserta kru pesawat meninggal dunia. Dari daftar penumpang yang dirilis, terdapat nama Glenn dan langsung membuat Maya beserta Ibu (Dewi Irawan) dari Glenn shock berat. Mereka dirundung duka yang amat mendalam karena harus kehilangan Glenn dengan cara yang tragis.
Glenn dan Kania yang awalnya ingin bermesraan malah jadi ikutan panik sekaligus pusing karena harus memikirkan cara untuk berkata jujur jika Glenn tidak ikut terbang pada pesawat yang kecelakaan itu. Apakah Glenn akan terus berbohong terhadap istrinya?


#Review:
Kiprah Komika Pandji Pragiwaksono di industri perfilman tanah air memang sudah sering wara-wiri baik itu sebagai aktor maupun sebagai seorang sutradara. Usai menggarap film komedi action PARTIKELIR (2018) yang ternyata menuai respon kurang memuaskan, kali ini Pandji kembali hadir sebagai sutradara sekaligus penulis naskah dengan film terbarunya yang berjudul MENDARAT DARURAT (2022).


Film ini membawa issue tentang perselingkuhan yang terjadi pada pasangan suami istri. Secara mengejutkan, film bergenre drama komedi ini berhasil menampilkan problematika pasangan suami istri yang sudah lama menikah. Cekcok yang terjadi diantara Glenn dan Maya bisa sangat related dengan pasangan-pasangan yang sudah lama menjalin relationship. Timing hadirnya orang ketiga diantara Glenn dan Maya pun sangat pas dan tidak maksa. Pandji men-development karakter Kania dengan sangat baik. Setiap dialog dan rasa emosional yang ketiga karakter utama film ini begitu matang dan dewasa banget. Motivasi dari setiap karakter juga dibuat se-make sense mungkin, sehingga penonton akan dengan mudah memberikan simpatinya baik kepada Glenn, Maya maupun Kania. Rasa penasaran penonton terus meningkat saat plot bercerita tentang kecelakaan pesawat. Segala hal yang dilakukan oleh Glenn untuk menemukan jawaban terbaik dieksekusi dengan sangat oke. Tak boleh dilupakan juga Pandji Pragiwaksono menghadirkan plot twist yang unpredictable tapi sangat masuk akal dan menyentil orang-orang yang doyan selingkuh! Hahaha. Eksekusi akhir drama cinta segitiga antara Glenn, Maya dan Kania ditutup dengan memuaskan. Gokil sih Pandji Pragiwaksono!



Untuk jajaran pemain, performance Reza Rahadian, Marissa Anita dan Luna Maya mampu melahap dengan baik peran yang ada dalam film MENDARAT DARURAT (2022) ini. Ketiganya berhasil menyajikan suasana kocak hingga dramatis yang mengharu-biru sesuai dengan porsinya. Selain mereka bertiga, penampilan mencuri perhatian datang dari Asri Welas dan Tamara Geraldine! Keduanya apik banget bikin ketawa penonton! Super duper pangling melihat Tamara Geraldine yang selama ini dikenal sebagai presenter ternyata jago juga bikin ketawa, apalagi dipasangkan dengan Asri Welas, duh! Auto bakal masuk penampilan singkat dan berkesan di tahun ini nih mereka berdua!
Overall, film MENDARAT DARURAT (2022) tampil mengejutkan sebagai sebuah film perselingkuhan yang dikemas menghibur namun tidak melupakan kualitas dalam penceritaannya. So far, this is the best movie from Pandji Pragiwaksono!



[8/10Bintang]

Rabu, 31 Agustus 2022

[Review] Mumun: Terror Pocong Mumun Yang Ingin Balas Dendam!


#Description:
Title: Mumun (2022)
Casts: Acha Septriasa, Dimas Aditya, H. Mandra Yusuf, Volland Humonggio, Atet Zakaria, Oce Permatasari, Bedu Tohar, Ence Bagus, Fajar Nugra, Sabar Bokir, Eddies Adelia
Director: Rizal Mantovani
Studio: Dee Company


#Synopsis:
Sudah tiga kali pria mencoba melamar Mumun (Acha Septriasa), namun selalu mendapat penolakan baik dari Mumun atau orangtuanya. Babeh (Atet Zakaria) dan Nyak (Oce Permatasari) meminta Mumun dan Juned (Dimas Aditya) untuk segera menikah karena hubungan pacaran keduanya sudah cukup lama. Namun baik Juned maupun Mumun belum sepenuhnya siap menikah dengan alasan masih mengumpulkan uang terlebih dahulu.
Suatu hari, Mumun mendapat pesan pemberitahuan untuk segera membayar utang pinjaman online. Ia terkejut karena sebelumnya tidak pernah meminjam uang dengan nominal sangat besar kepada siapapun. Mumun langsung menelepon kembarannya yaitu Mimin (Acha Septriasa), karena ia yakin jika Mimin lah pelakunya dengan menggunakan identitas Mumun. Mimin pun meminta Mumun untuk tidak usah ketakutan karena uang pinjaman itu digunakan untuk kedua orangtuanya yang menjalankan ibadah umroh dan syukuran. Ia berjanji akan segera melunasi utang-utang tersebut setelah selesai bekerja.


Hari demi hari terus berlalu, pesan pemberitahuan hingga ancaman terus diterima Mumun karena kembarannya itu tak kunjung membayar tagihan. Puncaknya, Debt Collector yaitu Jefri (Volland Humonggio) beserta ketiga anak buahnya, Jack (Bedu Tohar), Susilo (Ence Bagus) dan Sanif (Fajar Nugra) mendatangi rumah Mumun dan orangtuanya. Mereka meminta keluarga untuk segera melunasi tagihan yang tersisa. Mumun yang panik kemudian meminta bantuan pada Juned. Jika Mimin tak kunjung membayar, Juned dan Mumun terpaksa menggunakan tabungan pernikahan mereka untuk melunasi pinjaman tersebut meskipun jumlahnya masih jauh dari total tagihan.
Disisi lain, diam-diam Jefri memberikan keringanan jika Mumun bersedia berpacaran dengannya. Namun sayang, Mumun menolak tawaran itu dan melarikan diri dari Jefri. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Mumun yang mencoba kabur dari Jefri akhirnya meninggal karena tertabrak truk. Kematian Mumun yang mendadak membuat orangtua, Juned dan juga Mimin shock. Mereka tak menyangka harus kehilangan Mumun dengan cara yang tragis.



Usai dimakamkan dan menggelar tahlilan, penggali kubur Mumun yaitu Husein (H. Mandra Yusuf) baru tersadar jika ia lupa tidak membuka ikatan kain kafan bagian kepala dari jenazah Mumun. Setiap malam, Husein selalu mendengar suara-suara misterius yang mirip dengan suara Mumun. Husein yakin jika Mumun gentayangan gara-gara keteledorannya. Kabar Pocong Mumun yang gentayangan menjadi bahan perbincangan warga desa. Tak hanya Husein saja, orang-orang yang ada disekitar Mumun juga turut merasakan dihantui oleh Pocong Mumun. Apa yang sebenarnya terjadi?


#Review:
Dee Company kembali meramaikan industri horror perfilman Indonesia lewat film terbarunya berjudul MUMUN (2022). Film ini merupakan adaptasi dari sinetron ikonik era 2000an JADI POCONG yang dibintangi Eddies Adelia dan H. Mandra Yusuf. Kala itu, sosok setan pocong yang mengeluarkan sinar hijau dan merah dari matanya itu sukses menjadi hal yang paling menakutkan bagi para penonton sinetronnya.


Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film MUMUN (2022) yang diselenggarakan pada Kamis, 25 August 2022 di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Suasana lobby bioskop semakin ramai dihadiri oleh para tamu undangan dari berbagai kalangan. Aku merasa dalam beberapa Gala Premiere film-film produksi Dee Company, suasana ramainya selalu konsisten dengan kedatangan tamu-tamu undangan seperti rombongan ibu-ibu komplek beserta keluarganya. Kali ini aku bisa memakluminya karena penggemar Pocong Mumun itu sangatlah banyak dan ada dimana-mana.




Sebagai orang yang tidak pernah menonton versi sinetronnya, aku masih bisa menikmati plot film MUMUN (2022) yang ditulis oleh Dirmawan Hatta. Alurnya sendiri memang sangat predictable, namun untungnya Dirmawan dan Rizal Mantovani menghadirkan tiga motif yang bagus dan menarik tentang penyebab Pocong Mumun bergentayangan. Salah satunya lumayan menyentil tentang habits orang-orang zaman sekarang yang bergantung pada pinjaman online tanpa memikirkan dampaknya jika tidak membayar tepat waktu. Moral value yang ingin disampaikan juga jadi lebih gampang masuk ke dalam cerita karena build-up keluarga Mumun dan orang-orang disekitarnya berada di level menengah kebawah. Untuk urusan komedi, film MUMUN (2022) terbilang sangat jor-joran dalam menghibur penontonnya. Style komedi yang hadir sangatlah betawi banget, khas komedian legendaris H. Mandra. Komposisi komedi dengan horror yang tersaji dalam film ini hampir 70:30. Keputusan ini mungkin bisa dimaklumi karena versi sinetronnya juga kan lebih menonjolkan komedinya. Meskipun begitu, Rizal Mantovani tetap memberikan sensasi horror khasnya di beberapa bagian dan eksekusinya pun tidak terlalu mengecewakan. Sosok Pocong Mumun berhasil dibangkitkan dengan visual yang jauh lebih seram ketimbang versi sinetronnya, meskipun pada saat moment jumpscared, rasa takut dan terkejut itu turut berbarengan dengan tawa gara-gara ekspresi ketakutan para karakternya.


Untuk jajaran pemain, film MUMUN (2022) memang memberikan dengan sangat jelas mana yang hitam mana yang putih. Ensemble protagonis dari keluarga Mumun tampil oke serta chemistry mereka mengingatkanku akan ensemble casts dari jagat SI DOEL. Kini, aku jadi tahu mengapa Acha Septriasa mengambil tawaran project film ini karena dituntut untuk bisa memerankan tiga karakter sekaligus! Yang lebih kerennya lagi, Acha bersedia menjadi Pocong Mumun sungguhan tanpa bantuan pemeran pengganti sama sekali. Setelah JAGA POCONG (2018), kini Acha Septriasa jadi Pocong sungguhan di film MUMUN (2022)! Big applause sih untuk keputusan Acha yang satu ini.
Overall, film MUMUN (2022) berhasil mengajak penonton untuk nostalgia akan sinetron JADI POCONG dengan tetap mempertahankan komedi khasnya namun meningkatkan visual Pocong Mumun jadi lebih seram tapi tetap terlihat cantik!


[7/10Bintang]