Jumat, 21 Januari 2022

[Review] Layangan Putus - First Season: Drama Perselingkuhan Menghancurkan Segalanya



#Description:
Title: Layangan Putus - First Season (2021)
Casts: Putri Marino, Reza Rahadian, Anya Geraldine, Frederika Alexis Cull, Graciella Abigail, Marthino Lio, Ruth Marini, Raquel Katie, Michelle Wanda, Arif Brata, Ricky Wattimena, Lala Choo, Ivan Lie Kabul, Kamal Hafid, Stevana Dinda Rizky, Yorda Emily, Bryan Andrew, Ferry Nasution
Director: Benni Setiawan
Studio: MD Entertainment, WeTV Indonesia


#Synopsis:
Acara siraman tujuh bulan kandungan Kinan (Putri Marino) berjalan dengan lancar dan penuh suka cita. Seluruh kerabat dekat dari Kinan dan sang suami yaitu Aris Sugarda (Reza Rahadian) datang memberikan do'a terbaik serta hadiah untuk mereka. Anak perempuan Kinan dan Aris yaitu Raya (Graciella Abigail) pun sudah tidak sabar mendapatkan adik baru.


Disaat Kinan dan ketiga temannya yaitu Andre (Marthino Lio), Lola (Raquel Katie) dan Dita (Michelle Wanda) sedang berbincang, mereka melihat seorang wanita cantik datang. Ia nampak begitu akrab dengan Aris dan membuat Lola serta Dita curiga. Kinan pun langsung memberitahu jika wanita itu adalah Miranda (Frederika Cull), rekan bisnis Aris di kantornya. Pada malam harinya, Kinan sangat berterima kasih kepada Aris karena sudah mewujudkan acara siraman yang ia inginkan. Seluruh kerabat dan keluarga terlihat sangat senang dan turut berbahagia menyambut kelahiran anak kedua dari Kinan dan Aris.


Keesokan harinya, Mbok Atun (Ruth Marini) menemukan noda tak biasa pada kemeja yang dikenakan Aris. Ia pun melaporkan hal itu pada Kinan. Setelah mengetahui hal tersebut, Kinan mencium aroma parfum asing pada kemeja Aris. Insting Kinan pun mulai berkata jika ada yang tidak beres dengan suaminya itu. Ia sengaja tidak langsung menanyakan pada sang suami, Kinan lebih memilih untuk mencari bukti-bukti lainnya untuk menguatkan dugaan.
Keanehan sikap Aris semakin muncul dihadapan Kinan. Aris ketahuan berbohong disaat akhir pekan ia ada pekerjaan penting di kantor tetapi ketika Kinan mengirim makanan ke kantor, sang suami tidak ada disana. Tak hanya itu saja, Aris pun jadi sering jarang berkumpul dengan kedua temannya yaitu Alif (Ricky Wattimena) dan Irfan (Arif Brata) dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan kedua temannya itu mempunyai dugaan jika Aris memiliki wanita simpanan.


Suatu hari, Kinan kembali menemukan keanehan pada sang suami. Sebuah anting berlian berwarna biru tersimpan di saku jas milik Aris. Kinan pun berusaha mencari tahu siapa pemilik anting tersebut. Setelah ditelusuri, Kinan melihat Miranda mengenakan anting yang sama persis dengan yang ada ditangannya. Diam-diam Kinan pun membuntuti Miranda yang sedang dalam perjalanan menuju hotel. Ditengah suasana hatinya yang sedang kacau balau, Kinan mengetuk-ngetuk pintu hotel dan memeriksa kamar hotel yang dimasuki Miranda. Tapi sayang, kecurigaan Kinan terhadap Miranda terpaksa berakhir karena Miranda sedang bersama pria lain bukan Aris, suaminya.
Keesokan harinya, Kinan meminta maaf pada Miranda atas kejadian yang memalukan itu. Kinan pun menangis dan meminta maaf pada Aris karena sudah menuduh berselingkuh dengan Miranda. Emosi Aris meledak dan meminta istrinya untuk tidak melakukan hal-hal yang diluar batas. Kejadian tersebut membuat Aris harus memutar otak agar hubungan perselingkuhannya dengan Lydia (Anya Geraldine) tidak diketahui oleh Kinan. Ia pun mengurangi intens pertemuan dengan Lydia agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Waktu terus bergulir, tapi insting Kinan akan suaminya berselingkuh itu semakin kuat. Diam-diam Kinan selalu memergoki Aris terlalu asyik main ponsel dan video call. Selain itu, Kinan pun terkejut disaat mengetahui sang suami menginstall aplikasi chat baru tanpa sepengetahuannya. Dugaan Aris berselingkuh juga diperkuat disaat Raya mendengar jika ayahnya itu sering bertelepon dengan seseorang bernama Jack Office.
Kondisi kehamilan Kinan pun semakin membesar. Ia pun menjadi gampang lelah dan stress gara-gara terlalu sering memikirkan suaminya. Puncaknya, Kinan ditemukan tak sadarkan diri di toilet. Mbok Atun dan Lastri kemudian segera membawa Kinan ke Rumah Sakit. Mereka terus mencoba menghubungi Aris namun teleponnya tak pernah diangkat. Setibanya di Rumah Sakit, kondisi tekanan darah Kinan ternyata sangat tinggi. Hal tersebut sangatlah beresiko terhadap bayi yang sedang dikandungnya. Seluruh sahabat Kinan menunggu di Rumah Sakit sambil terus menghubungi Aris.
Setelah diberi obat, Kinan akhirnya bisa beristirahat. Kejadian itu membuat orang-orang disekitar Kinan menjadi kesal kepada Aris. Bahkan setelah Aris datang ke Rumah Sakit, Raya pun ikutan sedih dan kesal kepada ayahnya itu. Aris merasa bersalah karena tidak menjadi suami siaga dan malah asyik bercumbu dengan Lydia di apartment. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia menginap dan menunggu Kinan semalaman di Rumah Sakit.



Pagi harinya, Kinan tersadar. Ia melihat Aris sedang tidur di sofa kamar. Kinan pun pelan-pelan bangun dari kursinya dan mengambil ponsel Aris. Dengan bergerak cepat, Kinan mencari kontak bernama Jack Office dan menyimpan nomor tersebut. Usai mendapatkan nomor Jack Office, Kinan meminta bantuan pada Lola untuk menyelidiki nomor tersebut.
Hari demi hari terus berlalu, Aris mulai merasakan jika istrinya itu sudah mulai curiga. Ia dan Lydia harus bisa lebih hati-hati jika sedang berada di luar. Kinan semakin yakin jika suaminya itu berselingkuh. Setelah mendapat bantuan dari Lola, akhirnya Kinan mengetahui siapa sosok Lydia yang sesungguhnya.


#Review:
Tahun 2019 lalu, netizen Indonesia digemparkan dengan sebuah tulisan curhat dari akun Facebook Mommy ASF yang berjudul LAYANGAN PUTUS. Kisah yang ia tulis itu sukses membuat banyak pembacanya sedih sekaligus kesal karena menceritakan drama rumah tangga Mommy ASF yang hancur gara-gara kehadiran pelakor (perebut laki orang). Viralnya kisah Mommy ASF yang konon bernama asli Eca Prasetya itu lantaran sang suami, Ricky Zainal berselingkuh dan menikah diam-diam dengan seorang seleb askfm asal Bali bernama Lola Diara Fidya. Yang lebih tragis lagi, keduanya dikabarkan menikah secara siri di Turki tanpa sepengetahuan dan restu dari Mommy ASF dan kedua anaknya yang masih kecil.


Tulisan Mommy ASF pun semakin banyak diperbincangkan oleh orang-orang dan pada akhirnya Mommy ASF meluncurkan kisah LAYANGAN PUTUS dalam bentuk novel. Popularitas kisah LAYANGAN PUTUS membuat MD Pictures tertarik untuk mengadaptasinya menjadi sebuah serial di platform streaming WeTV dan iFlix. Dengan merekrut Benni Setiawan sebagai sutradara serta Reza Rahadian dan Putri Marino sebagai pemain utama, tak heran jika serial ini menjadi serial yang sangat menjanjikan untuk ditonton. Tiga nama besar diatas memang sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya karena sudah memenangkan Piala Citra Festival Film Indonesia.
Sebelum mengupas lebih mendalam tentang plot dan cerita serial ini, Eca Prasetya sudah mengkonfirmasi jika LAYANGAN PUTUS versi serial WeTV itu sangat berbeda dengan apa yang ia tulis. MD Entertainment hanya sebatas mengadaptasi dan terinspirasi dari kisahnya saja, kemudian mereka development dan kembangkan sendiri cerita LAYANGAN PUTUS oleh tim penulis naskah dan kreatif. Eca Prasetya mengklaim jika dirinya tidak ikut terlibat dalam proses kreatif serial LAYANGAN PUTUS.


Setelah membaca sekilas versi Facebook maupun Novel, memang terasa sangat berbeda dengan versi serial WeTV. Persamaannya cuma satu yaitu tentang perselingkuhan. Ditangan Benni Setiawan dan tim penulis naskah, serial LAYANGAN PUTUS dibuat jauh lebih dramatis lagi. Sosok Mommy ASF diganti dengan karakter bernama Kinan yang tengah hamil tua. Meskipun terkesan sangat dramatis, tapi justru menambah kekuatan tersendiri untuk serial ini. Proses menuju konflik utama tentang perselingkuhan dibangun dengan sangat baik. Lima episode awal menghadirkan banyak sekali moment investigasi yang dilakukan oleh Kinan. Gerak-gerik sang suami yang tak biasa dan perlahan menemukan bukti-bukti perselingkuhan sukses bikin penonton terbawa suasana dan bikin gregetan. Aku sangat suka bagaimana Benni Setiawan dan tim penulis naskah memanfaatkan teknologi gadget dan sosial media dalam serial ini. Penggunaan Telegram dan Getcontact untuk mendeteksi sang suami yang berselingkuh itu terbukti benar dan memang bisa dilakukan di dunia nyata.



Episode demi episode selanjutnya, serial LAYANGAN PUTUS semakin menambah tensi ketegangan dan dramatisasi yang sangat oke. Kinan akhirnya mengetahui tentang perselingkuhan yang dilakukan Mas Aris dan Lydia. Sumpah ya, adegan "It's Dream Mas, Not Hers! My Dream Mas" tampil sangat epic dan berhasil viral di sosial media. Dramatisasi yang dilakukan tim penulis naskah kali ini benar-benar in very good way. Memasuki tiga episode akhir, serial LAYANGAN PUTUS semakin menguras dan mengaduk emosi penonton karena sosok Aris masih manipulatif dan tak ingin disalahkan. Puncaknya disaat Aris masih saja menemui Lydia setelah kematian anak yang dikandung Kinan. Tagar #SaveKinan kembali menjadi trending dan sangat berharap kedua pasangan ini untuk segera berpisah secepatnya.
[Update 22 Januari 2022]
Final Episode serial LAYANGAN PUTUS kembali menghadirkan plot yang sukses menaikkan tensi dan emosi penonton. Sutradara dan tim penulis naskah masih konsisten untuk menampilkan Aris dan Lydia ini benar-benar bajingan. Penonton benar-benar tidak dibuat berpihak kepada mereka berdua. Dan tentunya pemenang sejati dari serial ini sudah pasti Kinan. Endingnya begitu lembut dan melegakan.
Selain konflik dan plotnya yang sukses tersaji dengan baik, serial LAYANGAN PUTUS ini tentu bisa mengaduk-aduk emosi penonton berkat dua pemain utamanya yaitu Putri Marino dan Reza Rahadian. Drama rumah tangga Kinan dan Aris bisa sangat hidup, harmonis hingga penuh dengan ketegangan berkat kualitas akting keduanya. Transformasi karakter Kinan pun sangat berhasil dilakukan oleh Putri Marino. Aku sangat terpukau pada akting Putri Marino yang sangat bisa menampilkan dua ekspresi yang sangat berbeda dalam satu tangkapan kamera. Sungguh luar biasa! Jika ada ajang penghargaan khusus untuk Serial Indonesia, keduanya HARUS diberi apresiasi dan penghargaan! Bahkan menurutku, serial LAYANGAN PUTUS menjadi serial produksi WeTV terbaik sejauh ini setelah IMPERFECT THE SERIES.



Meskipun memiliki dua pemain utama serta sutradara dan tim penulis naskah yang jempolan, serial LAYANGAN PUTUS juga memiliki kekurangan yang cukup terlihat menonjol disepanjang sepuluh episode. Kekurangan pertama datang dari jajaran pemain pendukung. Khususnya Anya Geraldine yang dipercaya untuk memerankan karakter Lydia Danira. Terasa sangat jomplang saat Anya dipasangkan dengan Reza dan Putri. Gesture dan kualitas aktingnya masih jauh dari harapan. Alhasil, karakter Lydia ini hampir flat dan tak bernyawa disetiap episodenya. Cukup disayangkan sih kualitas akting dari Anya Geraldine masih stuck gitu-gitu aja. Seandainya aku menjadi Casting Director serial ini, aku bakal lebih memilih aktris seperti Aurelie Moeremans, Ratu Felisha, Aghniny Haque atau aktris yang mempunyai potensi kualitas akting jauh lebih besar ketimbang Anya.
Kekurangan kedua datang dari development story karakter pendukung seperti sahabat-sahabat dari Kinan dan Aris. Potensi dari Miranda, Lola, Dita, Irfan, Arif, Andre, Wira hingga Dion sangatlah besar untuk dikembangkan lagi. Namun sutradara dan tim penulis naskah lebih memilih cari aman untuk tidak expanding cerita tambahan dari para karakter tersebut. Sehingga kapasitas mereka dalam cerita ini menjadi terbatas.



Kekurangan ketiga, terlihat dari segi artistik dan visualnya yang dibuat seminimalis mungkin. Sebagai penikmat setia serial-serial produksi WeTV khususnya dengan MD Entertainment, cukup disayangkan sih budget produksi untuk aspek visual serial ini tidak dibuat sama dengan seperti visual untuk film layar lebar.
Overall, serial LAYANGAN PUTUS boleh banget dibilang sebagai salah satu Serial Original WeTV Indonesia terbaik sejauh ini berkat performance mengesankan dari kedua bintang utamanya yaitu Putri Marino dan Reza Rahadian. Sangat berharap benchmark serial ini bisa segera diikuti oleh sinetron-sinetron jaman sekarang dan tidak lagi memanjang-manjangkan cerita sampai ribuan episode.



[9/10Bintang]

Kamis, 13 Januari 2022

[Review] Penyalin Cahaya: Sulitnya Korban Pelecehan Seksual Mendapat Keadilan




#Description:
Title: Penyalin Cahaya (2022)
Casts: Shenina Cinnamon, Chicco Kurniawan, Lutesha, Jerome Kurnia, Dea Panendra, Giulio Parengkuan, Lukman Sardi, Ruth Marini, Mian Tiara, Rukman Rosadi, Landung Simatupang, Tanta Ginting, Adipati Dolken, Khiva Iskak, Yayan Ruhian, Elisabeth Pasaribu, Donny Damara
Director: Wregas Bhanuteja
Studio: Rekata Studio, Kaninga Pictures


#Synopsis:
Suryani (Shenina Cinnamon) adalah seorang mahasiswi jurusan Informasi Teknologi yang baru saja bergabung menjadi bagian dari Teater Mata Hari. Suryani mendapat tugas untuk mengembangkan website teater agar tampil lebih menarik dan banyak pengunjung. Untuk itu, Suryani mencari segala informasi dan foto-foto pementasan untuk menjadi bahan postingan di website.
Suatu hari, acara pementasan Teater Mata Hari berjalan dengan sukses dan mendapat kesempatan untuk pentas di Kyoto, Jepang. Seluruh anggota teater diajak untuk merayakan kemenangan tersebut dengan berpesta di rumah Rama (Giulio Parengkuan), salah satu anggota senior di teater. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Suryani datang ke acara pesta ia sangat senang bisa menjadi bagian penting dalam Teater Mata Hari. Ia pun mengajak Amin (Chicco Kurniawan), tukang fotokopi di kampus untuk menemaninya ke pesta itu.


Setibanya di rumah Rama, Suryani bertemu dengan Anggun (Dea Panendra), Tariq (Jerome Kurnia) dan teman-teman teater lainnya. Pesta yang digelar sejak sore itu terus berlanjut hingga larut malam. Suryani yang awalnya akan pulang sebelum jam sembilan malah kebablasan sampai tengah malam. Ia mabuk berat dan akhirnya tak sadarkan diri di acara pesta itu.
Pagi harinya, Suryani terbangun di kamar tidurnya dan bergegas untuk segera pergi ke kampus untuk menghadiri seleksi calon penerima beasiswa. Setibanya di kampus, Suryani dikejutkan dengan teguran yang dilayangkan para dosen kepada dirinya. Pihak kampus mengancam akan mencabut hak Suryani mendapatkan beasiswa gara-gara foto selfie dirinya yang tengah mabuk berat beredar di Instagram. Suryani semakin terkejut dan langsung mengecek ponselnya. Ia langsung menghapus seluruh foto telernya dan pergi ke sanggar teater untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Anggun dan Tariq pun menjelaskan jika saat malam pesta itu, Suryani memang mabuk berat hingga jatuh tak sadarkan diri. Lalu, Anggun sendiri yang memesan Netcar untuk Suryani pulang. Suryani pun tak percaya begitu saja, ia yakin jika dirinya diberi obat bius pada minuman alkohol yang diberikan Tariq kepada dirinya. Suryani curiga jika pada malam itu teman-teman teaternya menjahili dirinya dan sengaja mengunggah foto-foto Suryani sedang teler ke Instagram.
Keadaan semakin kacau disaat Suryani diusir dari rumah karena dianggap menjadi aib bagi Ayah (Lukman Sardi) dan Ibunya (Ruth Marini). Suryani pun terpaksa tinggal sementara di tempat fotokopi milik Amin. Selama berada disana, Suryani mencoba mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu. Ia pun berencana untuk meretas akses ponsel dan email seluruh temannya untuk mencari barang bukti lainnya.



Seiring berjalannya waktu, semua tuduhan yang mengarah ke Tariq pun terbantahkan. Suryani tak menyerah. Ia terus mencari keadilan untuk mempertahankan beasiswanya. Hingga pada akhirnya, Suryani menemukan sebuah fakta yang sangat mengejutkan sekaligus mengerikan tentang apa yang ia alami pada saat malam pesta itu. Sebuah kejadian yang benar-benar tak terduga dan mengguncang psikis dari Suryani.



#Review:
Pada bulan Oktober tahun 2021 lalu, film PENYALIN CAHAYA (2022) garapan sutradara Wregas Bhanuteja resmi berkompetisi di Busan International Film Festival. Selain itu, film ini juga menorehkan prestasi di ajang Festival Film Indonesia 2021. Film PENYALIN CAHAYA (2022) sukses menggondol 12 Piala Citra termasuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik dan Penulis Naskah Film Asli Terbaik! Hal tersebut menjadi rekor baru karena baru pertama kali dalam sejarah FFI, sebuah film bisa meraih 12 Piala Citra sekaligus. Sungguh luar biasa bukan? Tak heran jika film PENYALIN CAHAYA (2022) menjadi film Indonesia paling ditunggu kehadirannya.



Namun sayang, tiga hari menjelang perilisan di Netflix, film PENYALIN CAHAYA (2022) menuai kontroversi dan permasalahan. Hal tersebut bermula dari unggahan pernyataan sikap Rekata Studio dan Kaninga Pictures yang memutuskan menghapus kredit nama Co-Writer Naskah dari film ini karena tersandung kasus pelecehan seksual. Seketika gegap gempita dan sanjungan terhadap film ini langsung berubah drastis di sosial media. Tak sedikit para netizen dibuat kecewa dan marah dengan fakta mengejutkan itu. Bahkan beberapa diantaranya meminta Komite FFI untuk menarik gelar predikat terbaik dari film ini karena sangat tidak layak pelaku pelecehan seksual mendapat apresiasi tertinggi dari Festival Film Indonesia.


Terlepas dari kontroversinya yang memang mengejutkan dan mengecewakan, film PENYALIN CAHAYA (2022) masih sangat bisa dinikmati sebagai sajian film dengan cerita dan kualitas yang tak main-main. Meskipun baru pertama kali menggarap sebuah film layar lebar, namun Wregas Bhanuteja sudah sangat paham dalam urusan membangun cerita dan visual yang mumpuni. Lewat film ini, sang sutradara yang merangkap sebagai penulis naskah menampilkan sebuah cerita ironi tentang sulitnya korban pelecehan seksual mendapatkan keadilan. Tak hanya itu saja, Wregas Bhanuteja juga memberikan jawaban tragis tentang alasan korban pelecehan seksual mayoritas memilih untuk bungkam dan enggan untuk berbicara. Dengan durasi yang panjang, film PENYALIN CAHAYA (2022) sangat lengkap dalam menuturkan cerita dan permasalahan yang dialami oleh karakter Suryani. Meskipun pada paruh awal film terasa cukup lambat, namun pada babak selanjutnya, atmosfer drama suspense thriller mulai mencuat dan langsung mencengkram penonton. Elemen misteri dan teka-teki tentang siapa yang mengunggah foto selfie mabuk tanpa izin itu dieksekusi dengan sangat baik. Karakter Suryani tidak dibuat bodoh atau ceroboh. Ia mengerahkan segala kemampuannya sebagai seorang mahasiswi IT untuk mencari si pelaku. Proses hacking dan pelacakan yang dilakukannya pun tampil sangat realistis sehingga sangat mudah related dengan kehidupan kita sehari-hari. Lebih lanjut, pengembangan cerita film ini semakin menarik dan penuh dengan kejutan disaat Suryani terus menggali lebih dalam apa yang selama ini terjadi kepada dirinya dan orang-orang disekitar.



Moral value yang disampaikan film PENYALIN CAHAYA (2022) ternyata jauh lebih tragis dari apa yang aku bayangkan. Perasaan setelah menonton film ini sungguh campur aduk. Wregas Bhanuteja memang ingin menampilkan realita di kehidupan nyata, bahwa kekuasaan, privilege, kekayaan dan jabatan sangat bisa untuk memutarbalikan fakta. Lewat film ini juga kita bisa tahu jika arti kekerasan dan pelecehan seksual itu sangatlah luas.
Untuk jajaran pemain, film PENYALIN CAHAYA (2022) mempunyai talenta muda yang sangat mengesankan. Shenina Cinnamon akhirnya mendapat kesempatan untuk menjadi pemeran utama dalam sebuah film layar lebar. Kesempatan yang diperolehnya itu dimanfaatkan dengan sangat baik dan maksimal. Terbukti karakter Suryani bisa dilahap dengan sempurna oleh Shenina Cinnamon. Selain itu, penampilan Chicco Kurniawan, Jerome Kurnia, Dea Panendra, Lutesha dan Giulio Parengkuan pun dibuat senyata mungkin. Semua gesture, dialog dan konflik yang terjadi diantara mereka tidak kaku dan sangat natural. Untuk segi visual, teknis dan artistik, film PENYALIN CAHAYA (2022) juga mempunyai nilai yang sangat memukau. Tone warna hijau hingga kekuningan semakin memperkuat sensasi suspense dalam film ini. Elemen musik yang dihadirkan pun terasa begitu otentik.


Overall, terlepas dari kontroversinya yang mengecewakan itu, film PENYALIN CAHAYA (2022) menurutku tetap berhasil sebagai sebuah film yang sangat bagus dan melampaui ekspektasi. Yuk segera nonton hanya di Netflix.



[9/10Bintang]

Rabu, 12 Januari 2022

[Review] Dear Nathan Thank You Salma: Akhir Perjalanan Kisah Cinta Nathan & Salma



#Description:
Title: Dear Nathan Thank You Salma (2022)
Casts: Jefri Nichol, Amanda Rawles, Susan Sameeh, Indah Permatasari, Ardhito Pramono, Diandra Agatha, Rendi Jhon, Sani Fahreza, Sitha Soerjo, Willem Bevers, Andovi Da Lopez, Keisya Levronka, Fuad Idris
Director: Kuntz Agus
Studio: Rapi Films, Screenplay Films


#Synopsis:
Nathan (Jefri Nichol) dan Salma (Amanda Rawles) kini sudah menginjak bangku kuliah. Meskipun keduanya tidak satu kampus, namun tak menghalangi untuk terus bersama. Nathan masuk ke universitas teknik mesin bersama dengan temannya Deni (Rendi Jhon). Sementara itu, Salma masuk ke jurusan sastra sesuai dengan impiannya dan kembali satu kampus dengan sahabatnya, Rahma (Diandra Agatha).
Suatu hari, anak-anak kampus akan ikut demonstrasi memperingati hari anti korupsi. Nathan ikut bergabung didalamnya. Ia beralasan harus ikut kegiatan tersebut agar demokrasi bisa ditegakan dan adil untuk seluruh rakyat. Namun pemikiran tersebut berbanding terbalik dengan Salma. Ia meminta Nathan kali ini untuk tidak ikutan demonstrasi karena massa yang datang pasti sangat banyak. Salma khawatir Nathan ikut kericuhan dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apa yang dikhawatirkan pun terbukti. Aksi demonstrasi berujung kericuhan. Salma dan ayahnya Nathan (Surya Saputra) langsung bergegas pergi ke rumah sakit untuk mencari keberadaan Nathan.
Setelah kejadian itu, Salma merasa semakin tidak menemukan kecocokan dengan Nathan. Perbedaan sikap dan pandangan keduanya membuat Salma memutuskan untuk break menjalin hubungan. Nathan pun tak bisa menolaknya. Kini, Nathan dan Salma berpisah untuk sementara waktu.
Disaat hubungan keduanya sedang break, Salma memilih untuk fokus pada kuliahnya. Ia mencoba untuk mencari kesibukan dengan masuk komunitas sastra Gema Senja. Disana ia bertemu dan berkenalan dengan Afkar (Ardhito Pramono). Pertemuan itu membuat Salma terpesona pada Afkar. Pasalnya, Afkar memiliki sudut pandang serta selera yang sama persis dengannya. Tak hanya itu saja, identitas akun alter musisi Gema Senja di YouTube yang diidolakan Salma kini terkuak dan orang tersebut adalah Afkar.
Sementara itu, Nathan mendapat panggilan bantuan dari Rebecca (Susan Sameeh) yang meminta tolong untuk menangani kasus Zanna (Indah Permatasari) di komunitas Love Yourself. Zanna merupakan teman satu kelas Nathan yang mengalami pelecehan seksual dari temannya yaitu Rio (Sani Fahreza). Namun Rebecca dan Zanna tidak bisa berbuat banyak karena Rio adalah anak dari salah satu pimpinan kampus. Nathan tidak bisa tinggal diam. Ia mencoba meminta bantuan pada dewan kampus untuk mendapat keadilan bagi Zanna. Tapi sayang, pihak kampus tidak memihak pada Zanna. Mereka malah mencabut beasiswa milik Zanna. Keputusan mengejutkan itu membuat Zanna semakin sedih dan terpukul. Impiannya untuk membahagiakan sang ayah kini pupus sudah. Nathan dan Rebecca pun tak tinggal diam. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menolong Zanna.
Akankah mereka berhasil melawan ketidakadilan yang diterima Zanna? Lalu bagaimana dengan nasib hubungan Nathan dan Salma? Apakah mereka benar-benar akan berpisah?


#Review:
Rumah produksi Rapi Films dan Screenplay Films akhirnya merilis film penutup kisah cinta Nathan dan Salma lewat film DEAR NATHAN: THANK YOU SALMA (2022) yang dirilis mulai hari Kamis, 13 Januari 2022 di bioskop. Film yang diadaptasi dari novel karya Erisca Febriani ini tidak lagi disutradarai oleh Indra Gunawan. Posisinya diganti oleh Kuntz Agus yang dikenal telah menggarap film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN 1 (2015) dan serial JINGGA SENJA (2021).


Untuk segi cerita, film THANK YOU SALMA (2022) ini mengajak penonton untuk melihat kehidupan Nathan dan Salma di fase yang baru yaitu saat mereka sebagai seorang mahasiswa. Konfliknya pun tak melulu percintaan khas anak osis. Ditangan Bagus Bramanti dan Gea Rexy, film ketiganya ini jauh lebih kompleks dan dewasa dari dua film sebelumnya. Kedua penulis skenario menyoroti kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang belakangan ini marak terjadi disekitar kita. Film ini dengan berani menampilkan alur terjadinya kasus tersebut dengan sangat detail, mulai dari proses pendampingan, perjuangan untuk mendapatkan keadilan hingga konsekuensi yang diterima terasa sangat nyata dan dekat dengan apa yang sudah banyak terjadi disekitar kita. Kuatnya subplot tentang kisah Zanna ini membuat drama kisah cinta Nathan dan Salma sedikit tertutup dan terlupakan di beberapa bagian. Namun untungnya, Kuntz Agus masih bisa menampilkan kembali kelucuan kisah cinta mereka yang dibalut dengan hadirnya orang baru yaitu Afkar. Kisah hampir cinta segitiga diantara ketiganya itu sukses menghibur penonton. Sikap Nathan yang mudah emosi kemudian dipertemukan dengan Afkar yang berbanding terbalik dengannya langsung menghadirkan moment berkesan dalam film ini. Chemistry yang terjalin diantara ketiganya pun semakin manis dan masih sama seperti kedua film sebelumnya.


Untuk jajaran pemain, harus diakui film THANK YOU SALMA (2022) ini menjadi penampilan ensemble casts yang jauh lebih unggul dari dua film sebelumnya. Duet Jefri Nichol dan Amanda Rawles sudah pasti akan dikenang sebagai pasangan dalam film paling memorable dalam sejarah perfilman Indonesia. Selain itu, penampilan Ardhito Pramono dan Indah Permatasari juga patut diacungi jempol. Ardhito sangat cocok memerankan Afkar dan jauh lebih baik ketimbang peran Kale yang selama ini sudah sangat melekat pada dirinya. Penampilan Indah Permatasari pun tak kalah mengesankan. Ia berhasil menjiwai perannya sebagai Zanna yang mengalami pelecehan seksual di kampusnya. Tata busana dan artistik film ini juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Yang cukup disayangkan mungkin pada film ketiganya ini tidak lagi menggunakan lagu-lagu pengiring dari grup band HiVi. Film THANK YOU SALMA (2022) jauh lebih dewasa dan lagu Teman Perjalanan yang dibawakan Ardhito Pramono juga eksekusinya bagus dan related dengan keseluruhan cerita film ini.
Overall, film DEAR NATHAN: THANK YOU SALMA (2022) menutup kisah cinta Nathan dan Salma dengan penuh kedewasaan dan hasilnya memuaskan. Jefri Nichol dan Amanda Rawles berhasil bertumbuh dan berkembang lewat tiga film ini. Keren!


[8.5/10Bintang]

Selasa, 11 Januari 2022

[Review] Scream: Terror Ghostface Kembali Menghantui Woodsboro



#Description:
Title: Scream (2022)
Casts: Melissa Barrera, Jenna Ortega, Kyle Gallner, Mason Gooding, Mikey Madison, Dylan Minnette, Sonia Ben Ammar, Jasmin Savoy Brown, Jack Quaid, Marley Shelton, Skeet Ulrich, Heather Matarazzo, Courteney Cox, Neve Campbell, David Arquette, Chester Tam
Director: Matt Bettinelli-Olpin, Tyler Gillett
Studio: Spy Glass Productions, Project X, Paramount Pictures


#Synopsis:
Disaat Tara (Jenna Ortega) sedang mempersiapkan acara kumpul dengan teman-teman dirumahnya, ia mendapatkan panggilan telepon dari nomor asing. Disaat ia menerima telepon itu, terdengar suara asing yang mengajaknya berbicara dan bermain game tanya jawab. Awalnya terasa biasa saja, namun lama kelamaan Tara merasakan diancam oleh si penelepon itu. Tara bahkan harus menjawab tiga pertanyaan secara benar, jika gagal, penelepon tersebut akan menyerang dan menghabisi teman-teman Tara sambil mengirimkan bukti video. Tara yang panik pun lantas menjawab semua pertanyaan yang diucapkan si penelepon. Tapi sayang, satu pertanyaan terakhir ia salah. Semua akses kunci pengaman dirumahnya tiba-tiba terbuka dan Tara pun diserang oleh sosok misterius berjubah hitam dan bertopeng Ghostface. Beruntung, Tara masih bisa selamat dari serangan tersebut dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh teman-temannya, Amber (Mikey Madison), Chad (Mason Gooding), Wes (Dylan Minnette), Liv (Sonia Ben Ammar) dan Mindy (Jasmin Savoy).
Keesokan harinya, kakak dari Tara yaitu Samantha (Melissa Barrera) langsung pulang ke Woodsboro setelah mendengar kabar dari Amber soal adiknya yang diserang oleh sosok misterius bertopeng Ghostface. Bersama dengan sang pacar yaitu Richie (Jack Quaid) mereka berjanji untuk sementara tinggal bersama Tara sampai kondisinya pulih.
Terror Ghostface yang kembali menghantui kota Woodsboro membuat para warga panik. Sheriff Judy Hicks (Marley Shelton) yang 25 tahun lalu sempat menangani kasus pembunuhan berantai yang dilakukan tersangka memakai topeng Ghostface pun langsung teringat akan kejadian mengerikan itu dan berjanji kali ini akan menangkap pelaku secepatnya. Samantha dan Richie meminta bantuan pada Sheriff Judy untuk melindungi adiknya itu. Namun Sheriff Judy tidak bisa sendirian dalam menghadapi pembunuh bertopeng Ghostface itu, ia harus menjalin kerjasama dengan rekan-rekan lamanya yang kini sudah tidak lagi tinggal di Woodsboro. Sheriff Judy meminta Samantha dan Richie untuk mengikutinya bertemu dengan Dewey (David Arquette), Martha (Heather Matarazzo), Gale (Courteney Cox) dan Sidney (Neve Campbell). Mereka adalah orang-orang yang pernah berhadapan dengan pembunuh berantai bertopeng Ghostface dan berhasil melumpuhkannya.
Waktu terus bergulir dan terror Ghostface pun semakin menggila. Satu persatu teman dari Tara diserang olehnya. Tak hanya itu saja, para orangtua dan orang-orang yang pernah berhadapan dengan Ghostface di masa lalu pun terpaksa harus terlibat lagi dalam permainan mematikan ini. Siapa sebenarnya sosok Ghostface di era modern kali ini?


#Review:
Era akhir tahun 90an, para pecinta film horror thriller dimanjakan dengan franchise film SCREAM. Film pertamanya yang dirilis pada tahun 1996 sukses menyedot perhatian lantaran cerita tentang pembunuh berantai menggunakan topeng Ghostface dibuat sangat seru dan penuh kejutan. Setelah film keempatnya yang dirilis pada 2011, tahun ini rumah produksi Paramount Pictures merilis film kelima sekaligus menjadi awal yang baru untuk franchise film ini.


Untuk segi cerita, aku yang sama sekali tidak menonton keempat film sebelumnya agak cukup menyesal selama menonton film SCREAM (2022) ini. Plot cerita jadi cukup membingungkan terutama saat harus menebak-nebak tentang siapa pelaku pembunuhan berantai tersebut. Motif tentang pelaku yang selalu membantai korbannya juga tidak aku pahami karena benar-benar buta akan film ini. Namun, seiring berjalannya durasi film, semua kebingungan yang aku rasakan itu perlahan mulai menemukan titik terang. Salut sekali untuk tim penulis naskah dan sutradara film ini yang bisa menjelaskan semua pertanyaanku dengan sangat baik terutama pada saat babak final. Ide dan konsep yang ditawarkan film SCREAM (2022) ini benar-benar mindblowing! Setelah film SPIDER-MAN NO WAY HOME (2021) dan MATRIX 4 (2022), film SCREAM (2022) pun memberikan sensasi nostalgia kepada seluruh penggemarnya. Menurut temanku yang sangat menyukai dam mengikuti franchise film ini, film SCREAM (2022) menyuguhkan fan-service sekaligus tribute mengesankan kepada sutradara empat film sebelumnya yaitu mendiang Wes Craven.


Selain sebagai fan-service, film ini juga menyoroti tentang fenomena fans fanatik yang menjadi tak terkendali layaknya psikopat. Aku sangat suka dengan ide cerita dalam film ini yang membahas film Stab dan cerita film tersebut berdasarkan kisah empat film Scream sebelumnya. Sungguh brilian dan baru pertama kali aku temukan dalam sebuah film. Hahaha. Puncak keseruan film ini tentu hadir disaat semua pemain baru dan pemain lama berkumpul dalam satu rumah. Aksi kejar-kejaran dan tebak-tebakan siapa pemakai Topeng Ghostface dieksekusi dengan sangat memukau, bikin deg-degan dan penuh darah! Beneran dibikin deg-degan setiap melihat Ghostface!
Overall, film SCREAM (2022) berhasil menyajikan kisah baru dari pembunuh berantai Ghostface dengan cerita tak terduga dan nostalgic bagi para penggemar franchise film ini.



[8.5/10Bintang]

Senin, 03 Januari 2022

[Review] Cinta Pertama, Kedua & Ketiga: Kisah Hangat Tentang Pengorbanan Akan Cinta & Keluarga



#Description:
Title: Cinta Pertama, Kedua & Ketiga (2021)
Casts: Angga Yunanda, Putri Marino, Ira Wibowo, Slamet Rahardjo, Elly D. Luthan, Widi Mulia, Ersa Mayori, Asri Welas, Ibnu Jamil, Ariyo Wahab, Mian Tiara
Director: Gina S. Noer
Studio: Starvision Plus, Wahana Kreator


#Synopsis:
Ditengah kondisi Pandemi CoVid-19, banyak orang mengalami kesulitan. Salah satunya adalah Raja (Angga Yunanda) yang terpaksa mengisi waktu luang menjadi driver online setelah kehilangan pekerjaannya. Raja sendiri merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya yaitu Ratu (Widi Mulia) dan Suri (Ersa Mayori) sudah menikah dan hidup dengan keluarga mereka masing-masing. Kini, Raja tinggal bersama dengan Ayah Dewa (Slamet Rahardjo) dan Nenek Nur (Elly D. Luthan) yang sudah berusia senja.



Suatu hari, disaat Raja sedang mengantar Ayah Dewa untuk kontrol ke dokter, Sang Ayah berkenalan dengan seorang wanita bernama Ibu Linda (Ira Wibowo). Pertemuan tersebut membuat Ayah Dewa merasa senang dan gembira. Setelah itu, keduanya jadi sering bertemu. Ayah Dewa jatuh cinta kepada Ibu Linda. Pertemuan tersebut turut mempertemukan Raja dengan anak dari Ibu Linda yaitu Asia (Putri Marino).



Melihat kedua orangtua mereka senang dan bahagia membuat Raja dan Asia lega. Pasalnya, setelah ditinggal selama-selamanya oleh pasangan hidup, baik Ayah Dewa maupun Ibu Linda tak pernah lagi membuka hati untuk orang lain. Mereka selalu memprioritaskan kebahagiaan anak-anak dibandingkan untuk dirinya sendiri. Raja dan Asia pun menjadi sering bertemu. Asia yang berprofesi sebagai dancer merasa sangat senang saat bertemu dengan Raja. Keduanya bahkan sering menghabiskan waktu bersama dan timbul lah rasa cinta satu sama lain.



Namun sayang, seiring berjalannya waktu, Ayah Dewa akhirnya resmi menikahi Ibu Linda. Kini Raja dan Asia menjadi kakak beradik dan tinggal satu rumah. Raja dan Asia terpaksa harus mengubur dan mengorbankan rasa cinta keduanya demi kebahagiaan Ayah Dewa dan Ibu Linda. Setelah menikah, keluarga baru ini tertimpa banyak cobaan. Ayah Dewa terkonfirmasi mengidap Alzheimer. Ibu Linda juga sudah lama mengidap kanker payudara. Ditambah lagi keluarga harus mengalami kerugian setelah ditipu gara-gara Raja. Kondisi perekenomian mereka semakin terpuruk dan terpaksa harus menjual rumah demi pengobatan Ayah Dewa dan juga Ibu Linda. Akankah kebahagiaan yang seutuhnya datang kepada Raja, Asia, Ayah Dewa dan Ibu Linda?


#Review:
Starvision Plus menggebrak awal tahun 2022 dengan sebuah film terbaru dari sutradara Gina S. Noer berjudul CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA (2022). Film ini menjadi film layar lebar kedua bagi Gina S. Noer sebagai seorang sutradara. Kesuksesan film DUA GARIS BIRU (2019) menjadikan film CINTA 123 (2022) menjadi salah satu film Indonesia paling dinanti dan diantisipasi kehadirannya, karena seperti yang sudah kita tahu, sosok Gina S. Noer sudah terkenal sebagai salah satu penulis skenario terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.


Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film CINTA 123 (2022) yang sukses digelar pada Selasa, 28 Desember 2021 di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada sesi wawancara bersama dengan rekan media, Gina S. Noer dan Produser Chand Parwez Servia mengungkapkan jika film CINTA 123 (2022) ini mengajak penonton untuk merasakan nilai-nilai cinta yang ada dalam sebuah keluarga yang tidak ideal. Keduanya sangat bersyukur akhirnya film ini bisa tayang di bioskop setelah hampir satu setengah tahun postponed akibat Pandemi CoVid-19. Semua perjuangan tim produksi sejak awal Pandemi melanda Indonesia akhirnya tuntas sudah dengan perilisan film pada 6 Januari 2022 mendatang.




Untuk segi cerita, film ini mengajak penonton untuk melihat dua kisah cinta antara orang tua dengan anak muda. Ditangan Teh Gina S. Noer, potret kisah dua cinta itu dipersatukan lewat sebuah hubungan yang unik. Ayah dan Ibu saling jatuh cinta, begitu juga dengan apa yang dirasakan oleh kedua anaknya. Mereka sama-sama jatuh cinta. Agak serem ya jadinya, terjalin affair antara kakak dan adik tiri haha. Meskipun kisah cinta yang dihadirkan agak tak biasa, film CINTA 123 (2022) ini lebih menitikberatkan pada sederet konflik dan drama yang terjadi di dalam sebuah keluarga. Harus diakui, konflik dan subplot yang ada dalam film ini sangatlah berlapis. Alhasil, beberapa subplot potensial menjadi tidak terlalu fokus dan berujung selesai begitu saja. Cukup disayangkan sih, Teh Gina S. Noer terlalu kebanyakan menyajikan konflik keluarga dalam film ini meskipun hampir seluruh konflik yang terjadi memang sangat related dengan kondisi keluarga di era Pandemi seperti saat ini.


Sesi Foto Setelah Press Conference Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga (2022)
Pict by: Kumparan

Untuk jajaran pemain, kapasitas aktor senior Slamet Rahardjo memang tak perlu diragukan lagi. Peran Ayah Dewa begitu realistis dan apa adanya. Aku yakin penonton bakal langsung rindu dengan sosok Kakek atau Bapak saat melihat performance Slamet Rahardjo. Chemistry yang ia bangun bersama dengan Angga Yunanda maupun Ira Wibowo begitu asyik dan heartwarming. Penampilan Putri Marino sebagai Asia pun tidak mengecewakan dan sangat energic. Ia juga berhasil membangun chemistry penuh gairah bersama dengan Angga Yunanda. Tak heran jika film ini mendapatkan klasifikasi rating 17 tahun keatas. Kualitas akting dari Angga Yunanda semakin meningkat dan matang. Peran Raja seketika langsung mengingatkanku akan film DEVIL ON TOP (2021) yang menampilkan Angga Yunanda bukan lagi sebagai seorang anak remaja atau anak sekolahan.


Overall, film CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA (2022) masih bisa dinikmati untuk ditonton di bioskop. Meskipun tidak sesuperior DUA GARIS BIRU (2019) atau se-touching KELUARGA CEMARA (2018), film ini tetap manis dan menghangatkan. Tayang di bioskop 6 Januari 2022 ya!



[8/10Bintang]

[Review] Sing 2: Ketika Team New Moon Theater Pentas Di Panggung Spektakuler



#Description:
Title: Sing 2 (2022)
Casts: Matthew McConaughey, Reese Whiterspoon, Tori Kelly, Scarlett Johansson, Taron Egerton, Nick Kroll, Garth Jennings, Jennifer Saunders, Bono, Bobby Cannavale, Halsey, Pharrel Williams, Eric Andre, Letitia Wright, Chelsea Peretti, Nick Offerman
Director: Garth Jennings
Studio: Universal Pictures, Illumination Entertainment


#Synopsis:
Setelah berhasil membangun kembali teaternya dan mendapatkan dukungan penuh dari Nana Noodleman (Jennifer Saunders), Buster Moon (Matthew McConaughey) semakin percaya diri untuk melanjutkan bisnis pementasan seni di The New Moon Theater. Bersama dengan timnya yaitu Rosita (Reese Whiterspoon), Johnny (Taron Egerton), Meena (Tori Kelly), Ash (Scarlett Johansson) dan Gunter (Nick Kroll) selalu berusaha menampilkan aksi musikal yang memukau. Hasilnya pun tak sia-sia, tiket penjualan selalu ludes terjual dan mendapat respon positif dari para penonton. Impian Buster selama ini perlahan mulai tercapai.


Suatu hari, saat pementasan musikal Alice In Wonderland, The New Moon Theater kedatangan salah satu staff pencarian bakat dari Crystal Entertainment yaitu Suki (Chelsea Peretti). Buster sangat optimis jika pementasan musikal mereka akan menarik perhatian Suki. Namun sayang, Suki malah keluar sebelum pementasan selesai dengan alasan pertunjukan di The New Moon Theater terlalu standar dan biasa saja. Suki tidak yakin untuk mencalonkan pementasan The New Moon Theater ke audisi pencarian bakat di Crystal Entertainment. Merasa diremehkan, Buster tetap ngotot untuk ikut audisi. Bersama dengan Mrs Crawly (Garth Jennings), Rosita, Johnny, Meena, Ash dan Gunter mereka pergi ke Redshore City untuk tetap ikut audisi di Crystal Entertainment.


Buster dan kawan-kawan kemudian menyelinap masuk ke gedung tempat audisi. Mereka melihat para peserta audisi sangat bertalenta. Tapi disaat mereka tampil dihadapan pemilik Crystal Entertainment yaitu Jimmy (Bobby Cannavale), mereka tak bisa berkutik dan selalu ditolak olehnya. Suki dan asisten Jimmy yaitu Jerry (Spike Jonze) pun terpaksa harus mencari lagi peserta baru sebelum bos mereka semakin murka.



Melihat kesempatan itu, Buster dan timnya langsung naik ke panggung untuk menampilkan musikalnya. Disaat baru tampil beberapa detik, Jimmy langsung menolaknya lantaran ide Buster sangat basi. Gunter tiba-tiba beraksi dan memberikan ide gila tentang sebuah konsep musikal tak biasa. Ia siap menampilkan penampilan out of the box dengan menggandeng musisi rock terkenal bernama Clay Calloway (Bono). Mendengar ide tersebut membuat Jimmy tertarik. Buster pun berjanji siap menyajikan pentas musikal spektakuler sesuai dengan konsep dan ide dari Gunter. Mendengar hal tersebut membuat Jimmy langsung tertarik untuk bekerja sama dengan Buster. Ia siap membiayai dan memberikan fasilitas apapun agar semua rencana pentas itu berjalan dengan sukses.


Buster dan kawan-kawan akhirnya mendapat kesempatan untuk tampil di Crystal Theater. Buster pun langsung membagi tugas kepada seluruh timnya. Gunter dan Rosita kembali dipasangkan untuk tampil dengan konsep bertema alien. Johnny ditunjuk untuk tampil solo namun harus menambahkan koreografi laga layaknya film-film luar angkasa. Meena dipasangkan dengan penyanyi terkenal di Redshore City bernama Darius (Eric Andre) untuk membawakan lagu romantis. Kemudian Mrs. Crawly diminta untuk mencari segala informasi tentang keberadaan Clay Calloway dan membujuknya untuk bisa bergabung dalam pentas musikal mereka.


Semua rencana menjadi kacau disaat Clay tidak berminat untuk kembali tampil diatas panggung. Tak hanya itu saja, Rosita yang phobia akan ketinggian pun jadi sulit untuk menguasai panggung. Selain itu, anak dari Jimmy yaitu Porscha Crystal (Halsey) tiba-tiba datang dan mengingkan punya peran penting dalam pentas musikal itu. Buster pun menjadi panik melihat semua kekacauan yang terjadi. Akankah tim The New Moon bisa menampilkan aksi terbaiknya di panggung paling megah di Redshore City?


#Review:
Universal Pictures dan Illumination Entertainment kini semakin serius untuk mengembangkan film-film animasinya menjadi lebih besar dan luas lagi. Dari sekian banyak judul film animasi produksi Universal, film SING (2016) menjadi salah satu film yang paling mencuri perhatianku. Dengan mengusung tema drama komedi musikal, film ini menjadi punya nilai plus tersendiri dari para penonton. Kesuksesan film pertamanya tak membuat Universal dan Illumination tinggal diam. Sekuelnya dirilis lima tahun kemudian tepatnya pada akhir Desember 2021.


Untuk segi cerita, film SING 2 (2021) kembali menampilkan kelanjutan kisah Buster Moon, pemilik The New Moon Theater yang ingin menjadi yang terbaik dalam urusan pementasan musikal. Terbukti pada adegan pembuka, penonton langsung diajak untuk melihat performance tim The New Moon dengan konsep Alice In Wonderland yang mencuri perhatian. Keseruan cerita terus berlanjut disaat Buster dan kawan-kawan saling gotong royong untuk bisa tampil di Crystal Theater. Plot cerita menjadi semakin luas dan turut hadir serangkaian konflik yang dikemas sangat entertaining sekaligus menghibur. Segala permasalahan yang menimpa Buster dan timnya memang sangatlah mudah ditemukan di industri hiburan. Setiap karakter yang ada dalam sekuel film SING 2 (2021) ini juga mendapat character development yang sangat keren. Hampir semua karakter penting dalam film ini tampil maksimal dan tidak ada yang mubazir.


Selain plot dan konfliknya yang semakin kompleks, film SING 2 (2021) juga memiliki visual serta elemen musikal yang sangat memuaskan. Bahkan, sekuelnya ini dibuat jauh lebih besar ketimbang film pertamanya. Meskipun menggunakan lagu-lagu yang sudah populer, tapi film ini tetap berhasil menghibur para penonton. Aku yakin penonton bakalan ikutan bernyanyi dan bergoyang disaat The New Moon menunjukkan bakatnya. Adegan klimaks pementasan musikal Out Of The World benar-benar dieksekusi dengan sangat luar biasa. Sangat cocok film ini dibuat sebagai film animasi sehingga visual dan stage film SING 2 (2021) bisa leluasa untuk ugal-ugalan.


Jajaran pengisi suara juga tampil semakin cemerlang dalam menampilkan olah vokal mereka. Mulai dari Reese Whiterspoon, Scarlett Johansson sampai Taron Egerton semuanya tampil sangat memuaskan. Penampilan Ash dan Clay di babak akhir film sungguh memukau dan berkesan. I need more movie from SING! Tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Januari 2022!



[9/10Bintang]

[Review] Resident Evil Welcome To Raccoon City: Umbrella Corp Menjadi Dalang Wabah Zombie



#Description:
Title: Resident Evil: Welcome To Raccoon City (2022)
Casts: Kaya Scodelario, Hannah John-Kamen, Robbie Amell, Tom Hopper, Avan Jogia, Donal League, Neal McDonough, Chad Rook, Marina Mapeza, Janet Porter, Holly De Baros
Director: Johannes Roberts
Studio: Sony Pictures, Screen Gems, Constantin Films


#Synopsis:
Claire Redfield (Kaya Scodelario) memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Raccoon City setelah belasan tahun kabur dan memilih hidup mandiri. Dalam perjalanan menuju ke kampung halamannya, Claire mengalami banyak kejadian aneh. Mobil tumpangannya tiba-tiba menabrak seorang wanita. Namun disaat Claire dan pengemudi akan menolongnya, wanita tersebut menghilang.
Setibanya di Raccoon City, Claire melihat beberapa orang warga disana nampak tak sehat. Mata memerah, kulit gatal dan terkadang mengeluarkan tetesan darah. Claire pun bergegas pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan sang kakak, Chris Redfield (Robbie Amell) dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di Raccoon City.



Claire dan Chris sendiri merupakan adik kakak yatim piatu yang dibesarkan di Panti Asuhan milik Umbrella Corp, sebuah perusahaan farmasi yang membangun kawasan industri di Raccoon City. Claire memutuskan untuk kabur dari panti asuhan karena sering mengalami gangguan dari sosok misterius di malam hari. Sosok misterius itu selalu memperingatkan Claire akan bahaya dan kabur secepatnya. Namun apa yang dirasakan Claire tidak terjadi pada Chris. Ia lebih nyaman tinggal di panti asuhan dan terbukti, Chris mendapatkan beasiswa pendidikan dan kini berprofesi sebagai polisi.



Saat Claire dan Chris sedang beristirahat, tiba-tiba terdengar suara alarm sirine dari Umbrella Corp yang menghimbau seluruh warga untuk tetap berada di rumah. Claire semakin bingung, apa yang sebenarnya terjadi disana. Chris pun bergegas segera pergi ke kantor polisi dan meminta Claire untuk tetap dirumah. Karena penasaran, Claire pun ikut pergi dari rumah dan menelusuri jalanan Raccoon City. Setelah berkeliling ditengah derasnya hujan dan waktu semakin larut, Claire melihat para warga bergelagat aneh. Tubuh mereka pucat seperti mayat. Ia pun bergegas pergi ke kantor polisi untuk bertemu dengan Chris.



Sementara itu, Kantor Polisi Raccoon City kedatangan anggota baru. Ia adalah Leon Kennedy (Avan Jogia). Leon ditugaskan untuk bergabung dengan team yang dipimpin Chris. Saat malam semakin larut, kantor polisi pun mulai menyadari jika para warga yang tersisa di Raccoon City telah terinfeksi oleh limbah farmasi Umbrella Corp dan mengubahnya menjadi Zombie. Kepanikan pun melanda mereka dan warga yang belum terjangkit virus Zombie saat mengetahui jika Raccoon City akan segera dimusnahkan pada pagi hari oleh Umbrella Corp. Akankah Claire, Chris dan orang-orang yang tersisa bisa menyelamatkan diri sebelum Raccoon City musnah?



#Review:
Franchise film RESIDENT EVIL menjadi salah satu franchise film paling populer di dunia. Film pertamanya yang dirilis pada tahun 2002 itu sukses melambungkan nama aktris Mila Jovovich di industri perfilman Hollywood. Film yang diadaptasi dari videogame milik Capcom ini sudah menghasilkan enam judul film layar lebar dan mayoritas sukses secara Box Office.
19 tahun kemudian, Sony Pictures melakukan reboot untuk film RESIDENT EVIL. Keputusan ini menurutku cukup mengejutkan sih. Ngapain gitu.. Rasanya terror Zombie khas film Resident Evil jauh lebih seru versi video game ketimbang filmnya. Bahkan, keenam judul film Resident Evil yang sudah dirilis pun, kualitasnya terus mengalami penurunan.


Reboot RESIDENT EVIL yang dirilis akhir 2021 ini mengambil ide cerita dari video game pertama dan kedua Resident Evil produksi Capcom. Pada versi filmnya ini, sang sutradara berkomitmen untuk setia terhadap materi yang ada pada video game. Tak hanya itu saja, film ini juga memutuskan untuk menghadirkan karakter baru yaitu Claire dan Chris. Namun sayang, character development kedua tokoh ini jauh dari apa yang diharapkan. Selain itu, plot serta naskah film ini juga begitu flat. Dialog yang dihadirkan pun mayoritas cringe. Penggunaan kata-kata kasar pun maksa banget. Penampilan Zombie nya pun meh banget, malah jauh lebih superior film WORLD WAR Z (2013) atau TRAIN TO BUSAN (2016). Benar-benar jauh dari ekspektasi lah pokoknya. Meskipun film-film Resident Evil versi Mila Jovovich terbilang melenceng dari versi video game, namun sosok Alice yang diperankan Jovovich malah jauh lebih berhasil sebagai ikon dari franchise Resident Evil ketimbang para karakter dalam film WELCOME TO THE RACCOON CITY.
Untuk urusan visual, film ini juga tidak memberikan sesuatu yang wah. Dengan berdalih setia akan video game, tapi untuk visual mah seharusnya tetap memberikan hasil yang maksimal dong. Bahkan penampilan monster zombie pada babak akhir film menurutku cukup mengecewakan. Berasa nonton video game di layar bioskop jadinya. Selain itu, vibes dan artistik tahun 90an nya pun tidak terasa sama sekali. Sebuah reboot yang mengecewakan dan seharusnya tidak perlu dilakukan.



[5/10Bintang]