Tampilkan postingan dengan label Adaptasi Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adaptasi Novel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2022

[Review] Mr. Harrigan's Phone: Kisah Menarik Tentang Pemilik Ponsel Yang Sudah Mati Melindungi Sahabatnya!



#Description:
Title: Mr. Harrigan's Phone (2022)
Casts: Jaeden Martell, Donald Sutherland, Kirby Howell-Baptiste, Joe Tippett, Cyrus Arnold, Carl Zohan, Ivan Amaro, Thomas Francis Murphy, Peggy J. Scott, Alex Bartner, Daniel Reece
Director: John Lee Hancock
Studio: Blumhouse Productions, Ryan Murphy Productions, Netflix


#Synopsis:
Sejak kecil, Craig (Jaeden Martell) sudah gemar membaca dengan baik di depan banyak orang. Hal tersebut membuat dirinya sering mendapat kesempatan untuk berpidato dan membacakan ayat-ayat suci kitab saat sedang beribadah di gereja. Kemampuan Craig yang bisa bercerita dengan baik itu membuat salah satu jemaah gereja yaitu Harrigan (Donald Sutherland) tertarik pada Craig dan memberikannya pekerjaan. Ia meminta Craig untuk membacakan buku-buku yang ada di rumahnya karena pengelihatan Harrigan sudah mulai menurun. Harrigan siap memberikan bayaran pada Craig setelah selesai membacakan buku-bukunya. Setelah mendapatkan izin dari ayahnya, Craig pun bersedia untuk menjadi teman dan membacakan buku-buku pada Harrigan.



Waktu terus bergulir, tak terasa Craig sudah menjalani pekerjaan itu hingga usianya remaja. Meskipun mulai disibukkan dengan tugas sekolah, Craig selalu menyempatkan datang ke rumah Harrigan. Hal tersebut membuat Harrigan merasa tidak enak dan menganggap dirinya sudah merampas sedikit waktu dari Craig. Selain memberikan imbalan, Harrigan juga rutin mengirim bonus berupa kartu lotre dan hadiah saat hari ulang tahun Craig, libur musim panas, libur natal dan libur akhir tahun.
Pada suatu kesempatan, Craig akhirnya memenangkan lotre 3000 dollar dari hadiah natal yang dikirimkan oleh Harrigan. Ia pun langsung mengganti uang ayahnya yang membelikan ponsel iPhone dan membeli lagi iPhone baru untuk diberikan pada Harrigan agar mempermudah komunikasi. Craig merasa senang akhirnya ia bisa mempunyai smartphone sama seperti teman-teman kerennya di sekolah. Namun sayang, Craig masih saja mendapat perlakuan bully dari kakak kelasnya yaitu Kenny (Cyrus Arnold) bahkan menyerang fisik Craig.


Seiring berjalannya waktu, kabar duka menyelimuti Craig. Harrigan ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Ia merasa sangat sedih melihat orang yang sudah sangat baik pada dirinya itu kini telah tiada. Craig jadi kesepian karena tak ada lagi sosok yang mau mendengarkan keluh kesahnya. Sebelum proses pemakaman, Craig memasukan iPhone milik Harrigan ke peti matinya agar ponsel tersebut benda kesayangan dari Harrigan. Setelah menyelesaikan prosesi pemakaman, wali dari Harrigan memberi tahu jika Craig mendapatkan warisan sebesar 800.000 dollar. Dana tersebut dipersiapkan oleh Harrigan untuk biaya pendidikan Craig hingga pascasarjana. Craig dan sang ayah sangat bahagia sekaligus bersyukur mendapatkan rejeki tak terduga itu. Craig bahkan mengirim voicemail ucapan terima kasih dan berbagi kebahagiaannya ke nomor Harrigan meskipun tak mungkin akan mendapat balasan.



Keesokan harinya, Craig dibuat terkejut saat melihat pesan masuk yang berasal dari nomor kontak Harrigan. Craig yakin jika pesan tersebut berasal dari Harrigan yang masih hidup di dalam peti itu. Namun sang ayah tak yakin dengan apa yang diucapakan anaknya itu. Mungkin saja nomor ponsel Harrigan telah diretas oleh orang lain sehingga bisa mengirim pesan atau telepon secara acak. Setelah kepergian Harrigan, Craig hanya bisa curhat tentang segala hal yang terjadi di sekolahnya melalui panggilan telepon ke nomor Harrigan. Namun hal tersebut ternyata mengundang kejadian tak terduga. Orang-orang yang berusaha menyakiti hati Craig harus menemui ajalnya dengan cara yang tragis. Apakah hal tersebut berkaitan dengan Harrigan?

#Review:
Bulan Oktober selalu menjadi moment yang pas bagi para sineas untuk merilis film-film bergenre horror thriller. Blumhouse dan Netflix merilis film terbaru mereka yang diadaptasi dari cerpen karya Stephen King berjudul MR. HARRIGAN'S PHONE (2022). Film ini disutradarai oleh John Lee Hancock yang dikenal sebagai sutradara film SAVING MR. BANKS (2013), THE FOUNDER (2016) dan THE LITTLE THINGS (2021).


Untuk segi cerita, selama ini film atau serial adaptasi cerita Stephen King selalu identik dengan genre horror dan thriller yang unik. Di film Ponselnya Pak Harrigan ini, Lee Hancock banting stir dengan menonjolkan drama dan misterinya ketimbang horror atau thriller mencekam khas Stephen King. Harus diakui, 40 menit pertama film ini berjalan begitu lambat dan cukup membosankan sih. Moment kebersamaan antara Harrigan dan Craig juga tampil gitu-gitu aja, tidak dieksplorasi lebih mendalam sehingga hubungan emosional keduanya jadi kurang meyakinkan. Background dari karakter Harrigan pun tidak dieksplor dengan baik, sehingga penonton bertanya-tanya apakah ia penjahat kaya raya, mafia atau apaa.. Cukup disayangkan sih potensi aktor senior Donald Sutherland disia-siakan oleh film ini.


Selain pace nya yang sangat lambat, film ini juga gagal menghadirkan suasana terror. Andai saja Lee Hancock menampilkan satu saja adegan horror saat Harrigan 'beraksi' mungkin akan lebih menarik. Terlepas dari kekurangan tersebut, film ini masih memiliki hal menarik disaat menampilkan teknologi smartphone di awal tahun 2000an. Berasa nostalgia saat melihat iPhone 1, iPhone 3GS iPhone 4S dan beberapa ponsel lainnya yang saat itu booming. Penggunaan gadget sebagai sumber informasi elektronik sekaligus "pengabul doa" juga sangat efektif menguatkan keseluruhan cerita Ponselnya Pak Harrigan ini.


Film ini bikin kangen masa-masa era iPhone 3GS

Untuk jajaran pemain, performance Jaeden Martell semakin menunjukkan kualitasnya dalam berakting. Aku yakin ia bisa menjadi bintang besar Hollywood di masa depan. Chemistry yang ia bangun dengan aktor senior Donald Sutherland juga tidak mengecewakan meskipun sangat minim eksplorasi.
Overall, film MR. HARRIGAN'S PHONE (2022) enjoyable untuk ditonton meskipun sangat jauh dari kata menyeramkan.


[7/10Bintang]

Sabtu, 24 September 2022

[Review] After Ever Happy: Drama Toxic Tessa Dan Hardin Yang Gak Kelar-Kelar!

 


#Description:
Title: After Ever Happy (2022)
Casts: Josephine Langford, Hero Fiennes Tiffin, Louise Lombard, Chance Perdomo, Rob Estes, Arielle Kebbel, Stephen Moyer, Mira Sorvino, Frances Turner, Kiana Madeira, Carter Jenkins
Director: Castille Landon
Studio: Calmaple Media, Wattpad, Voltage Pictures


#Synopsis:
Setelah mengetahui fakta mengejutkan tentang ayah biologisnya, Hardin (Hero Fiennes Tiffin) sangat kesal dan membenci Christian Vance (Stephen Moyer). Ia tak menyangka jika selama ini atasan dari  kekasihnya itu telah membohonginya. Acara pernikahan ibunya yang sedang dilangsungkan pun jadi berantakan. Sebagai pacar, Tessa (Josephine Langford) tidak tinggal diam. Ia memutuskan untuk pergi dari pesta dan menemani Hardin.
Hardin yang masih sedih memilih untuk mabuk dan menenangkan diri di rumah semasa kecilnya. Tanpa pikir panjang ia masuk ke dalam rumah dan membakarnya. Kejadian itu membuat Tessa panik karena khawatir nantinya Hardin bisa dipenjara. Beruntung Vance tiba di rumah dan meminta anaknya itu untuk segera pergi sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Tessa dan Hardin menghabiskan semalaman dengan mengendarai mobil milik Vance. Setelah menenangkan diri, keduanya memutuskan untuk pulang ke hotel.
Setelah mereka tiba di hotel, Hardin malah memutuskan untuk tetap tinggal di London dan tidak ingin pulang ke Seattle. Tessa dibuat terkejut saat mengetahui kekasihnya itu malah asyik mabuk dan bermesraan di klub malam. Kejadian itu membuat Tessa kesal dan akhirnya pulang lebih cepat ke Seattle. Setelah menempuh perjalanan panjang, Tessa kembali dikejutkan dengan kematian sang ayah setelah sembilan tahun berpisah dirumahnya. Hal tersebut membuat Tessa shock berat dan memilih untuk menyendiri, menjauhi semua orang termasuk Hardin.
Saat mendengar kabar tentang kematian ayahnya Tessa, Hardin ikut terkejut. Ia merasa gagal sebagai seorang pacar karena selalu tidak bisa hadir disaat Tessa membutuhkannya. Hardin pun langsung terbang dari London ke Seattle untuk menemui kekasihnya itu. Tapi setibanya di rumah, sahabat Tessa yaitu Landon (Chance Pedromo) melarang Hardin untuk menemui Tessa. Hardin sedih sekaligus marah pada dirinya sendiri saat melihat pacarnya sendiri tidak mau bertemu dengannya. Hardin pun jadi berfikir apakah dirinya layak menjadi pendamping hidup Tessa dengan sikapnya yang masih belum dewasa itu.
Tessa pun memutuskan untuk move-on dan berusaha ikhlas akan kematian ayahnya itu. Tessa ikut bersama Landon untuk pergi dari Seattle dan tinggal di New York sekaligus membuka lembaran baru. Tessa juga meminta Hardin untuk sementara waktu tidak menemui dirinya karena ingin hidup tenang. Selama berada di New York, Tessa bekerja paruh waktu sebagai pelayan restoran bersama dengan kekasih dari Landon yaitu Nora (Kiana Madeira). Selain itu, Tessa juga kembali dekat dengan Robert (Carter Jenkins) yang sempat ia temui saat berliburan dengan Landon dan Hardin di cottage.
Tessa dan Hardin kini mempunyai kesibukan masing-masing. Hardin melanjutkan pendidikannya ke universitas. Setelah berpisah selama berbulan-bulan, Hardin pergi ke New York untuk menemui Tessa. Pertemuan mereka berdua menjadi lebih baik setelah sekian lama berpisah. Namun cobaan kembali datang pada hubungan mereka saat Tessa mengetahui jika perjalanan cinta dirinya dengan Hardin itu dibuat menjadi sebuah jurnal dan buku novel oleh Hardin tanpa sepengetahuannya. Hardin menuliskan setiap hal dengan sangat detail termasuk tentang kematian ayah Tessa dan kondisi Tessa yang tidak bisa hamil. Tessa sangat kecewa hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Hardin.


#Review:
Drama toxic relationship yang sangat menyebalkan dari karakter Tessa dan Hardin kembali berlanjut di film keempatnya yang kali ini berjudul AFTER EVER HAPPY (2022). Dari pemilihan judul, seharusnya film ini menjadi ending sih bagi duo Tessa dan Hardin. Tapi kenyataannya? Sama sekali tidak pemirsa! Drama mereka terus berlanjut ke film kelimanya karena pada ending film ini, penonton disuguhi tulisan TO BE CONTINUED dengan judul AFTER EVERYTHING. Sungguh menyebalkan!


Untuk segi cerita, film AFTER EVER HAPPY (2022) melanjutkan segala macam pertengkaran antara Tessa dan Hardin yang gak kelar-kelar. Segala macam konflik dipaksakan banget untuk hadir dalam film ini. Jika dibuat simple, film ini tuh isinya cuma berantem > introspeksi diri > baikan > berantem > introspeksi diri > baikan. Gitu aja terus sampai film selesai dan TO BE CONTINUED. Toxic relationship mereka berdua sudah tidak obat, sampai-sampai tidak ada proses pendewasaan padahal sudah empat film loh ini. Sukses bikin kesal penonton sih asli. Selain itu, plot hole semakin melimpah dimana-mana. Emang ada ya orang yang mau melepas pekerjaan sebagai publisher terkenal dan berubah menjadi seorang pelayan restoran mewah? Duh benar-benar jauh dari kata rasional nih skenario film ini. Selain itu, Hardin yang selama ini tak pernah terlihat jago menulis dan pintar di sekolah tiba-tiba saja bisa menyelesaikan jurnal rangkuman perjalanan cintanya dengan Tessa lalu dijadikan novel dan laris manis? Bikin geleng-geleng kepala gak tuh!


Yang semakin parah dari film AFTER EVER HAPPY (2022) ini yaitu terulang kembali kejadian penggantian pemain seenak jidat. Pemeran karakter Christian Vance dan beberapa karakter lain diganti dengan aktor baru sehingga membuatku bingung. Jadi semakin sulit untuk menikmati cerita dan plot twist tidak rasional dalam film ini. Kenapa sih harus bongkar pasang pemain segala? Bukannya proses shooting film ini dilakukan back to back dengan film AFTER WE FELL (2021) ya?
Overall, AFTER EVER HAPPY (2022) semakin menjerumuskan franchise film ini sebagai salah satu franchise film terburuk yang pernah dibuat Hollywood. 



[3/10Bintang]

Rabu, 07 September 2022

[Review] Where The Crawdads Sing: Kisah Gadis Rawa Yang Berusaha Hidup Bahagia!



#Description:
Title: Where The Crawdads Sing (2022)
Casts: Daisy Edgar-Jones, Taylor John Smith, Sam Anderson, Harris Dickinson, Michael Hyatt, Sterling Macer, David Strathairn, Garrett Dillahunt, Ahna O'Rilley, Eric Ladin
Director: Olivia Newman
Studio: Columbia Pictures, Hello Sunshine, Sony Pictures


#Synopsis:
Sejak kecil, Kya Clark (Daisy Edgar-Jones) hidup seorang diri ditengah rawa-rawa di wilayah Barkley Cove, Carolina Utara. Sang ibu dan keempat saudaranya memutuskan untuk kabur dari rumah karena mereka sudah sangat muak dengan tingkah laku sang ayah yang kasar. Sebagai anak yang paling kecil, Kya tidak berani untuk kabur. Ia memilih untuk tetap bersama dengan ayahnya, dan selalu berharap jika sang ayah suatu saat nanti berubah menjadi baik. Tapi harapan Kya itu pupus setelah sang ayah pergi meninggalkannya seorang diri di rumah.



Untuk bertahan hidup, Kya sering mencari kerang di rawa dan menjualnya ke toko kelontong milik pasangan suami istri Mabel (Michael Hyatt) dan James Madison (Sterling Macer). Melihat kondisi Kya yang ditelantarkan oleh keluarganya membuat mereka berdua kasihan. Keduanya pun sering membantu Kya dengan memberikan beberapa pakaian dan benda-benda bekas yang masih layak digunakan.
Suatu ketika, James meminta Kya untuk pergi ke kota dan masuk ke sekolah yang ada disana. Namun sayang, Kya malah mendapat perlakuan bully dan dianggap sebagai Gadis Rawa (Marsh Girl) yang kotor dan tidak cocok untuk berada di kota. Hal tersebut membuat Kya sakit hati dan sedih. Ia pun kapok untuk beradaptasi dengan orang asing dan memilih kembali belajar dari hutan. Selama mempelajari makhluk hidup di rawa, Kya tak sengaja bertemu dengan seorang pria bernama Tate Walker (Taylor John Smith). 



Pertemuan mereka berdua terus berlanjut hingga keduanya beranjak remaja. Kebersamaan yang terjalin diantara keduanya memberikan manfaat yang luar biasa untuk Kya. Tate membantu Kya belajar cara menulis, menggambar dan membaca. Perlahan tapi pasti Kya semakin giat untuk menulis tentang alam yang selama ini sudah menjadi temannya. Selain itu, Tate dan Kya pun terjebak pada perasaan cinta dan suka satu sama lain.
Disaat perkembangan Kya semakin meningkat, Kya malah mengalami patah hati disaat Tate meminta izin untuk pergi demi mengejar pendidikan kuliahnya di luar kota. Tate berjanji akan selalu mengingat dan pulang setiap libur untuk bertemu dengan Kya. Setiap akhir bulan Kya selalu menunggu kedatangan Tate tapi hasilnya sia-sia. Kya sangat sedih dan memutuskan untuk tidak lagi memikirkan Tate.



Seiring berjalannya waktu, seorang pria muda lainnya yaitu Chase Andrew (Harris Dickinson) tak sengaja bertemu dengan Kya dan mengajaknya berkenalan. Pertemuan itu membuat Kya akhirnya memberikan kesempatan untuk membuka hati pada orang lain. Mereka berdua pun resmi menjalin hubungan asmara. Hubungan keduanya pun nampak harmonis dan bahagia. Namun semakin lama bersama dengan Chase, Kya merasa banyak sekali perbedaan akan sikap pacarnya itu. Chase yang tidak satu selera dengan Kya dan terkesan seperti memanfaatkan kepolosan Kya.
Keadaan semakin rumit disaat Chase ditemukan tewas tak jauh dari rumah Kya. Semua orang langsung menuduh jika Gadis Rawa alias Kya lah pelaku pembunuhan Chase. Kya pun ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian. Kya terancam hukuman mati atau seumur hidup jika terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Chase.



Selama masa persidangan, pengacara dari keluarga Chase sangat yakin jika Kya pelakunya. Mereka berusaha menemukan bukti yang kuat dan mengarah pada Kya. Namun Kya memilih untuk diam karena memang dirinya tidak membunuh Chase. Dengan dibantu pengacara Tom (David Strathairn), ia berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan Kya dari tuduhan pembunuhan itu. Lalu siapakah pelaku pembunuhan Chase? Apakah Kya atau orang-orang yang ada disekitar Kya?


#Review:
Novel populer karya penulis Delia Owens yang berjudul WHERE THE CRAWDADS SING diadaptasi menjadi film layar lebar oleh Columbia Pictures. Film yang dibintangi Daisy Edgar-Jones itu tayang di bioskop Amerika pada Juli lalu dan akan segera tayang di bioskop Indonesia pada September ini.


Untuk segi cerita, film WHERE THE CRAWDADS SING (2022) mengajak penonton untuk mengikuti kisah pilu seorang gadis bernama Kya yang tinggal di pinggiran rawa-rawa dan harus bertahan hidup menghadapi kejamnya dunia. Alur cerita yang dihadirkan oleh Olivia Newman dibuat maju mundur dan berjalan cukup pelan. Meskipun tidak linear, filmnya masih bisa enak kok untuk dinikmati. Paruh awal film, penonton pasti bakal merasakan sedih, sakit hati dan nyesek melihat Kya yang masih anak-anak harus hidup mandiri, ditinggal pergi oleh keluarganya, mendapatkan perlakuan bully karena tinggal di rawa-rawa dan dianggap bodoh oleh orang-orang kota. Seiring berjalannya waktu, Kya bertemu dengan Tate yang mengajarinya banyak hal. Sekilas kehidupan Kya si Gadis Rawa ini mengingatkanku akan kisah Tarzan namun versi lembut hehehe. Yang menarik, penulis naskah melakukan build-up karakter Kya menjadi lebih baik lewat apa yang sudah dia pelajari bersama Tate namun tetap tidak meninggalkan naluri liarnya sebagai Gadis Rawa. Alur cerita semakin complicated disaat Kya mengalami rasa cinta dan patah hati saat menjalani hubungan asmara dengan Tate dan juga Chase. Harus diakui sih, perlakuan kedua karakter pria dalam film ini emang nyebelin semua sih. Tak heran jika Kya memendam amarah dan kekecewaan pada dua lelaki tersebut karena memiliki perilaku yang amat menyakitkan. Plot mengenai misteri penemuan mayat salah satu karakter juga cukup berhasil memancing penasaran akan siapa pelakunya. Namun jika penonton jeli, sejak paruh awal film sudah bisa ditebak kok si pelaku. Baru kali ini merasa lega sih akan kasus pembunuhan dan mendukung yang dilakukan oleh tersangka! Hahaha.


Untuk jajaran pemain, performance Daisy Edgar-Jones dan Jojo Regina yang memerankan Kya versi anak-anak dan remaja tampil sangat memukau! Keduanya bisa membuat penonton terus bersimpati kepada karakter Kya. Selain itu, eksplorasi hobi dari Kya yang sangat menyukai rawa-rawa dan makhluk hidup terbilang bagus! Chemistry asmara dengan Taylor John Smith dan Harris Dickinson juga beliveable. Endingnya asyik dan cakep sih! Till death do us apart banget!
Untuk urusan visual, WHERE THE CRAWDADS SING (2022) cukup cantik menangkap keindahan rawa-rawa yang menjadi lokasi pengambilan film ini. Nuansa tahun 60an nya juga bisa dirasakan oleh penonton. Soundtrack lagu berjudul 'Carolina' yang dinyanyikan dan dibuatkan khusus oleh Taylor Swift untuk film ini sangat cocok dan masuk ke dalam karakter Kya. Overall, film WHERE THE CRAWDADS SING (2022) tampil cukup oke dan tidak terlalu buruk-buruk amat, masih enjoyable dan menarik berkat performance Daisy Edgar-Jones!


[7.5/10Bintang]

Jumat, 19 Agustus 2022

[Review] 12 Cerita Glen Anggara: Ketika Rasa Simpati Berubah Menjadi Rasa Cinta!



#Description:
Title: 12 Cerita Glen Anggara (2022)
Casts: Junior Roberts, Prilly Latuconsina, Angga Yunanda, Adhisty Zara, Abun Sungkar, Dannia Salsabilla, Alya Rohali, Imelda Therinne, Marcelino Lefrandt, Anantya Rezky, Rendi Khrisna, Ersa Mayori, Hesti Purwadinata
Director: Fajar Bustomi
Studio: Falcon Pictures, Starvision Plus


#Synopsis:
Setelah lulus sekolah dari SMA Arwana, Glen Anggara (Junior Roberts) memutuskan untuk hidup santai dan bersenang-senang saja ketimbang harus melanjutkan pendidikan kuliah. Ia ingin istirahat sejenak dari segala macam kegiatan belajar meskipun sang ibu (Imelda Therinne) terus memaksa Glen agar kuliah seperti kedua sahabatnya yaitu Iqbal (Angga Yunanda) dan Rian (Abun Sungkar).




Suatu hari disaat Glen dan kedua temannya nongkrong di cafe, tiba-tiba kedatangan Shena (Prilly Latuconsina) dan meminta Glen untuk menjadi pacarnya. Mendengar hal tersebut membuat ketiganya terkejut. Glen menolak tawaran tersebut dengan alasan masih nyaman jomblo. Iqbal dan Rian pun tidak bisa karena mereka sudah punya pasangannya masing-masing. Iqbal dan Rian menyayangkan sikap Glen yang menolak untuk berpacaran karena selama mereka sekolah, mereka tahu jika Glen diam-diam mengagumi Shena yang merupakan mantan ketua OSIS.
Suatu hari disaat Glen sedang mengantar ayahnya ke rumah sakit, ia tak sengaja melihat Shena. Ia pun diam-diam mengikuti Shena yang berjalan menuju rooftop rumah sakit. Saat berada disana, keduanya kembali bertemu. Glen meminta Shena untuk tidak bunuh diri. Setelah terjadi kesalahpahaman, tiba-tiba saja Shena terjatuh dan tak sadarkan diri. Glen pun segera menolong Shena dan membawanya turun ke bawah.



Usai Shena dibawa oleh perawat, Glen pun mengetahui jika Shena menderita gagal ginjal. Sudah beberapa bulan terakhir Shena rutin menjalani cuci darah di rumah sakit tersebut agar bisa bertahan hidup. Mendengar kenyataan tersebut membuat Glen langsung bersimpati pada Shena. Ia pun memutuskan untuk bersedia menjadi pacar Shena dan mewujudkan 12 keinginan Shena. Kehadiran Glen di hidup Shena membuat ibu dari Shena (Alya Rohali) sangat senang karena bisa melihat anak kesayangannya itu kembali tersenyum.
Setelah kondisinya semakin fit, Shena diizinkan untuk pulang dari rumah sakit. Glen pun bersedia menemani Shena dan mewujudkan keinginan-keinginan Shena yang masih tersisa.



Seiring berjalannya waktu, perasaan yang awalnya hanya sebatas simpati berubah menjadi cinta. Glen dan Shena merasakan ada cinta diantara mereka. Namun Shena berusaha menyangkal hal tersebut karena ia sudah tahu akan nasib hubungan mereka kedepannya. Shena juga mengambil keputusan yang cukup berat pada tiga permintaan terakhirnya itu.



Permasalahan semakin rumit disaat Rian, Iqbal, Acha (Adhisty Zara) dan Manda (Dannia Salsabilla) belum sepenuhnya merestui hubungan Glen dan Shena. Rian bahkan menganggap Glen hanya dimanfaatkan saja oleh Shena. Apakah hubungan Glen dan Shena bisa tetap berlanjut dan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya?


#Review:
Falcon Pictures dan Starvision Plus nampaknya semakin serius untuk menggarap Mariposa Cinematic Universe. Setelah kisah Iqbal dan Acha yang sukses diangkat ke layar lebar, kali ini giliran cerita dari karakter Glen Anggara dibuat film sendirinya. Film yang diadaptasi dari Novel karya Luluk HF ini menyoroti kehidupan karakter Glen setelah lulus sekolah. Aku suka bagaimana Alim Sudio dan Fajar Bustomi melakukan development character Glen yang meskipun terlahir dari keluarga mapan, rupa yang tampan namun tidak memiliki ketertarikan untuk mengejar pendidikan lebih lanjut. Alasan Glen ternyata cukup sederhana dan bisa related dengan siapapun, yang merasa lelah jika harus kembali belajar setelah lulus sekolah SMA hahaha


Pada paruh awal film, plot berjalan penuh dengan warna dan pastinya menghibur para penonton. Elemen komedi yang ada dalam film 12 CERITA GLEN ANGGARA (2022) masih berada satu jalur dengan film MARIPOSA (2020) sehingga akan mudah dibuat tertawa melihat kekocakan yang ditampilkan oleh Glen dan orang-orang disekitarnya. Plot mengenai 12 permintaan Shena yang berusaha diwujudkan Glen awalnya klise banget. Reaksi para sahabat Glen yang menganggap hal itu hanya memanfaatkan Glen saja juga bisa banget untuk dimaklumi. Namun disisi lainnya, 12 permintaan tersebut secara tidak langsung turut membawa perubahan pada diri Glen. Tiga permintaan terakhir yang tampil pada third-act film ini tampil cukup mengejutkan dan tak terduga. Meskipun endingnya sudah bisa ditebak dengan mudah, namun sang sutradara menyajikan film bertema penyakit kali ini tidak over dramatisir seperti film-film bertema penyakit pada umumnya. Untuk urusan menguras emosi dan air mata penonton, plot hubungan ibu dan anak antara Shena dengan ibunya menjadi elemen paling oke dalam film ini.
Yang sedikit mengganjal bagiku di film ini yaitu minimnya eksplorasi orang-orang disekitar Shena selain ibunya. Apakah Shena tidak mempunyai teman satu angkatan, padahal dia pernah menjabat ketua OSIS? Andai saja ada penambahan satu karakter sebagai teman sebaya dari Shena, bisa menjadi insight menarik selain dari perspektif sahabat-sahabat Glen mengenai 12 permintaan yang diajukan Shena.


Untuk jajaran pemain, penampilan Junior Roberts surprisingly bisa menghidupkan karakter Glen Anggara dengan sangat mempesona. So far ini yang terbaik sih dari filmography nya Junior Roberts. Chemistry yang ia build-up bersama Prilly bisa terasa oleh penonton. Apalagi saat adegan-adegan yang menuntut keduanya menangis, feelnya mantep banget! Penampilan Prilly si 'Ratunya Web Series' juga tidaklah buruk disini. Chemistry yang ia bangun bersama Alya Rohali selalu berhasil membuatku tersentuh. Namun yang sedikit membuatku kurang sreg mungkin karakter Shena terlalu dibuat kaku dan dewasa sehingga terasa jomplang saat dipertemukan dengan Iqbal, Acha, Manda dan Rian. Sepertinya Prilly memang sudah saatnya untuk pensiun menerima tawaran yang mengharuskan dirinya memerankan karakter usia remaja. Penampilan mencuri perhatian di film 12 CERITA GLEN ANGGARA (2022) tentu saja datang dari Imelda Therinne dan juga Adhisty Zara. Keduanya begitu ekspresif lewat serangkaian dialog serta gesture yang menarik perhatian penonton.
Untuk segi visual, film 12 CERITA GLEN ANGGARA (2022) cukup colorful dengan pemilihan warna outfit yang catchy. Tone warna pada artistik dan sinematografi juga terasa sangat ditonjolkan banget disepanjang durasi film. Bahkan rumah sederhana dan gang rumah karakter Shena terasa sangat aesthetic sekali. Naksir banget dengan outfit yang dipakai oleh Glen! Overall, film 12 CERITA GLEN ANGGARA (2022) menjadi pembuktian jika Mariposa Cinematic Universe itu memiliki kekuatan tersendiri dan bisa tampil maksimal seperti film pertamanya.


[8/10Bintang]

Minggu, 29 Mei 2022

[Review] Wedding Agreement The Series: Reboot Terbaru Kisah Cinta Btari & Bian!



#Description:
Title: Wedding Agreement The Series - First Season (2022)
Casts: Indah Permatasari, Refal Hady, Susan Sameh, Wafda Saifan, Zsa-Zsa Utari, Chantiq Schagerl, Bucek Deff, Unique Priscilla, Mathias Muchus, Cut Mini, Naufal Samudra, Christoffer Nelwan, Yati Surachman, Aliyah Faziah, Joshua Pandelaki, Uli Herdinansyah
Director: Archie Hekagery
Studio: Starvision Plus, Disney Plus Hotstar Indonesia



#Synopsis:
Menjelang hari pernikahannya, Biantara (Refal Hady) merasa tidak ikhlas karena dijodohkan dengan wanita pilihan kedua orangtuanya. Bian masih mencintai pacarnya yaitu Sarah (Susan Sameh). Namun Bian malah menikahi anak dari sahabat sang ibu yaitu Btari Hapsari (Indah Permatasari). Setelah melewati proses akad dan resepsi pernikahan, Bian dan Btari kini tinggal satu rumah bersama.
Berharap menjadi keluarga yang bahagia, Btari justru mendapatkan surat perjanjian pernikahan dari Bian. Ia mengaku terpaksa menikah dengan Btari dengan alasan demi membahagiakan orangtuanya. Bian pun memberikan jangka waktu satu tahun untuk bersama dengan Btari. Setelah itu, mereka harus sepakat untuk bercerai. Mendengar hal tersebut membuat Btari bersedih. Namun ia memilih untuk tidak terpuruk, melainkan tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yang baik karena menikah itu merupakan ibadah bagi Btari.
Hari demi hari terus berlalu, sikap Bian masih sama. Segala kebaikan Btari sebagai istri selalu disepelekan olehnya. Bian masih berharap istrinya itu adalah Sarah. Bian dan Sarah pun diam-diam masih sering bertemu. Kesabaran dari Btari pun ada batasnya, suatu ketika Sarah mengalami kecelakaan. Sarah meminta Bian untuk datang menjenguknya. Bian dan Btari pun segera pergi ke rumah sakit. Btari lebih memilih untuk menunggu diluar saja. Saat melihat dari balik pintu, Btari terkejut dan sakit hati melihat suaminya itu masih saja memperdulikan Sarah. Btari mulai goyah dan berpikir apakah rumah tangganya bersama Bian masih bisa dipertahankan atau lebih baik untuk bercerai. Keesokan harinya, Btari memutuskan untuk pulang ke rumah Bude (Cut Mini) dan Pakde (Mathias Muchus) untuk menenangkan pikiran dan hatinya. Sebelum pergi meninggalkan rumah, Btari mengungkapkan bahwa ia jatuh cinta pada Bian. Ia pun bingung dengan perasaannya itu. Mendengar hal tersebut membuat Bian menjadi kepikiran dan setelah perginya Btari dari rumah, Bian merasakan kesepian. Tak hanya itu saja, sikap Bian pada Sarah pun kini menjadi biasa saja dan tak ada rasa sayang lagi.
Beberapa hari kemudian, disaat Btari pergi dari rumah Bude dan Pakde, Bian kebingungan mencari istrinya itu. Sahabat dari Btari yaitu Ami (Zsa-Zsa Utari) akhirnya memberitahu Bian jika Btari sedang dalam perjalanan menuju pengadilan agama. Bian pun segera pergi menyusul Btari untuk meminta maaf dan menjelaskan tentang hubungannya dengan Sarah yang kini sudah tidak sama lagi.
Sarah pun akhirnya memilih untuk menerima lamaran Aldi (Wafda Saifan) dan langsung menggelar resepsi pernikahan. Melihat Sarah yang kini sudah menikah dengan orang lain membuat Btari lega. Hubungan antara Btari dan Bian juga mulai mencair dan memperlihatkan rasa sayang satu sama lain.
Seiring berjalannya waktu, rumah tangga Bian dan Btari kembali diuji cobaan. Rafa (Ibrahim Risjad) teman semasa kuliah Btari tiba-tiba muncul. Selain itu, kecelakaan menimpa Aldi dan Sarah saat keduanya sedang bertengkar dalam mobil. Setelah dilarikan ke rumah sakit, Aldi mengalami koma dan saat siuman, ia hanya meminta Bian untuk menjaga Sarah. Setelah itu, Aldi meninggal dunia. Kepergian Aldi membuat Sarah terpuruk. Btari pun mengizinkan Bian untuk menemani Sarah. Namun Bian menolak karena ingin menghargai perasaan istrinya itu.
Waktu terus bergulir, disaat Btari membuka usaha tokonya, Rafa terus berusaha mendekatinya. Rafa berjanji akan membahagian Btari jika keduanya menikah. Rafa melihat hubungan rumah tangga Btari dan Bian itu tidak bahagia. Permasalahan kembali muncul karena diam-diam Bian sering menemui Sarah tanpa sepengetahuan Btari. Akankah kali ini Btari benar-benar berpisah dengan Bian?



#Review:
Rumah produksi Starvision Plus mengambil langkah yang cukup mengejutkan dengan menghadirkan reboot film WEDDING AGREEMENT (2019) menjadi sebuah serial OTT! Versi serial drama rumah tangga Bian dan Btari ini tayang di Platform Streaming Disney Plus Hotstar Indonesia mulai 25 Maret dan berakhir pada 27 Mei 2022.


Untuk segi cerita, serial ini memang sama persis dengan versi filmnya. Empat episode awal benar-benar dibuat ulang dan tidak memiliki sesuatu hal yang baru. Memasuki episode kelima, serial ini barulah mulai memperdalam backstory dari masing-masing karakter. Keputusan film WEDDING AGREEMENT (2019) dijadikan sebuah serial adalah keputusan yang tepat! Sang sutradara jadi lebih leluasa untuk mengeksplor backstory dari setiap karakter yang ada. Development story dari karakter Sarah juga jauh lebih baik ketimbang dalam versi filmnya. Selain itu, serial ini memiliki segudang moment genit yang menggemaskan antara Bian dan Btari. Beberapa adegan mereka berdua bahkan sering viral di sosial media. Sosok Bian juga semakin fenomenal dan sudah setara dengan Mas Aris nya Reza Rahadian.


Namun yang cukup disayangkan mungkin pada tiga episode terakhir, serial ini terlalu dibuat dramatis banget dan semakin terasa terlalu dipanjang-panjangkan. Sebetulnya 5 sampai 6 episode saja sudah sangat cukup. Kehadiran karakter baru yang diperankan Ibrahim Risjad juga tidak begitu spesial. Konflik antara Bian dan Btari tentang Sarah terus saja berulang dan membuatku capek melihatnya. Subplot para pemain pendukung menjadi daya tarik tersendiri dalam serial ini. Kisah cinta Ami dengan Agung dan Kinan dengan Karli bisa menjadi selingan yang menghibur ditengah drama Bian dengan Btari.
Overall, WEDDING AGREEMENT THE SERIES (2022) memang berhasil tampil jauh lebih detail dibandingkan versi filmnya meskipun beberapa konflik yang hadir terasa monoton dan itu-itu saja. Yuk nonton semua episode lengkapnya hanya di Disney Plus Hotstar Indonesia!



[8/10Bintang]

Selasa, 17 Mei 2022

[Review] Firestarter: Kisah Bocah Super Yang Memiliki Kekuatan Api Dalam Tubuhnya


#Description:
Title: Firestarter (2022)
Casts: Ryan Kiera Amstrong, Zac Efron, Sydney Lemmon, Kurtwood Smith, John Beasley, Michael Greyeyes, Gloria Reuben
Director: Keith Thomas
Studio: Universal Pictures, Blum House Productions, Peacock, UIP Movies


#Synopsis:
Charlie McGee (Ryan Kiera Amstrong), seorang anak perempuan yang dianggap aneh dan sering dibully oleh teman-temannya. Hal tersebut beralasan karena Charlie tak pernah hidup bersosialisasi dan dilarang menggunakan gadget oleh kedua orangtuanya yaitu Andy McGee (Zac Efron) dan Victoria McGee (Sydney Lemmon). Suatu hari, disaat Charlie ingin mencoba main basket, salah satu temannya membuat Charlie malu sekaligus emosi di lapangan. Ia pun hanya bisa menahan emosinya lalu pergi untuk menenangkan diri. Namun sayang, emosi Charlie tak kunjung reda hingga akhirnya ia mengeluarkan kekuatan bara api serta ledakan dahsyat dan menghebohkan sekolah.


Kejadian tersebut membuat pihak sekolah memanggil kepolisian dan juga Andy untuk menanyakan perihal apa yang sebenarnya dilakukan Charlie hingga menimbulkan ledakan dahsyat di toilet. Andy pun berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi tentang kekuatan api yang dimiliki sang anak agar tidak diamankan oleh pihak kepolisian.


Seiring berjalannya waktu, kejadian yang menghebohkan itu menjadi perhatian bagi organisasi eksperimental bernama The Shop. Jane Hollister (Gloria Reuben) selaku pimpinan The Shop mengutus John Rainbird (Michael Greyeyes) untuk menangkap Charlie karena kekuatannya bisa semakin tidak terkendali jika dibiarkan begitu saja. Hollister dan Dr. Joseph Walness (Kurtwood Smith) sebagai pencipta obat kimia Lot-6 akan memanfaatkan kekuatan dahsyat dari Charlie untuk menyempurnakan Lot-6.



Melihat keadaan menjadi kacau membuat Andy dan Victoria harus berusaha sekuat tenaga melindungi anak mereka dari incaran The Shop. Keduanya pun terpaksa menggunakan kekuatan super mereka untuk melindungi Charlie, karena Andy dan Victoria sendiri merupakan korban eksperimental obat kimia Lot-6 di The Shop. Akankah Charlie bisa terbebas dari incaran The Shop meskipun harus merelakan kepergian kedua orangtuanya?


#Review:
Universal Pictures dan Blum House Productions menghadirkan sebuah film remake terbaru yang diadaptasi dari film klasik dan novel populer karya Stephen King berjudul FIRESTARTER (2022). Untuk versi film klasiknya sendiri dirilis pada tahun 1984 silam dan respon para penonton terhadap film klasiknya sendiri terbilang jauh dari kata memuaskan. Entah mengapa Universal dan Blum House begitu tertarik menggarap ulang film ini, padahal novel-novel Stephen King masih banyak banget yang belum diangkat ke film layar lebar.


Untuk segi cerita, premis film FIRESTARTER (2022) langsung mengingatkanku pada film BRIGHTBURN (2019) yang sama-sama mengisahkan bocah cilik memiliki kekuatan super dalam tubuhnya. Pada film ini, cerita asal muasal kekuatan super milik Charlie dan kedua orangtuanya berasal dari hasil eksperimen sebuah organisasi. Ide tersebut kembali mengingatkanku akan Mutants yang eksis di franchise film X-Men. Namun sayang, alur cerita dibuat sangat predictable dan membosankan. 


Kesederhanaan cerita film FIRESTARTER (2022) semakin bikin ngantuk karena tidak memiliki sesuatu hal yang menarik perhatian. Chemistry antar karakter nya pun tidak kuat dan sangat terlihat jika mereka sedang berakting. Keith Thomas terlalu bermain aman dan tidak menghadirkan suatu hal yang baru dalam FIRESTARTER (2022) versi terbaru ini. Untuk visual efek yang dihadirkan pun tidak terlalu menonjol karena basic genre yang dihadirkan film ini lebih ke horror science fiction. Namun intens horrornya juga nanggung banget. Sosok Charlie McGee yang memiliki kekuatan Pyrokinesis juga tidak berhasil menampilkan sosok seram seperti Brandon Beyer dalam film BRIGHTBURN (2019).
Overall, film FIRESTARTER (2022) bisa jadi salah satu film adaptasi novel Stephen King yang membosankan dan forgettable, meskipun memiliki potensi yang cukup oke untuk dikembangkan lebih besar lagi


[4/10Bintang]

Senin, 28 Maret 2022

[Review] Death On The Nile: Detektif Poirot Kembali Beraksi Mengungkap Kasus Pembunuhan Di Kapal Pesiar!


#Description:
Title: Death On The Nile (2022)
Casts: Kenneth Branagh, Tom Bateman, Gal Gadot, Armie Hammer, Emma Mackey, Annette Bening, Letitia Wright, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Rose Leslie, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders, Ann Turkel
Director: Kenneth Branagh
Studio: 20th Century Studios, TSG Entertainment


#Synopsis:
Setelah berhasil memecahkan teka-teki pembunuhan di Orient Express, Detektif Hercule Poirot (Kenneth Branagh) akhirnya tiba di London. Suatu malam, Poirot menghabiskan waktunya menyaksikan pertunjukan penyanyi Salome Ottorbourne (Sophie Okonedo) di sebuah club terkenal yang ada disana.


Sambil menikmati cemilan dan hidangan cafe, Poirot melihat sepasang kekasih yaitu Jacqueline De Bellefort (Emma Mackey) dan Simon Doyle (Armie Hammer) yang sedang asyik berdansa dengan penuh gairah. Aura cinta keduanya begitu terpancar kuat dan langsung mengingatkan akan kisah cinta dirinya dengan mendiang sang kekasih yaitu Katherine (Susannah Fielding). Kemeriahan pesta di club semakin semarak dengan kedatangan Linnet Ridgeway (Gal Gadot) yang merupakan anak tunggal konglomerat terkenal di Eropa. Linnet sendiri merupakan sahabat dari Jacqueline yang sudah dianggap seperti saudaranya sendiri.


Enam minggu kemudian, Poirot memutuskan untuk berliburan ke Mesir sekaligus bertemu dengan teman lamanya yaitu Bouc (Tom Bateman). Ia pun mengenalkan sang ibu yaitu Euphemia (Annette Bening) yang mempunyai hobi melukis. Mereka bertiga kemudian bersiap-siap untuk menghadiri acara Honeymoon Trip dari pasangan suami istri yang baru saja menikah yaitu Simon dan Linnet. Poirot sangat terkejut melihat Simon yang malah menikah dengan Linnet. Padahal saat di London, Simon masih menjalin hubungan asmara dengan Jacqueline.


Acara liburan tersebut pasangan Simon dan Linnet turut mengundang kolega terdekatnya yaitu: Salome Ottorbourne, Dokter Linus Windlesham (Russell Brand), Asisten sekaligus staff keuangan Andrew Katchadourian (Ali Fazal), Ibu tiri Linnet yaitu Marie Van Schuyler (Jennifer Saunders) perawat pribadinya, Mrs. Bowers (Dawn French), lalu ada Rosalie Ottorbourne (Letitia Wright) teman sekelas Linnet yang merupakan keponakan dari Salome dan yang terakhir Louise Bourget (Rose Leslie) pelayan pribadi dari Linnet. Poirot pun merasa sangat senang mendapat kesempatan untuk berlibur di Mesir tanpa harus menjalani profesinya sebagai seorang detektif.



Selama di Mesir, rombongan Honeymoon Trip ini akan menyusuri Sungai Nil menggunakan kapal pesiar bernama KARNAK sambil mengunjungi beberapa situs peninggalan kuno yang ada disana.
Saat semua rombongan masuk ke kapal, diam-diam Linnet menghampiri Poirot. Ia merasa was-was kepada semua orang yang ada di rombongan. Linnet meminta Poirot untuk melindungi dirinya dan sang suami selama berliburan, karena ia takut akan kehadiran Jacqueline yang selalu saja membuntuti kemanapun mereka pergi.
Kekhawatiran Linnet itu terbukti. Sosok Jacqueline tiba-tiba saja muncul di kapal. Setelah ditelusuri, Jacqueline diizinkan untuk masuk ke kapal pesiar karena sudah menyewa satu kamar disana. Linnet dan Simon pun merasa terancam dengan kehadiran Jacqueline. Poirot pun berusaha untuk mendekati Jacqueline dan menanyakan alasan perihal dirinya yang selalu membuntuti kemanapun Linnet dan Simon pergi. Namun sayang, aksi Poirot tersebut membuat Jacqueline kesal. Ia pun menunjukkan sebuah pistol agar Poirot tak lagi menanyakan hal-hal aneh pada dirinya.


Kemunculan Jacqueline di kapal membuat Simon semakin kesal pada mantan kekasihnya itu. Ia pun marah dan memaksa Jacqueline untuk tidak lagi membuntuti dirinya bersama sang istri. Namun sayang, hal tersebut membuat Jacqueline semakin emosi hingga akhirnya menembak kaki Simon. Kejadian itu membuatnya histeris dan mengundang kepanikan semua orang yang ada di kapal. Jacqueline pun dibawa oleh Mrs. Bowers dan Ibu Marie untuk meredam kepanikannya. Sementara itu, Dokter Linus dan Bouc berusaha untuk mengobati luka tembak yang ada di kaki Simon.


Waktu terus bergulir, Honeymoon Trip pasangan Simon dan Linnet diatas kapal pesiar KARNAK dikejutkan dengan tiga kematian tak terduga. Semua orang yang tersisa di kapal tersebut kini berpotensi menjadi tersangka atas pembunuhan tersebut. Hercule Poirot mau tak mau harus segera memecahkan misteri dan mengungkap siapa pelaku pembunuhan diatas kapal pesiar KARNAK itu.



#Review:
Setelah tayang di bioskop pada Februari lalu, akhirnya film DEATH ON THE NILE (2022) kini sudah bisa disaksikan di platform streaming Hulu mulai 29 Maret 2022. Kisah Detektif Hercule Poirot yang diadaptasi dari Novel Series karya Agatha Christie ini kembali berlanjut usai tampil perdana di film MURDER ON THE ORIENT EXPRESS (2017) yang cukup berhasil menuai respon positif dari para penggemar film.


Untuk segi cerita, film DEATH ON THE NILE (2022) masih berkutat pada aksi Poirot dalam memecahkan kasus pembunuhan yang tersangkanya cukup sulit untuk ditebak. Tema Whodunit (Who Has Done It) yang menjadi ciri khas dari novel series Agatha Christie ini selalu berhasil memancing rasa penasaran penonton dan ikut menebak-nebak tentang siapa pelakunya. Pada kasus DEATH ON THE NILE (2022), Kenneth Branagh yang berperan ganda sebagai aktor sekaligus sutradara ini memberikan teka-teki kasus pembunuhan yang cukup mudah untuk diikuti. Sejak kasus ORIENT EXPRESS (2017), Karakter yang dihadirkan selalu bejibun, namun tak membuat Branagh kesulitan untuk mengeksplorasi tiap karakternya. Lewat film ini juga penonton jadi tahu tentang asal-usul kumis ikonik dari karakter Hercule Poirot. Selain itu, hal menarik lain yang ada dalam film ini yaitu eksplorasi cerita tentang percintaan tersaji cukup mendalam lewat kisah cinta segitiga Linnet, Simon dan Jacqueline. Orang-orang disekitarnya pun memang mempunyai alasan yang kuat untuk membunuh tiga orang yang menjadi korban. Namun kecurigaan dan dugaanku masih terbukti salah besar saat karakter Hercule Poirot berhasil spill the tea pelakunya.


Untuk jajaran pemain, performance Armie Hammer dan Gal Gadot sebagai pasangan penuh gairah tampil manis dan mengagumkan. Visual keduanya memang terlihat sempurna dan sangat ideal. Yang berhasil mencuri perhatian selanjutnya yaitu Emma "Maeve" Mackey yang berperan sebagai Jacqueline. Dengan potongan rambut bob warna cokelat tua nampak semakin cantik dan berhasil menghidupkan sosok Jacqueline yang tersakiti karena ditikung sahabatnya sendiri. Penampilan Russell Brand juga surprisingly bikin aku pangling! Jajaran pemain pendukung lainnya tidak ada yang tampil mengecewakan namun aku masih lebih suka ensemble casts ORIENT EXPRESS (2017) ketimbang yang sekarang. 
Untuk segi visual, film DEATH ON THE NILE (2022) memang jauh lebih megah dari film pertamanya. Meskipun penuh dengan efek CGI, namun hasilnya tidak mengecewakan. Visual suasana Egyptian sangat meyakinkan, indah dan sukses membawa penonton seperti ikut berlayar naik kapal pesiar mewah KARNAK.
Overall, film DEATH ON THE NILE (2022) cukup sukses menghadirkan film bertema Whodunit dengan jalan cerita yang tidak terlalu rumit namun tetap memberi kejutan saat misterinya terkuak! Segera tayang hanya di Disney Plus Hotstar Indonesia!


[8/10Bintang]