Selasa, 14 Desember 2021

[Review] Antlers: Mitos Makhluk Misterius Di Oregon Yang Menjadi Kenyataan



#Description:
Title: Antlers (2021)
Casts: Keri Russell, Jesse Plemons, Jeremy T. Thomas, Graham Greene, Scott Haze, Rory Cochrane, Amy Madigan, Cody Davis, Sawyer Jones, Jake T. Roberts
Director: Scott Cooper
Studio: TSG Entertainment, Searchlight Pictures


#Synopsis:
Lucas Weaver (Jeremy T. Thomas) dikenal sebagai siswa yang pendiam dan tidak memiliki teman. Ia selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya terutama Clint (Cody Davis). Hal tersebut membuat guru mereka yaitu Julia Meadows (Keri Russell) berusaha untuk mendekati dan mengajak ngobrol Lucas tentang sikapnya yang pendiam dan jarang berbicara. Julia pun merasa sangat khawatir terhadap Lucas karena muridnya itu sering sekali melukis gambar-gambar cukup mengerikan di bukunya.


Julia pun meminta bantuan pada kakaknya yang berprofesi sebagai Sheriff yaitu Paul Meadows (Jesse Plemons) untuk mencari informasi seputar orangtua Lucas. Setelah ditelusuri, Lucas tinggal bersama dengan adik dan ayahnya. Sang ayah yang bernama Frank Weaver (Scott Haze) dikenal sebagai pengangguran dan sering mabuk-mabukan. Frank hanya hidup bertiga dengan Lucas dan Aiden (Sawyer Jone) setelah kematian sang istri. Mereka kini tinggal di sebuah rumah yang cukup jauh dari pemukiman warga sekitar.



Mendapat fakta seperti itu membuat Julia khawatir dan beranggapan bisa saja Lucas dan Aiden mengalami kekerasan dan eksploitasi oleh ayahnya itu. Ia pun melaporkan informasi tersebut kepada pihak kepala sekolah untuk meminta perlindungan untuk Lucas dan Aiden.



Sementara itu, setiap pulang sekolah Lucas selalu berburu hewan di hutan. Hasil tangkapannya itu selalu ia bawa ke rumah dan diberikan pada penghuni loteng yang selalu ia kunci dengan rapat. Siapakah penghuni loteng rumah Lucas? Akankah berkaitan dengan mitos dan urban legend yang sering diperbincangan secara turun temurun di kalangan warga lokal?


#Review:
Setelah penantian cukup panjang, akhirnya film ANTLERS (2021) yang diproduseri Guillermo Del Toro ini tayang juga di bioskop Amerika Serikat pada akhir Oktober dan segera rilis secara Digital Blu-Ray pada 21 Desember mendatang.



Untuk segi cerita, film ANTLERS (2021) mengisahkan tentang urban legend dari kutukan makhluk mitologi bernama Wendigo yang konon pernah ditemukan di daratan Kanada dan Amerika Utara. Ditangan sutradara Scott Cooper, urban legend Wendigo ini disajikan dengan perpaduan kisah yang diadaptasi dari cerita pendek Majalah Guernica berjudul The Quiet Boy. Harus diakui, film ANTLERS (2021) ini lebih menonjolkan drama dan atmosfer kelam disepanjang durasi film. Cooper nampak jelas ingin membangun cerita lebih baik ketimbang hanya mengobral jump scared khas film horror kebanyakan.


Satu persatu misteri dibalik pintu loteng Lucas pun terkuak dengan alur cerita yang tidak membosankan. Tak hanya itu saja, pendalaman cerita dari keluarga Lucas pun menurutku dieksekusi dengan sangat baik. Sehingga penonton bisa dengan mudah untuk bersimpati terhadap apa yang selama ini dilakukan oleh Lucas. Aku juga suka cara Scott Cooper yang menampilkan Wendigo nya hanya sebatas siluet, sekilas dan tidak eksis selalu menampakan diri sehingga membuat rasa penonton semakin meningkat. Kebrutalan yang dilakukan Wendigo pun tampil singkat namun bikin ngilu sebadan-badan. Autopsi korban keganasan Wendigo sumpah berhasil membuatku speechless.
Untuk jajaran pemain, aku lebih menyukai performa dari pemeran Lucas dan Aiden ketimbang orang dewasanya. Mereka jauh lebih berkesan dan berhasil meyakinkan penonton jika mereka memang saling menyayangi satu sama lain. Penampilan Keri Russell sebagai Julia sebetulnya tidak terlalu buruk. Namun sayang eksplorasi cerita keluarga mereka terasa datar. Chemistry yang ia bangun dengan karakter Lucas menurutku tidak terlalu meyakinkan.


Overall, film ANTLERS (2021) memang jauh lebih terasa seperti dongeng mitos ketimbang film horror. Tapi hal tersebut tak membuat film ini membosankan, justru selalu memancing rasa penasaran penonton tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.



[8/10Bintang]

Rabu, 08 Desember 2021

[Review] Yuni: Kisah Dilematis Seorang Remaja Perempuan Beranjak Dewasa



#Description:
Title: Yuni (2021)
Casts: Arawinda Kirana, Kevin Ardilova, Dimas Aditya, Neneng Risma Wulandari, Vania Aurell, Boah Sartika, Anne Yasmine, Asmara Abigail, Marissa Anita, Nazla Thoyib, Mian Tiara, Ayu Laksmi, Rukman Rosadi, Nova Eliza, Sekar Sari, Muhammad Khan
Director: Kamila Andini
Studio: Fourcolours Films, Starvision Plus, Akanga Film Asia


#Synopsis:
Yuni (Arawinda Kirana) dikenal sebagai siswi paling pintar di kelasnya. Bahkan salah satu guru disekolahnya yaitu Ibu Lies (Marissa Anita) merekomendasikan Yuni untuk mengikuti program beasiswa perkuliahan. Namun ada satu permasalahan kecil yang cukup sulit diatasi oleh Yuni yaitu klepto terhadap benda dan barang yang berwarna ungu. Saking menyukai warna ungu, setiap barang orang lain yang berwarna ungu, Yuni sangat terobsesi untuk memilikinya.


Di usianya yang menjelang 17 tahun, Yuni tiba-tiba saja dilamar oleh Iman (Muhammad Khan), tetangga depan rumah yang baru saja pindah dari Semarang. Iman sendiri sudah mempunyai pekerjaan mapan sebagai mandor proyek. Yuni terkejut karena tiba-tiba diajak menikah, karena selama ini Yuni belum pernah berpacaran. Semua keputusan itu tetap ada ditangan Yuni meskipun sang Nenek (Nazla Thoyib) sangat berharap cucunya itu bisa menikah dengan Iman agar hubungan dua keluarga semakin harmonis.


Yuni mengalami dilema. Ia masih ingin menikmati masa muda bersama dengan keempat teman-temannya yaitu Sarah (Neneng Risma Wulandari), Nisa (Vania Aurell), Uung (Boah Sartika) dan Tika (Anne Yasmine). Selain itu Yuni juga ingin melanjutkan pendidikannya lebih tinggi agar masa depannya cerah. Namun sayang, lingkungan tempat tinggal Yuni di Banten ini masih memandang percuma jika seorang wanita terlalu tinggi mengejar karier dan pendidikan. Wanita kodratnya hanya sebagai seorang istri dan dirumah saja. Namun pada akhirnya, Yuni memutuskan untuk menolak lamaran Iman dengan alasan akan mengikuti program beasiswa sekolah.


Kabar Yuni menolak lamaran pria ini langsung tersebar luas di kalangan tetangga dan teman-temannya. Mereka menyayangkan keputusan Yuni itu dan seakan menolak rejeki yang telah diberikan oleh tuhan. Mendengar cibiran orang-orang disekitarnya itu membuat Yuni bersedih dan kehilangan fokus pada program beasiswanya. Ibu Lies pun meminta murid kesayangannya itu untuk memperbaiki sikap serta nilai Bahasa Indonesia yang masih kurang. Yuni sangat senang bisa belajar lebih intens Bahasa Indonesia dengan guru favoritnya yaitu Pak Damar (Dimas Aditya). Yuni begitu mengagumi Pak Damar karena sikapnya yang lembut, mempunyai badan yang bagus serta berwajah rupawan.


Suatu hari, Yuni mendapatkan tugas menulis resensi buku puisi Hujan Bulan Juni. Untungnya salah satu siswa laki-laki yaitu Yoga (Kevin Ardilova) bersedia membantu Yuni mengerjakan tugas itu karena diam-diam, Yoga menyukai Yuni. Selama beberapa hari, Yuni dan Yoga pun menjadi sering bertemu. Teman-teman dari Yuni pun jadi curiga jika sahabatnya itu kini sudah berpacaran dengan Yoga.


Disaat Yuni fokus mengejar nilai Bahasa Indonesia, ia kembali dilamar oleh seorang pria tua dengan membawa uang 25 juta bernama Mang Dadang. Namun Yuni dengan tegas menolak lamaran itu karena tak ingin dijadikan istri kedua. Kabar Yuni menolak lamaran untuk yang kedua kalinya itu kembali menjadi bahan perbincangan para tetangga. Mereka khawatir Yuni kualat dan akhirnya tidak bisa mendapatkan jodoh. Daripada pusing memikirkan lamaran dan omongan orang lain, Yuni bertemu dengan Teteh Suci (Asmara Abigai), pemilik salon di pasar. Keduanya langsung akrab dan saling curhat satu sama lain tentang hubungan asmara mereka yang tragis.


Suatu waktu, Yuni kembali mendapat lamaran dari seorang pria yang sudah ia kenal. Kali ini Yuni mengalami dilema luar biasa karena disatu sisi ia sudah mengetahui sebuah rahasia besar yang tak sengaja ia lihat. Dan disatu sisi lainnya Yuni pun terpaksa tidak bisa menolaknya lantaran bisa mengancam keselamatan dirinya dan juga keluarganya. Akankah Yuni bisa mewujudkan mimpinya meskipun lingkungannya tidak bisa mendukungnya?


#Review:
Bulan September lalu, Fourcolours Films mengumumkan jika film YUNI (2021) sukses menyabet penghargaan Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021. Hal ini tentu menjadi prestasi sangat membanggakan bagi industri perfilman Indonesia ditengah "mati suri" selama hampir dua tahun gara-gara Pandemi CoVid-19. Setelah melanglangbuana di berbagai festival film tingkat Internasional, film YUNI (2021) akhirnya tayang secara reguler di bioskop Indonesia mulai 9 Desember 2021.


Untuk segi cerita, film garapan sutradara perempuan Kamila Andini ini menyajikan kisah seorang remaja perempuan yang berusaha terbebas dari culture dan normalisasi tentang menikah muda. Fenomena ini memang sangat mudah ditemukan di daerah-daerah yang ada di Indonesia. Statement soal wanita kodratnya hanya sumur, dapur dan kasur memang bisa mudah dijumpai oleh kita semua. Yuni berusaha terbebas dari stigma dan normalisasi tersebut namun apalah daya, lingkungan sekitarnya tidak mendukung apa yang diinginkan Yuni. Kamila Andini benar-benar berhasil memotret realita pahit sebagai perempuan dengan apa adanya. Film YUNI (2021) versi teatrikal atau Starvision ini juga turut menampilkan kisah perempuan-perempuan lainnya yang terbelenggu dalam stigma dan budaya. Tak heran jika selama menonton film ini, kita seperti berada di lingkungan rumah sendiri karena memang ceritanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.



Promo Tiket Beli 1 Gratis 1 tersedia terbatas di Cinema XXI dan Cinepolis
Promo Tiket Diskon 50% tersedia terbatas di CGV Cinemas

Untuk jajaran pemain, Arawinda Kirana memberikan penampilan paling mengesankan. Sebagai gadis remaja, ia mampu menampilkan sosok Yuni yang ingin melihat dunia lebih luas dan terbebas dari segala stigma dan culture yang menahannya selama ini. Setiap tingkah laku Yuni bersama dengan keempat teman-temannya tampil apa adanya, tak perlu dialog-dialog puitis, so modern ataupun gaul. Ngobrol dengan bahasa Sunda campur Jawa saja sudah memberikan nyawa dan kekuatan untuk film ini. Tak heran jika Arawinda Kirana berhasil mencuri hati Festival Film Indonesia 2021 dan mendapatkan penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik. You deserved it Ara!


Selain performa Arawinda Kirana yang powerful, jangan lupakan juga para pemain pendukung yang memberikan kualitasnya dalam berakting. Asmara Abigail lagi dan lagi sukses menjadi bunglon luar biasa dalam setiap perannya. Perannya sebagai Teteh Suci begitu memorable. Freedom Abis lah! Selain itu, tak disangka juga penampilan komika Neneng Risma Wulandari sungguh mengesankan. Karakter perempuan Sunda nya tak hanya menghibur namun memberikan penampilan akting terbaiknya disini. Benar-benar pangling ningali maneh Neng! Pokoknya seluruh karakter yang ada dalam film ini sukses membuatku terpukau.
Kejutan mengesankan dan berhasil membuatku menangis muncul di akhir film. Rangkuman semua ide cerita tentang seluruh karakter perempuan bersatu dalam sebuah adegan yang sangat indah, mengesankan dan tak bisa dilupakan! Film Indonesia terbaik tahun ini setelah Film NUSSA (2021).



[9.5/10Bintang]

[Review] Vidkill: Terror Pembunuh Saat Sedang Berliburan Di Villa



#Description:
Title: Vidkill (2021)
Casts: Estelle Linden, Pradikta Wicaksono, Geysa Shandy, Shindy Huang
Director: Dyan Sunu Prastowo
Studio: Max Pictures, Limelight Pictures


#Synopsis:
Sebelum melangsungkan acara pernikahan dengan kekasihnya Theo (Pradikta Wicaksono), Stella (Estelle Linden) ingin menghabiskan waktu untuk staycation bersama dengan kedua sahabatnya yaitu Sheryl (Geysa Shandy) dan Kimmy (Shindy Huang). Mereka pun memutuskan untuk berliburan di sebuah villa cantik yang ada di Puncak, Bogor.


Setibanya di villa, Stella merasa aneh karena kunci villa hanya disimpan di meja dekat pintu dan tidak bertemu dengan pemiliknya. Mereka bertiga kemudian langsung masuk dan dibuat jatuh cinta dengan design interior villa yang cantik dan estetik. Menjelang sore hari, Stella, Sheryl dan Kimmy mempunyai ide ingin makan malam barbeque. Sheryl dan Kimmy pun pergi ke keluar untuk mencari bahan pelengkap untuk nanti malam. Sementara itu, Stella memilih untuk menunggu di villa sambil mempersiapkan bahan-bahan yang sudah tersedia di dapur.



Selang beberapa lama, Stella kangen Theo. Ia pun menghubungi kekasihnya itu melalui video call. Stella memohon kepada Theo untuk ikut ke villa. Namun Theo tidak bisa karena sedang mengerjakan tugas deadline dari kantornya. Theo pun tidak ingin mengganggu staycation Stella dengan Sheryl dan Kimmy. Disaat keduanya sedang asyik berbincang, terdengar suara benda jatuh dari luar kamar. Stella pun langsung bergegas memeriksanya. Suasana menjadi hening, tiba-tiba Theo melihat sosok misterius berpakaian serba hitam masuk ke kamar Stella sambil mematikan laptop dan video call mereka. Theo pun panik dan langsung menghubungi Sheryl dan Kimmy untuk segera kembali ke villa secepatnya karena Stella dalam bahaya.


Dengan hanya mengandalkan video call, Theo berusaha menyelamatkan Stella, Sheryl dan Kimmy dari ancaman sosok pembunuh misterius. Ia juga meminta bantuan kepada pihak kepolisian untuk mendatangi villa tersebut. Akankah mereka berhasil menyelamatkan diri?


#Review:
Max Pictures menghadirkan sebuah film drama thriller terbaru berjudul VIDKILL (2021). Dengan mengusung konsep Multiple Computer Screen, film garapan Dyan Sunu Prastowo ini mau tak mau bakal dibandingkan dengan film berkonsep serupa seperti film UNFRIENDED (2014), SEARCHING (2018) hingga yang terbaru HOST (2020).


Untuk segi cerita, sebetulnya premis film ini cukup menarik. Ekspektasiku pun cukup tinggi karena Dyan Sunu Prastowo terbilang sangat produktif menyutradari film-film panjang yang eksklusif tayang di Klik Film. Semenarik apasih sehingga Max Pictures dan Limelight Pictures lebih memilih film ini ditayangkan di bioskop ketimbang di Klik Film atau platform streaming lain?
Sayang, rasa penasaranku akan film ini berakhir mengecewakan. Permasalahan paling besar dan mencolok dalam film ini terletak pada sisi teknis dimana penggunaan computer screen-nya masih terlihat dibuat-buat. Interface video call nya pun masih berasa bukan dari laptop atau ponsel betulan. Terlalu bening dan professional banget lah. Bahkan untuk moment nge-hang, buffering dan glitch-nya juga tidak seperti yang biasa kita temukan saat bermain gadget. Tidak ada kesan alami dari semua user interface yang ada dalam film ini. Kekurangan berikutnya datang dari jajaran pemain yang ikut-ikutan jauh dari kesan natural. Cukup sulit sih memang harus berakting didepan layar komputer dan gadget.


Ekspresi ketakutannya sudah cukup meyakinkan namun dialog-dialog mereka terdengar cringe. Apalagi peran Theo yang diperankan Pradikta Wicaksono, benar-benar flat tidak ada nyawanya sama sekali. Adegan ia menyusul ke villa sambil fokus melakukan video call sambil menyetir sudah membuatku pusing. Plot twist tentang balas dendam pun eksekusinya terlalu memaksakan. Karena dari awal film sudah banyak plothole yang tersebar. Salah satu yang membuatku greget yaitu semua karakter langsung paham betul dengan kondisi seluruh sudut villa. Padahal mereka belum satu hari staycation disana. Bahkan Theo juga sangat hafal dengan posisi kamar Sheryl dan Kimmy.
Overall, film VIDKILL (2021) memang memiliki ide yang menarik namun eksekusinya masih jauh dari apa yang diharapkan. Jadi teringat dengan film serupa tapi tak sama yaitu AIB CYBERBULLY (2018).


[4/10Bintang]

Selasa, 07 Desember 2021

[Review] Ron's Gone Wrong: Ketika Gadget Canggih Bisa Menjadi Sahabat Yang Berbahaya



#Description:
Title: Ron's Gone Wrong (2021)
Casts: Jack Dylan Grazer, Zach Galifianakis, Ed Helms, Olivia Colman, Rob Delaney, Justice Smith, Kylie Cantrall, Ricardo Hurtado, Cullen McCarthy, Ava Morse, Marcus Scribner, Thomas Barbusca, Liam Payne, Ruby Wax, Flula Borg
Director: Sarah Smith, Jean-Philippe Vine
Studio: 20th Century Studios, Locksmith Entertainment, TSG Entertainment


#Synopsis:
Perusahaan teknologi raksasa bernama Bubble baru saja meluncurkan gadget canggih terbaru yang diberi nama B-Bot, sebuah robot berbentuk kapsul setinggi anak-anak yang diproyeksikan sebagai teman sekaligus smart-gadget. Sang kreator B-Bot yaitu Marc Weidell (Justice Smith) menambahkan algoritme pertemanan dan kebiasaan penggunanya agar User Interface B-Bot bisa sesuai dengan selera.


Peluncuran gadget canggih dari Bubble itu menuai kesuksesan besar. Banyak anak-anak, remaja hingga orang dewasa membeli B-Bot. Bahkan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, B-Bot sudah terjual jutaan unit. CEO dari Bubble yaitu Andrew Morris (Rob Delaney) merasa sangat senang akhirnya project mutakhirnya itu sukses dan laku dipasaran.


Dari semua teman disekolahnya, hanya Barney (Jack Dylan Grazer) yang tidak mempunyai B-Bot. Ia juga tidak memiliki teman disekolah. Barney lebih senang menyendiri ketimbang bersosialisasi dengan teman-temannya. Namun karena melihat kecanggihan B-Bot, Barney pun mencoba untuk meminta kepada sang ayah, Graham (Ed Helms) untuk membelikannya. Meskipun kondisi ekonomi keluarganya sangatlah pas-pasan setelah kematian sang istri, Graham yang kini tinggal bersama Ibunya, Donka (Olivia Colman) mencari informasi soal gadget keinginan anaknya itu. Keduanya berencana untuk membelikan B-Bot sebagai kado ulang tahun Barney. Graham dan Donka pun bergegas menuju ke Bubble Store. Setibanya disana, mereka harus mendapat kenyataan pahit karena harus Pre-Order B-Bot dan menunggu selama tiga bulan. Hingga akhirnya Graham berhasil membeli sebuah B-Bot lecet yang dijual secara ilegal oleh petugas pengiriman barang di gudang Bubble Store.



Keesokan harinya, Barney sangat bahagia ada B-Bot di depan matanya. Ia pun langsung bergegas membuka box B-Bot dan ingin segera menggunakannya. Saat B-Bot dinyalakan, kondisi B-Bot yang dimiliki Barney itu tidak 100% sempurna. Namun Barney tidak mempermasalahkan hal itu yang penting ia kini sudah memiliki B-Bot.



Seiring berjalannya waktu, B-Bot yang dimiliki Barney mempunyai banyak bug. Salah satunya protokol keamanannya terbuka sehingga bisa bebas mengakses apapun. Selain itu, B-Bot nya juga tidak bisa menambahkan pertemanan sesuai dengan algoritme dari Barney karena belum di aktivasi secara resmi oleh Bubble Store. Teman-teman di sekolahnya pun menganggap Barney dan B-Bot sama-sama aneh. Hingga suatu ketika, disaat Barney diganggu oleh anak-anak nakal, B-Bot melakukan perlawanan dan menyerang anak-anak nakal tersebut. Barney merasa sangat senang akhirnya ia bisa mengalahkan anak-anak nakal itu. Kejadian tersebut berhasil terekam oleh B-Bot milik Rich (Ricardo Hurtado) dan berujung viral di sosial media. Banyak orangtua merasa khawatir akan keamanan B-Bot yang ternyata mempunyai bug bisa menyerang manusia. Mereka pun mengancam dan meminta refund jika tidak segera diperbaiki bug tersebut.


Waktu terus berjalan, B-Bot milik Barney menjadi incaran Bubble. Mereka melacak keberadaan B-Bot itu karena bisa mengancam perusahaan. Kekacauan semakin tak terkendali disaat salah satu B-Bot menyalin seluruh enkripsi B-Bot milik Barney sehingga seluruh protokol keamanan yang terpasang di masing-masing B-Bot menjadi terbuka. Satu persatu pemilik B-Bot dibuat kecewa dan marah karena B-Bot yang mereka miliki menjadi tak terkendali. Apa yang sebenarnya terjadi?


#Review:
20th Century Studios menghadirkan sebuah film animasi terbaru yang berjudul RON'S GONE WRONG (2021). Film ini menjadi film animasi pertama dari 20th Century Studios setelah diakuisisi oleh Disney. Film garapan sutradara Sarah Smith dan Jean-Philippe Vine ini juga mengalami postponed beberapa kali gara-gara Pandemi Covid-19 dan akhirnya tayang di bioskop Amerika Serikat pada akhir Oktober lalu.


Untuk segi cerita, film RON'S GONE WRONG (2021) menyajikan film animasi dengan plot soal fenomena orang-orang kecanduan sosial media dan gadget. Adegan awal film saat pengenalan B-Bot sukses membuatku teringat akan launching-launching gadget canggih dari Apple, Samsung, Oppo, Xiaomi dll. hahaha. Namun dalam film ini, gadget yang bernama B-Bot ini dibuat lebih hidup dan bisa menjadi seorang teman bagi penggunanya. Duo Sutradara mencoba membangun cerita tentang relasi antara manusia dengan gadget yang semakin berkembang pesat di era modern seperti saat ini.


Hubungan relationship Barney dan Ron's B-Bot semakin menarik disaat keduanya saling mempelajari kehidupan masing-masing. Selain itu, film ini juga menggambarkan tentang para remaja yang gila konten saat mereka berada dimanapun lewat keempat teman dari Barney. Pesan yang disampaikan sebetulnya cukup berat tentang dampak sosial media dan gadget untuk anak-anak remaja, namun untungnya film RON'S GONE WRONG (2021) masih sangat menarik, meskipun pada akhirnya film ini masih terjebak pada formula soal yang baik menang dan yang jahat kalah.


Aku sangat suka dengan para pengisi suara film ini yang terasa sangat hidup dan meyakinkan. Zach Galifianakis cocok banget mengisi suara B-Bot Ron's. Para pengisi suara lainnya pun penampilannya sangat menarik perhatian karena setiap karakter mempunyai keunikan-keunikan tersendiri.
Overall, film RON'S GONE WRONG (2021) cukup berhasil menghibur dan mempunyai message yang cukup kuat mengenai sosial media dan gadget di mata anak-anak.



[7.5/10Bintang]

Kamis, 02 Desember 2021

[Review] Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas: Kisah Cinta Ajaib Dari Ajo Kawir dan Iteung!



#Description:
Title: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)
Casts: Marthino Lio, Ladya Cheryl, Reza Rahadian, Sal Priadi, Ratu Felisha, Kevin Ardilova, Piet Pagau, Lukman Sardi, Christine Hakim, Djenar Maesa Ayu, Ayu Laksmi, Cecep Arif Rahman
Director: Edwin
Studio: Palari Films, Kaninga Pictures


#Synopsis:
Ajo Kawir (Mathino Lio), adalah seorang pemuda asal Bojongsoang yang dikenal jagoan dalam berkelahi dan balapan. Bersama dengan temannya Tokek (Sal Priadi), mereka sering mengikuti balapan liar dan juga bertarung dengan lawan yang tak terima jika Ajo Kawir menang.
Suatu hari, Ajo Kawir mendapat tugas untuk menghabisi bos pertambangan yang sudah semena-mena terhadap rekan-rekannya. Disaat sedang mencari orang tersebut, Ajo bertemu dengan anak buahnya yaitu Iteung (Ladya Cheryl). Awalnya Ajo menganggap sepele Iteung. Tapi ternyata Iteung bukanlah perempuan biasa. Ia jago berkelahi dan tak pantang menyerah untuk melawan musuh. Ajo dan Iteung pun berkelahi sengit dan keduanya sama-sama sulit dikalahkan. Namun pada akhirnya Ajo lah yang memenangkan perkelahian itu. Ia kemudian kembali mencari bos dari iteung dan langsung membunuhnya. Melihat sang bos berhasil dikalahkan oleh Ajo, Iteung pun memutuskan untuk mencari pekerjaan lain.
Disaat Ajo dan Iteung kembali melanjutkan hidupnya masing-masing, rupanya mereka diam-diam saling jatuh cinta. Iteung selalu memberikan kode melalui request lagu favorit di radio yang khusus ditujukan untuk Ajo. Namun sayang, Ajo masih ragu untuk menjalin hubungan lebih jauh dengan wanita karena ia mempunyai permasalahan tentang alat kelaminnya yang tidak bisa ereksi dan ejakulasi. Berbagai macam cara sudah dilakukan oleh Ajo agar "burung" nya itu bisa kembali berfungsi. Namun sayang semua usahanya itu sia-sia. Iteung yang awalnya kesal karena kode yang selama ini ia berikan pun akan tetap mencintai Ajo apa adanya. Iteung pun tak sabar ingin segera menikah dengan Ajo, lelaki yang sangat ia cintai.
Mendengar Iteung akan menikah dengan lelaki lain membuat Budi Baik (Reza Rahadian) kesal. Budi sendiri merupakan seorang pebisnis minyak lintah yang sudah dari dulu mengidamkan Iteung menjadi istrinya. Diam-diam Budi pun mengancam Ajo untuk mundur menikahi Iteung. Namun Iteung tak goyah. Ia dan Ajo tetap memutuskan untuk menikah.
Usai keduanya menikah, Ajo dan Iteung hidup dalam keadaan ekonomi yang pas-pasan. Ajo kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai tukang bengkel dan Iteung memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Sebetulnya Ajo masih memiliki satu pekerjaan dari Paman Gembul (Piet Pagau) untuk menghabisi lawan bisnisnya namun hal tersebut dilarang oleh Iteung. Ajo pun tak ingin kehidupan rumah tangganya pas-pasan dan akhirnya ia diam-diam bersedia untuk melanjutkan pekerjaan dari Pak Gembul.
Ajo pun dengan mudahnya menemukan lawan bisnis Pak Gembul dan langsung menghabisinya. Setelah berhasil menuntaskan pekerjaannya, Ajo malah ketahuan oleh pihak kepolisian dan langsung dijebloskan ke penjara. Tak hanya itu saja, Ajo pun dibuat terkejut saat mengetahui Iteung tengah hamil dari pria lain. Ajo pun memutuskan untuk tidak memberitahu sang istri dan memilih menghilang selama mendekam dipenjara. Sementara itu, Iteung dibuat sedih karena tidak mendapat kabar sedikitpun dari Ajo. Iteung pun meminta bantuan pada Budi untuk menemukan orang-orang yang pernah berurusan dengan Ajo. Lagi dan lagi Budi membujuk Iteung agar berpisah dengan Ajo dan menikah dengannya. Anak yang dikandung oleh Iteung ternyata anak dari Budi. Iteung pun kesal karena Budi tidak membantunya sama sekali.
Tiga tahun berlalu, Ajo yang sudah bebas dari penjara kini beralih profesi sebagai supir truk bersama rekan barunya, Mono Ompong (Kevin Ardilova). Suatu hari mereka mendapatkan orderan mengantar pesanan ke Pulau Sumatera. Dalam perjalanan itu keduanya bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Jelita (Ratu Felisha). Sementara itu, Iteung perlahan mulai mengetahui tentang masa lalu hingga penyebab impoten yang dialami sang suami. Iteung pun melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang pernah berurusan dengan Ajo. Akankah Ajo dan Iteung bisa kembali bersatu dan hidup bahagia selamanya?



#Review:
Sejak tahun 2019, Palari Films telah mengkonfirmasi akan menggarap sebuah film terbaru yang diadaptasi dari novel fenomenal karya Eka Kurniawan berjudul SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS (2021). Meskipun belum membaca novelnya, tapi film garapan sutradara Edwin ini langsung memberikan rating usia 18 tahun keatas karena mengisahkan cerita dewasa.


Untuk segi cerita, Edwin menyajikan film SEPERTI DENDAM (2021) dengan konsep era awal tahun 90an. Penonton diajak untuk melihat kehidupan pemuda bernama Ajo Kawir yang mengalami kesulitan ereksi akibat trauma kekerasan seksual yang ia alami. Karakter yang diperankan Marthino Lio menurutku masih sangat related dengan kondisi tentang Toxic Masculinity yang masih mudah ditemukan era modern saat ini. Selain itu, Edwin juga menampilkan tentang tabunya seksualitas dalam film ini. Plot cerita film SEPERTI DENDAM (2021) dibuat maju mundur dan pengisahannya pun menurutku terasa sangat "sesak". Beberapa part dalam film ini mungkin bisa dipangkas karena tidak terlalu berpengaruh besar dalam keseluruhan cerita. Selain itu, menurut teman-temanku yang sudah membaca novelnya, memang banyak sekali kata-kata kasar, vulgar dan blak-blakan yang ditulis oleh Eka Kurniawan. Dalam versi film pun, Edwin cukup leluasa menggunakan dialog blak-blakan dan vulgar meskipun untuk menyebut alat kelamin pria dan wanita masih terlalu sopan. Kenapa gak frontal aja menyebut "Kntl" dan "Mmk" toh sudah mendapatkan rating 18 tahun keatas ini. Meskipun masih berhati-hati dalam urusan bahasa vulgar, tapi untuk urusan adegan seksual, Edwin tidak canggung. Beberapa penonton ibu-ibu dan para suaminya yang kemarin duduk di sebrang kursi terlihat risih dan terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Ajo, Iteung dan Budi dalam film ini hahaha.


Film SEPERTI DENDAM (2021) ini juga memiliki karakter yang melimpah. Untuk pendalaman karakter Ajo Kawir sih harus diakui bagus dan detail banget. Namun untuk karakter Iteung, cukup disayangkan terasa jomplang dan hanya dipermukaan saja. Aku tidak tahu mengapa karakter Iteung sangat hyper-sex. Mungkin jika ada adegan atau narasi yang menceritakan masa lalu Iteung pasti jauh lebih menarik lagi. Porsi karakter Tokek, Mono, Codet hingga Rona Merah yang mempunyai keterikatan dengan Ajo maupun Iteung pun terasa minim banget. Terlepas dari hal tersebut, film ini mempunyai gerakan koreografi fighting yang sangat memukau. Aksi berkelahi Ajo dan Iteung sungguh mengesankan. Ngeri betul Ladya Cheryl dibanting! Peforma Reza Rahadian juga tak kalah bagusnya. Ia selalu memberikan penampilan total untuk perannya. Selain mereka bertiga, penampilan Ratu Felisha juga tak kalah ajaibnya. Entah karakter Jelita ini setan atau bagaimana, yang jelas aura creepy dan mistisnya kerasa banget!
Untuk segi visual, film SEPERTI DENDAM (2021) memberikan sensasi nostalgia luar biasa kepada penonton. Visual musik dan properti yang digunakan sudah seperti film ini beneran dibuat diawal tahun 90an. Selain itu penggunaan bahasa baku dalam dialog juga semakin memperkuat kesan vintage dari film ini. Tak lupa juga Edwin memberikan budaya masyarakat era 90an lewat aksi balapan truk, properti mobil jadul, motor bebek, becak hingga request-request lagu via radio melalui telepon benar-benar nostalgic! Tak heran jika film SEPERTI DENDAM (2021) bisa mendapatkan penghargaan tertinggi di Locarno International Film Festival 2021.


[8/10Bintang]

Rabu, 01 Desember 2021

[Review] Akhirat a Love Story: Kisah Cinta Sehidup Semati Timur & Mentari



#Description:
Title: Akhirat a Love Story (2021)
Casts: Adipati Dolken, Della Dartyan, Ayu Dyah Pasha, Nungki Kusumastuti, Willem Bevers, Arswendi Beningswara, Farhan Rasyid, Verdi Solaiman, Windy Apsari, Ravil Prasetya, Yayu Unru, Tubagus Ali, Agnes Naomi, Farish Nahdi
Director: Jason Iskandar
Studio: Base Entertainment, Studio Antelope, Ivanhoe Pictures, SCM, Trinity Optima Production


#Synopsis:
Timur (Adipati Dolken) dan Mentari (Della Dartyan) menjalin hubungan asmara diam-diam dan tidak diketahui oleh teman-temannya. Sejak duduk di bangku SMA, keduanya sudah saling mengenal namun baru mulai dekat setelah mereka dewasa dan Mentari putus dengan pacarnya yang kini akan segera menikah dengan orang lain.
Selain teman-temannya, orangtua dari Timur dan Mentari pun tidak mengetahui jika mereka berpacaran. Alasan mereka merahasiakan hubungan itu hanya satu yaitu berbeda agama. Timur beserta sang ibu yaitu Selma (Nungki Kusumastuti) dan adiknya Peter (Farhan Rasyid) merupakan keluarga yang sering mengadakan kebaktian dan kegiatan sosial di gereja. Sementara itu, Mentari berada di lingkungan keluarga muslim dengan kondisi ekonomi yang sudah mapan.
Suatu malam, keluarga besar Mentari mengadakan pesta syukuran pernikahan sang Ibu yaitu Rahayu (Ayu Dyah Pasha) dan ayahnya Ilham (Willem Bevers). Mentari mempersembahkan sebuah lukisan sebagai kado pernikahan kedua orangtuanya itu. Pada acara tersebut Mentari ditemani oleh Bagus (Farish Nahdi), anak dari teman Ibu Rahayu yang direncanakan akan dijodohkan dengan Mentari. Diam-diam Timur pun datang ke acara tersebut dengan membawa kado. Mentari terkejut melihat Timur datang ke acara keluarganya. Ia pun akhirnya berkata jujur pada kedua orangtuanya tentang hubungan asmaranya dengan Timur.
Usai pertemuan itu, sesuai dengan prediksi, Ibu Rahayu tidak menyukai anaknya itu menjalin hubungan dengan pria non-muslim. Ia meminta Mentari untuk berpikir tentang masa depan jika mempunyai seorang suami yang tidak bisa menjadi imam dalam sebuah keluarga. Namun kekhawatiran itu Mentari rahasiakan dari Timur agar tidak membuatnya bersedih.
Di lain waktu, Timur pun berencana akan mengenalkan Mentari kepada ibunya. Tapi disaat hari telah tiba, Ibu Selma malah sudah mempunyai acara kebaktian dirumahnya. Timur pun berusaha meyakinkan sang ibu tentang pilihannya. Tapi responnya pun sama seperti ibunya Mentari. Ia tak ingin melihat sang anak hidup di masa depan dengan orang yang berbeda keyakinan agama. Sang ibu khawatir akan banyak perbedaan yang terjadi jika tetap dipaksakan. Timur pun terpaksa membatalkan rencana pertemuan Mentari dengan sang ibu meskipun Mentari sedang menuju rumahnya.
Daripada menimbulkan masalah, Timur dan Mentari kemudian pergi mencari ketenangan. Dua insan manusia yang saling jatuh cinta dan enggan berpisah ini pun akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan ke arah yang lebih serius yaitu pernikahan. Keduanya pun bergegas pulang untuk bertemu dengan orangtua masing-masing.
Tapi takdir berkata lain, dalam perjalanan pulang, mobil yang dikendarai Timur dan Mentari mengalami kecelakaan. Keduanya dilarikan ke rumah sakit dan koma selama berminggu-minggu. Roh dalam tubuh Timur dan Mentari kini berada di alam baka. Keduanya terpisah karena berbeda agama. Timur belum ingin mati, ia berusaha mencari Mentari dan kabur meninggalkan alam baka. Akankah Timur dan Mentari bisa menjadi pasangan bahagia dunia akhirat meskipun berbeda keyakinan?


#Review:
Nama Jason Iskandar mungkin masing terdengar asing di industri perfilman layar lebar tanah air. Tapi jangan salah, Koh Jason rupanya sudah eksis sebagai sutradara film-film pendek sejak tahun 2007 silam! Salah satu film pendek yang paling aku suka dari Koh Jason adalah film ELEGI MELODI (2018) yang dibintangi Ibu Dayu Wijanto. Tahun lalu juga Koh Jason sempat menggarap satu bagian dalam film Omnibus QUARANTINE TALES (2020) segment Prankster. Dan pada tahun ini, Koh Jason akhirnya melakukan debut menggarap sebuah film layar lebar yang berjudul AKHIRAT A LOVE STORY (2021)!


Aku berkesempatan hadir pada acara Special Screening film AKHIRAT A LOVE STORY (2021) pada Senin, 22 November lalu di Cinema XXI Senayan City, Jakarta Selatan. Film yang berdurasi 112 menit ini menceritakan sepasang kekasih bernama Timur dan Mentari yang terhalang oleh perbedaan keyakinan agama diantara mereka. Meskipun premis tentang cinta beda agama sudah sering diangkat ke layar lebar, namun ditangan Koh Jason, ditambahkan unsur spiritual magis dan fantasy tentang alam baka atau alam akhirat dalam penceritaannya. Paruh awal film dibangun dengan sangat baik melihat interaksi Timur dan Mentari dalam berpacaran. Tingkat romantisnya pun tidak berlebihan. Selain itu, development background story dari keduanya pun dibangun dengan sangat baik. Penonton diajak berkenalan dengan dua keluarga yang mempunyai kehidupan sangat berbeda. Aku sangat suka beberapa adegan kecil tentang kebiasaan keluarga Timur dan Mentari dalam film ini. Contohnya disaat mereka pacaran, Mentari tak lupa untuk ibadah sholat kemudian Timur menunggu diluar mushola. Kemudian bisnis elektronik yang dijalankan keluarga Timur yang selalu mementingkan kegiatan sosial ketimbang mengambil untung. Hal-hal seperti ini menjadikan penonton akan sangat mudah untuk masuk ke dalam cerita sebuah film.


Setelah paruh pertama dieksekusi dengan baik tentang pengenalan lebih dekat terhadap seluruh karakter, di babak kedua, jalan cerita berlanjut saat Timur dan Mentari harus mengalami kecelakaan dan koma. Pada bagian ini, Koh Jason memberikan sentuhan imajinatif dan fantasi tentang dua arwah manusia yang memasuki alam baka dan alam akhirat. Eksekusinya pun dibuat sesederhana mungkin seperti masuk ke sebuah hutan lalu terdapat berbagai macam aturan yang tak boleh dilanggar. Keputusan Timur dan Mentari yang sementara "kabur" dari alam baka dan "gentayangan" di alam dunia ini membuat jalan cerita film AKHIRAT A LOVE STORY (2021) semakin menarik. Selama bergentayangan di bumi, Timur dan Mentari bertemu dengan roh manusia-manusia lainnya yang "bernasib" sama seperti mereka. Meskipun terdengar horror, tapi eksekusinya justru fresh dan setauku belum pernah ditemukan dalam film-film Indonesia sebelumnya. Aku dibuat jatuh hati dengan cerita tentang kakak beradik serta pasangan kekasih yang dipisahkan oleh maut lewat karakter yang dimainkan Windy Apsari dan Vonny Anggraini. Khayalanku tentang bagaimana "kehidupan" setelah kematian akhirnya sedikit tergambarkan dengan manis lewat film ini. Koh Jason bagaikan membuat versi live action dari film Disney Pixar INSIDE OUT (2015), COCO (2017) dan SOUL (2020) dengan nuansa lebih sederhana tapi tetap mengesankan.
Untuk jajaran pemain, surprisingly film AKHIRAT A LOVE STORY (2021) mempunyai ensemble cast yang terbilang kuat dan memuaskan. Chemistry Adipati Dolken dan Della Dartyan yang sudah teruji sejak film LOVE FOR SALE 2 (2019) semakin kuat dan melengkapi satu sama lain. Rasa jatuh cinta keduanya terasa sangat kuat bahkan jauh lebih bagus ketimbang dalam film sebelumnya. Jajaran pemain pendukung juga memberikan penampilan yang tak kalah bagusnya. Ayu Dyah Pasha dan Nungki Kusumastuti menambahkan konflik semakin mengesankan tentang sosok ibu yang menginginkan anaknya segera sadar dari koma. Babak akhir film aku yakin semua penonton pasti akan meneteskan air mata melihat performance dari keduanya. Salut!
Overall, untuk ukuran debut film layar lebar, sutradara Jason Iskandar memberikan hasil yang memuaskan. Sangat tidak sabar untuk melihat film-film selanjutnya dari Koh Jason!



[8/10Bintang]

Senin, 29 November 2021

[Review] One Night Stand: Kisah Cinta Satu Malam Yang Mengubah Segalanya



#Description:
Title: One Night Stand (2021)
Casts: Jourdy Pranata, Putri Marino, Elang El Gibran, Agnes Naomi, Tegar Satrya, Ruth Marini, Eduwart Manalu, Gilbert Pattiruhu
Director: Adriyanto Dewo
Studio: Relate Films, Bioskop Online


#Synopsis:
Kabar duka menghampiri keluarga Baskara (Jourdy Pranata). Istri dari pamannya yaitu Rendra (Tegar Satrya) meninggal dunia. Ia pun bergegas pergi ke Yogyakarta untuk datang menemui pamannya itu. Setibanya di Bandara, Baskara dijemput oleh rekan Rendra yaitu Lea (Putri Marino).
Dalam perjalanan menuju ke rumah duka, Baskara dan Lea berbincang tentang kehidupan mereka masing-masing. Perjalanan Baskara menjadi tak membosankan berkat Lea yang enak untuk diajak ngobrol. Setibanya di rumah duka, Rendra sangat senang melihat keponakannya itu telah meluangkan waktunya untuk datang. Keduanya menjadi bernostalgia ketika Baskara masih kecil sering diajari melukis oleh pamannya itu. Setelah berbincang cukup lama, keluarga Rendra kedatangan Johan (Gilbert Pattiruhu) yang ternyata selingkuhan mendiang istri Rendra. Kehadiran Johan di acara pemakaman tersebut membuat anak dari Rendra yaitu Dimas (Elang El Gibran) kesal. Namun Rendra selalu berpikiran positif dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi. Karena semenjak sang istri menjalin hubungan terlarang dengan Johan, terlihat jauh lebih bahagia.
Usai mengunjungi pamannya, Baskara meminta Ara untuk menemaninya datang ke acara pesta pernikahan rekannya yaitu Ruth (Ruth Marini) dan sang kekasih Edo (Eduwart Manalu). Perjalanan menuju ke tempat Ruth dan Manalu semakin membuat Baskara nyaman bersama Lea. Keduanya pun saling takjub satu sama lain dalam menyikapi sebuah kehidupan dan masa depan. Setibanya di cafe milik Edo, Ruth menyangka jika Lea adalah kekasih dari Baskara. Ruth pun meminta Lea untuk ikut meramaikan acara pernikahannya dengan menjadi bridesmaid. Acara pernikahan pun berjalan dengan lancar dan penuh dengan suka cita. Sepulang dari acara tersebut Baskara dan Lea menghabiskan malam dengan mengunjungi cafe sambil menikmati beberapa minuman.
Kedekatan Baskara dan Lea yang terjalin dalam satu hari satu malam itu membuat keduanya terjerat cinta, meskipun Baskara sudah mempunyai kekasih bernama Ayu (Agnes Naomi) yang sedang kuliah di luar negeri.


#Review:
Platform Streaming Bioskop Online kembali menghadirkan sebuah film terbaru eksklusifnya yang berjudul ONE NIGHT STAND (2021). Film ini sutradarai oleh Adriyanto Dewo yang baru saja mendapatkan Piala Citra untuk Skenario Asli Terbaik Festival Film Indonesia 2020 lewat film MUDIK (2019). Selain itu, film ini juga dibintangi kolaborasi aktor muda yang sedang naik daun dengan aktris peraih Piala Citra yaitu Jourdy Pranata dan Putri Marino. Rasanya film ini memang tidak boleh untuk dilewatkan begitu saja.
Untuk segi cerita, film ONE NIGHT STAND (2021) tampil begitu mengalir mulus tanpa hambatan sama sekali. Pertemuan Baskara dan Lea terjalin tanpa ada dramatisasi lebay khas film lokal bergenre drama. Perbincangan dan tek-tokan dialog keduanya juga sangat ringan sehingga penonton akan sangat mudah untuk related dengan apa yang dirasakan oleh Baskara maupun Lea. Hal ini bisa terwujud dengan sangat baik berkat performance memukau dari Jourdy Pranata dan juga Putri Marino. Keduanya mampu membangun chemistry Cinta Satu Malam yang sangat meyakinkan. Mereka nampak seperti saling jatuh cinta sungguhan. Yaiyalah cowok manapun pasti akan bertekuk lutut jika bertemu dengan karakter Lea yang sangat charming dan talkative.
Meskipun setting cerita film ini hanya satu hari saja, tapi tak membuat film ONE NIGHT STAND (2021) menjadi membosankan. Dikemas dengan gaya seperti semi road trip dan langsung berakhir tanpa drama lebay menjadikan film ini sangat mengesankan. Salah satu film Indonesia terfavorit tahun ini.


[8.5/10Bintang]