Minggu, 02 Januari 2022

[Review] The Lost Daughter: Kisah Pilu Seorang Ibu Yang Tidak Punya Rasa Keibuan



#Description:
Title: The Lost Daughter (2021)
Casts: Olivia Colman, Jessie Bukley, Dakota Johnson, Ed Harris, Peter Sarsgaard, Dagmara Dominczyk, Paul Mescal, Robyn Elwell, Jack Farthing, Oliver Jackson-Cohen, Athena Martin, Panos Koronis
Director: Maggie Gyllenhaal
Studio: Endeavor Content, Spentzos Films, Netflix



#Synopsis:
Seorang Profesor sekaligus penulis bernama Leda Caruso (Olivia Colman) memutuskan untuk berliburan ke sebuah villa pinggir pantai di Yunani. Selama menghabiskan waktu senggang disana, Leda melihat dan bertemu dengan orang-orang baru. Salah satunya yaitu Will (Paul Mescal), staff bar sekaligus penjaga pantai di sekitar villa. Leda datang sendirian ke Yunani dan meninggalkan kedua anak perempuan dan suaminya yang berada di Amerika Serikat.


Suatu hari, Leda melihat rombongan keluarga yang baru saja tiba di villa sebelah. Melihat kehangatan dan keakraban yang terjalin dalam keluarga besar itu membuatnya teringat akan masa-masa muda bersama dengan sang suami. Disaat Leda sedang berjemur dipinggir pantai, ia melihat salah satu anggota keluarga itu panik karena anaknya hilang. Melihat kepanikan ibu tersebut membuat Leda kembali teringat akan kedua anaknya, Martha dan Bianca. Ia pun langsung ikut membantu wanita itu untuk mencari anaknya.


Setelah berkeliling dan berjalan cukup jauh, Leda akhirnya menemukan anak yang hilang itu bersembunyi di balik bebatuan. Nina (Dakota Johnson) dan keluarga besarnya sangat berterima kasih kepada Leda karena berhasil menemukan sang anak. Setelah kejadian itu, Nina dan adiknya Elena (Athena Martin) mengajak Leda untuk ikut bergabung ke pesta ulang tahun dan persiapan kelahiran Elena. Namun Leda menolak tawaran tersebut dan memilih untuk beristirahat di villa saja. Setibanya di villa, Leda langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan boneka milik anaknya Nina yang ia bawa dari pinggir pantai. Boneka tersebut mengingatkan Leda tentang boneka kesayangan pemberian ibunya yang sudah rusak gara-gara Martha dan Bianca.



Keesokan harinya, Leda bergegas pergi ke toko mainan untuk mencari setelan pakaian boneka. Disana ia bertemu lagi dengan Nina yang sedang belanja boneka baru untuk anaknya. Pertemuan tak sengaja itu membuat Leda panik dan langsung buru-buru pulang ke villa. Pada malam harinya, perasaan Leda tidak tenang. Ia merasa bersalah telah mengambil boneka milik anaknya Nina. Namun ia pun merasa sangat keberatan jika harus mengembalikan boneka itu pada Nina.


Seiring berjalannya waktu, Leda pun akhirnya memutuskan untuk mengembalikan boneka itu pada Nina. Saat sedang berjalan menuju ke villa Nina, Leda tak sengaja memergoki Nina sedang berciuman dengan Will. Leda terkejut dan langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Nina. Gara-gara hal tersebut, Leda kembali teringat dosa lamanya yang berselingkuh dengan Profesor Hardy (Peter Sarsgaard). Leda terjerat cinta terlarang dengan Profesor Hardy lantaran bisa membantu kariernya sebagai seorang penulis. Perselingkuhan yang dilakukan Leda pun mulai diketahui oleh sang suami, Joe (Jack Farthing). 


Keesokan harinya, Nina mendatangi Leda untuk memastikan soal Leda yang memergokinya sedang bermesraan dengan Will. Leda berjanji tidak akan ikut campur dalam urusan rumah tangga Nina dan suaminya, Toni (Oliver Jackson-Cohen). Leda hanya berharap jangan sampai Nina bernasib seperti dirinya.



#Review:
Memasuki bulan November - Februari setiap tahunnya, film-film kelas festival mulai ditayangkan secara eksklusif di bioskop maupun platform streaming. Kali ini, film yang baru saja meriah dua nominasi Golden Globes 2022 berjudul THE LOST DAUGHTER (2021) sudah bisa disaksikan di Netflix. Film ini menjadi debut bagi aktris Maggie Gyllenhaal sebagai seorang sutradara sekaligus penulis naskah film layar lebar.


Untuk segi cerita, THE LOST DAUGHTER (2021) menampilkan kisah seorang ibu yang tidak memiliki rasa keibuan dalam dirinya. Hal tersebut diceritakan dalam dua dimensi waktu dari karakter Leda Caruso pada saat usia muda dan senja. Film ini memang terasa sangat berbeda dari film bertema keluarga pada umumnya. Maggie Gyllenhaal mengambil sudut pandang tentang orang tua yang merasa riweuh dan capek jiwa raga saat membesarkan anak-anak. Hal tersebut terlihat jelas pada saat karakter Leda di usia muda yang diperankan dengan sangat keren oleh Jessie Bukley. Sisi keibuan yang ada dalam diri Leda selalu tertutupi oleh rasa amarah dan kesal karena tingkah laku kedua anaknya yang masih kecil. Hal tersebut terus berlanjut saat usia Leda terus bertambah. Leda versi Olivia Colman hadir dengan pergolakan emosional antara harus menyesal atau tetap melanjutkan hidupnya seorang diri. Hadirnya keluarga besar Nina semakin membuat Leda dilema untuk memilih tujuan hidup. Disatu sisi ia ingin sekali berkumpul dengan kedua anaknya, namun disisi lain, Leda sudah terlalu nyaman hidup menyendiri karena merasa bebas tanpa beban. Plot cerita semakin mengguncang psikologis saat Leda mencuri boneka milik anaknya Nina. Hal tersebut lumayan "nyeleneh" sekaligus distrubing sih, karena menampilkan sisi egois dari Leda. Andai saja adegan pengakuan Leda dan amarah Nina dibuat lebih dramatis lagi mungkin bisa lebih menarik lagi hahaha.



Untuk jajaran pemain, Olivia Colman dan Jessie Bukley tampil paling bersinar dalam film ini. Karakter Leda Caruso benar-benar dilahap dengan sempurna oleh keduanya. Selain mereka berdua, performance para pemain pendukung pun tampil memuaskan dan memperlengkap kompleks cerita drama psikologis ini. Dakota Johnson mau dibuat seperti apapun selalu cantik dan membuatku pusing. Auranya ituloh. Masyaallah.
Overall, film THE LOST DAUGHTER (2021) memotret sisi lain tentang seorang ibu dalam membesarkan buah hatinya yang dikemas tak biasa, namun bisa jadi banyak ditemukan diantara kita.


[8/10Bintang]

Sabtu, 01 Januari 2022

[Kaleidoskop] 13 Film Indonesia Paling Berkesan Di Tahun 2021



Memasuki tahun kedua Pandemi CoVid-19, industri perfilman Indonesia belum sepenuhnya bangkit dan normal. Tercatat pada semester awal tahun ini, film Indonesia yang tayang di bioskop masih sangat sedikit. Rumah produksi film mayoritas "cari aman" dengan menayangkan film-filmnya langsung di berbagai platform streaming seperti Netflix dan Disney Plus Hotstar ketimbang di bioskop.
Seperti biasa, disetiap awal tahun baru, MovieMie Enthusiast merilis Kaleidoskop 13 Film Indonesia Paling Berkesan Di Tahun 2021. Kali ini, selain memberikan apresiasi terhadap film, MovieMie Enthusiast juga memberikan apresiasi terhadap beberapa judul serial yang tayang secara eksklusif seperti di WeTV, iFlix, Netflix, Vidio maupun Disney Plus Hotstar. Daftar dibawah berdasarkan tanggal rilis di bioskop maupun platform streaming.


Film Indonesia Paling Berkesan Di Tahun 2021
6. Nussa ✨✨✨✨✨
10. Yuni ✨✨✨✨✨
11. Kapan Pindah Rumah

Film Indonesia Tidak Sesuai Ekspektasi Di Tahun 2021
1. Geez And Ann
2. Wedding Proposal
3. Ghibah
4. Selesai
5. A World Without
6. Paranoia
7. Serigala Langit
8. Vidkill
9. Teka-Teki Tika

Film Indonesia Paling Mengecewakan Di Tahun 2021
1. The Secret 2 Misteri Villa 666
2. Bisikan Arwah Mantan
3. Ghostbuser: Misteri Desa Penari
4. Kuyang The Movie
5. Bisikan Jenazah

Serial Paling Berkesan Di Tahun 2021
1. Imperfect The Series - Season 1 ✨✨✨✨✨
2. WandaVision - Season 1 ✨✨✨✨✨
3. Kisah Untuk Geri - Season 1
4. Hometown Cha-Cha-Cha - Season 1 ✨✨✨✨✨
5. Mare of Easttown - Season 1
6. Love ft. Marriage & Divorce - Season 2
7. Penthouse War In Life - Season 3
8. I Love You Silly - Season 1
9. Hitam - Season 1
10. Ritual The Series - Season 1
11. What If - Season 1
12. Hawkeye - Season 1
13. Layangan Putus - Season 1 ✨✨✨✨✨

Film Internasional Paling Berkesan Di Tahun 2021
1. Raya And The Last Dragon
2. The Mitchells Vs The Machines
3. Cruella
4. The Conjuring: The Devil Made Me Do It
5. Till Death
6. CODA ✨✨✨✨✨
7. The Suicide Squad
8. Shang-Chi And The Legend Of The Ten Rings
9. Malignant
10. Eternals
11. The Medium
12. Spider-Man: No Way Home ✨✨✨✨✨
13. Sing 2

Sutradara Paling Berkesan:
1. Hanung Bramantyo & Pritagita Arianegara - Surga Yang Tak Dirindukan 3
2. Lucky Koeswandi - Ali & Ratu-Ratu Queens
3. Bonny Wirasmono - Nussa
4. Adriyanto Dewo - One Night Stand
5. Kamila Andini - Yuni

Skenario Film Indonesia Paling Berkesan:
1. Surga Yang Tak Dirindukan 3
2. Ali & Ratu-Ratu Queens
3. Nussa
4. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
5. Yuni

Poster Film Indonesia Paling Berkesan:
1. Ali & Ratu-Ratu Queens
2. Losmen Bu Broto
3. Akhirat a Love Story
4. Yuni ✨✨✨✨✨
5. Teka-Teki Tika ✨✨✨✨✨

Aktor Utama Paling Berkesan:
1. Bhisma Mulia - Sobat Ambyar
2. Refal Hady - A Perfect Fit
3. Jefri Nichol - Aum!
4. Jourdy Pranata - One Night Stand
5. Marthino Lio - Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
6. Adipati Dolken - Akhirat a Love Story

Aktris Utama Paling Berkesan:
1. Lulu Tobing - Yang Tak Tergantikan
2. Marsha Timothy - Surga Yang Tak Dirindukan 3
3. Ariel Tatum - Selesai
4. Maudy Koesnaedi - Losmen Bu Broto
5. Putri Marino - One Night Stand
6. Ladya Cheryl - Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
7. Arawinda Kirana - Yuni
8. Cut Mini - Kapan Pindah Rumah

Aktor Pendukung Paling Berkesan:
1. Reza Rahadian - Surga Yang Tak Dirindukan 3
2. Chicco Jerikho - Aum!
3. Ali Fikry - Nussa
4. Omara Esteghlal - Kadet 1947
5. Reza Rahadian - Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
6. Dimas Aditya - Yuni

Aktris Pendukung Paling Berkesan:
1. Marissa Anita - Ali & Ratu-Ratu Queens
2. Putri Marino - Losmen Bu Broto
3. Ratu Felisha - Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
4. Asmara Abigail - Yuni
5. Tansri Kemala - Teka-Teki Tika
6. Sissy Prescillia - Backstage

Chemistry Paling Berkesan:
1. Refal Hady & Nadya Arina - A Perfect Fit
2. Jefri Nichol & Chicco Jerikho - Aum!
3. Jourdy Pranata & Putri Marino - One Night Stand
4. Marthino Lio & Ladya Cheryl - Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
5. Vanesha Prescillia & Sissy Prescillia - Backstage

Original Soundtrack Paling Berkesan:
1. Selamanya Cinta - Bunga Citra Lestari (Surga Yang Tak Dirindukan 3) ✨✨✨✨✨
2. Kejutanku - Muzzaki Ramdhan, Ocean Fajar, Widuri Puteri, Malka Hayfa (Nussa)
3. Pulang - Maudy Ayunda (Losmen Bu Broto)
4. Bakti - Anneth Delicia (Kadet 1947)
5. Pilu Membiru - Kunto Aji (Akhirat a Love Story)
6. Melangkah - Vanesha Prescillia & Sissy Prescillia (Backstage) ✨✨✨✨✨


Untuk melihat Kaleidoskop MovieMie Enthusiast Film Indonesia Paling Berkesan tahun-tahun sebelumnya bisa klik disini.

Senin, 27 Desember 2021

[Review] Makmum 2: Terror Setan Khanzab Kembali Menghantui Rini

 

#Description:
Title: Makmum 2 (2021)
Casts: Titi Kamal, Jason Bangun, Marcella Zalianty, Samuel Rizal, Dea Panendra, Pritt Timothy, Ence Bagus, Otig Pakis, Fuad Idris, Tomo Idris, Chacha Marisa
Director: Guntur Soeharjanto
Studio: Dee Company, Blue Water Films


#Synopsis:
Tak terasa sudah tiga tahun lamanya Rini (Titi Kamal) dipercaya untuk mengurus dan mengelola Panti Asuhan Citra. Namun sayang, kebahagiaan Rini harus terenggut setelah sang suami yaitu Ustadz Ganda (Ali Syakieb) meninggal dunia. Kini, dirinya hanya tinggal berdua saja dengan sang anak yaitu Hafiz (Jason Bangun).
Suatu hari, Rini mendapat telepon dari Alif (Samuel Rizal), kawannya di kampung yang mengabarkan jika Bibinya telah meninggal dunia. Rini dan Hafiz pun segera bergegas pulang ke Desa Suayan untuk mengurus proses pemakaman dan acara tahlilan disana.


Desa Suayan dikenal sebagai desa yang anti dengan modernisasi. Secara turun-temurun, warga disana hanya mengandalkan kekayaan alam sebagai sumber daya mata pencaharian dan kebutuhan mereka. Setiap ada pejabat atau orang asing yang datang kesana untuk menawarkan pemasangan listrik dan barang-barang elektronik selalu ditolak. Warga sangat percaya dan patuh terhadap peraturan yang sudah diterapkan oleh sesepuh Desa Suayan yaitu Pak Ustadz Yusuf (Pritt Timothy).
Setelah menempuh perjalanan cukup melelahkan, Rini dan Hafiz tiba di Desa Suayan. Dengan dibantu warga sekitar, proses pemakaman almarhumah berjalan dengan lancar. Rini dan Hafiz untuk sementara waktu akan menetap di Desa Suayan sampai acara tahlil tujuh hari digelar. Waktu terus bergulir, disaat Rini sedang menjalankan ibadah sholat, ia kembali diganggu oleh setan Makmum atau mahkluk halus bernama Khanzab. Tak hanya itu saja, setan Makmum ini juga ikut menghantui Hafiz. Rini dibuat heran, kenapa setan Makmum masih saja mengganggunya. Ia pun mencari tahu tentang kejadian apa saja yang pernah terjadi di Desa Suayan. Setelah ditelusuri, Rini mendapatkan informasi jika Pak Ustadz Yusuf sedang membangun masjid baru yang terletak di pinggir desa tepatnya persis disamping hutan terlarang.


Seiring berjalannya waktu, setan Makmum terus menghantui beberapa warga disana bahkan sempat berhasil menculik tiga anak warga desa. Rini dan para ibu-ibu lain yaitu Aisyah (Marcella Zalianty) dan Lastri (Dea Panendra) dibuat panik setengah mati setelah mengetahui anak-anak mereka masuk ke dalam hutan terlarang itu dan mengalami kerasukan. Kondisi Hafiz, Afdal (Yusuf Okzan) dan Firman (Fauzan Kenzie) tak sadarkan diri dan terus memburuk. Rini yakin jika gangguan setan Makmum yang dirasakan oleh para warga Desa Suayan ini merupakan pertanda yang tidak baik. Meskipun dianggap musyrik karena percaya dengan adanya setan, Rini tetap yakin akan menguak misteri yang selama ini terjadi di Desa Suayan.



#Review:
Agustus 2019 lalu, rumah produksi Dee Company dan Blue Water Films menghadirkan sebuah film horror yang diadaptasi dari film pendek viral dan fenomenal karya Riza Pahlevi yang berjudul MAKMUM (2019). Secara mengejutkan, film yang disutradarai itu sangat sukses dipasaran dan berhasil masuk Top 20 Film Indonesia Terlaris Di Tahun 2019. Tak sampai disitu saja, kesuksesan film MAKMUM (2019) terus berlanjut. Film yang dibintangi Titi Kamal dan Tissa Biani ini mendapat Rekor MURI karena berhasil menjadi Film Horror Indonesia Terlaris di Malaysia. Maka sangat tidak heran jika Dee Company langsung tertarik untuk mengembangkan film MAKMUM (2019) lebih luas lagi.


Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film MAKMUM 2 (2021) yang berlangsung tadi malam (23/12) di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada saat sesi Press Conference, produser Dee Company yaitu Dheeraj Kalwani mengungkapkan proses pembuatan sekuel film MAKMUM 2 (2021) ini terbilang cukup menantang karena dilakukan ditengah Pandemi CoVid-19. Budget produksi jauh lebih besar dibandingkan film pertama karena harus memprioritaskan kesehatan dan juga protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, jangka waktu pengambilan gambar pun jauh lebih lama hingga 30 hari lamanya karena lokasi shooting berada di desa terpencil di Kabupaten Ciamis dan Garut, Jawa Barat. Lebih lanjut, Guntur Soeharjanto selaku sutradara film ini mengungkapkan jika pada sekuelnya ini akan menampilkan cerita lebih kompleks dari karakter Rini. Tak hanya itu saja, Kolaborasi sang sutradara dengan penulis skenario yaitu Rafki Hidayat dan Riza Pahlevi siap memberikan ketegangan jauh lebih intens dibandingkan film pertamanya.



Untuk segi cerita, film MAKMUM 2 (2021) ini membawa penonton untuk melihat lagi terror setan Makmum yang kembali menghantui Rini. Namun terror tersebut berasal dari sebuah wilayah fiktif bernama Desa Suayan. Penonton diajak untuk ikut memecahkan misteri mengapa setan Makmum ini kembali bergentayangan. Pada paruh awal film, penonton langsung dimanjakan dengan serangkaian jumpscared khas film Makmum. Meskipun sangat repetitif, tapi ajaibnya masih saja unpredictable. Bahkan ada dua adegan jumpscared sukses memancing teriak, histeris hingga tepuk tangan penonton saat film diputar. Seiring berjalannya durasi film, plot terus bergerak maju untuk memecahkan misteri yang menyelimuti Desa Suayan. Moment terbaik sekuel film ini jelas berada di paruh awal film. Selain jumpscared cerdik dan memorable, film ini juga mempunyai scene manipulatif yang eksekusinya cukup bagus. Jujur, terror setan Makmum jauh lebih "superior" ketimbang film pertamanya. Setelah semuanya berjalan dengan sangat baik, skenario cerita menuju babak akhir film malah semakin kendor. Intens horror jadi tidak lagi menarik gara-gara keputusan cerita yang diambil menurutku terlalu "aneh". Padahal masih banyak banget potensi cerita mistis yang bisa diangkat dari semua kejadian yang telah terjadi dalam film ini. Tapi entah mengapa babak akhir film ini mengambil cerita seperti itu.



Untuk jajaran pemain, penampilan Titi Kamal sebagai Rini jauh lebih besar dan semakin kuat daripada film pertamanya. Karakter Rini dibuat frustasi akan nasib anaknya cukup berhasil membuat penonton simpati terhadapnya. Andai saja peran yang dimainkan Marcella Zalianty dan Dea Panendra diekspolor lebih jauh mungkin akan lebih menarik dan bisa memperbaiki keanehan yang terjadi pada babak akhir film. Untuk segi visual dan scoring musik, sudah jelas sekuel MAKMUM 2 (2021) mengalami peningkatan cukup pesat. Efek CGI-nya semakin smooth, musiknya menggelegar pada tempatnya dan yang pasti visual seram setan Makmum nya masih saja menyeramkan.


Akhirnya bertemu lagi dengan Riza Pahlevi dan Riyardi Arisman

Overall, film MAKMUM 2 (2021) cukup memuaskan berkat paruh awal filmnya yang dieksekusi dengan sangat baik. Berharap semoga dua film Guntur Soerhajanto yang dirilis bersamaan pada 30 Desember nanti bisa mendapatkan jumlah penonton yang sesuai dengan harapan. Yuk libur tahun baruan dengan nonton film MAKMUM 2 (2021) dan BACKSTAGE (2021) hanya di bioskop!



[7.5/10Bintang]

Sabtu, 25 Desember 2021

[Review] Hawkeye - First Season: Saatnya Kate Bishop Beraksi Bersama Clint Barton!



#Description:
Title: Hawkeye - First Season (2021)
Casts: Jeremy Renner, Hailee Steinfeld, Vera Farmiga, Tony Dalton, Fra Free, Brian d'Arcy James, Aleks Paunovic, Linda Cardellini, Simon Callow, Alaqua Cox, Zahn McClarnon, Florence Pugh, Vincent D'Onofrio
Creator: Jonathan Igla
Studio: Marvel Studios, Disney Plus


#Synopsis:
Sejak berusia anak-anak, Kate Bishop sudah berprestasi di bidang akademik dan non akademik. Ia aktif dalam berbagai macam kegiatan olahraga. Kate juga memiliki ayah, Derek Bishop dan ibu, Eleanor Bishop yang harmonis. Mereka hidup bahagia disebuah Penthouse di pusat kota New York. Namun sayang, kebahagiaan keluarga Bishop ini harus berakhir disaat Loki dan pasukannya menyerang New York. Pertempuran Loki dan tim Avengers itu menyebabkan Kate harus kehilangan ayahnya.
Kini, Kate hidup berdua saja dengan sang ibu. Eleanor kini melanjutkan bisnis milik mendiang suaminya yang yaitu Bishop Security. Semuanya nampak berjalan normal hingga suatu hari, Eleanor memperkenalkan calon ayah baru untuk Kate yaitu Jack. Mereka berdua kemudian mengajak Kate untuk makan malam bersama di sebuah restoran terkenal. Disana, Kate juga bertemu dengan paman dari Jack yaitu Armand. Mereka berdua datang bersama untuk menghadiri acara lelang barang-barang yang berasal dari puing reruntuhan Avengers Tower.
Melihat calon ayah barunya itu membuat Kate curiga. Ia kemudian membuntuti Jack dan Armand yang sedang mengikuti acara lelang tersebut. Keduanya mengincar beberapa benda seperti jubah dan pedang Ronin serta jam klasik yang konon milik salah satu tim Avengers. Namun disaat sesi lelang berlangsung, terjadi sebuah ledakan dan membuat kepanikan. Jack dan Armand kabur dengan berhasil membawa pedang Ronin. Sementara itu, Kate yang tidak ingin diketahui keberadaannya oleh Jack ia mengenakan jubah Ronin. Ledakan tersebut dilakukan oleh komplotan Tracksuit Mafia yang dipimpin oleh Kazi dan Maya. Tracksuit Mafia tengah memburu dan ingin balas dendam kepada Ronin yang telah membunuh anggota dan ayah kandung dari Maya. Melihat Kate mengenakan jubah Ronin membuat komplotan Tracksuit langsung mengejarnya.
Kabar ledakan yang terjadi di acara lelang gelap itu akhirnya diketahui oleh Clint Barton alias Hawkeye. Ia pun dibuat terkejut melihat jubah dan pedang Ronin dipakai oleh orang lain. Clint yang awalnya memutuskan untuk pensiun sebagai Hawkeye terpaksa harus merebut kembali atribut Ronin dan segera menghancurkannya. Dibalik jubah Ronin itu ternyata ada Kate Bishop yang terpaksa mengenakan jubah agar tidak diketahui oleh Jack dan Armand. Clint kemudian membawa Kate ke tempat yang aman.
Kemunculan Ronin di pusat kota New York membuat Maya dan anak buahnya semakin bersemangat untuk menangkapnya. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Clint dan Kate terpaksa harus menjalin kerjasama untuk bisa meloloskan diri dari kejaran Maya dan Tracksuit. Disaat yang bersamaan pula, Clint harus berhadapan dengan Yelena Belova. Kehadiran Yelena tentu ingin balas dendam dan membunuh Clint atas kematian kakaknya, Natasha Romanoff usai terprovokasi oleh Valentina Allegra.
Keberadaan Clint dan juga Kate yang kini bekerjasama semakin mengancam keselamatan mereka dan orang-orang disekitarnya. Bahkan pimpinan para penjahat termasuk dari Maya dan Tracksuit yaitu Wilson Fisk (Vincent D'Onofrio) terpaksa turun tangan melihat kekacauan yang ditimbulkan oleh Clint dan Kate.


#Review:
Marvel Studios akhirnya menutup film dan series di tahun 2021 lewat film SPIDER-MAN NO WAY HOME (2021) dan HAWKEYE (2021). Keputusan serial dari karakter Clint Barton disimpan di penghujung tahun menurutku sangatlah tepat. Karena selama ini image dari sosok Clint Barton sendiri merupakan seorang ayah dan kepala rumah tangga dari keluarganya. Jadi sangatlah cocok serial ini mengambil genre drama keluarga action dengan sentuhan natal.


Sejak Phase 1 Marvel Cinematic Universe, karakter Hawkeye sudah eksis dan menjadi salah satu anggota The Original Six Avengers. Clint Barton sendiri pertama kali muncul di MCU lewat film THOR (2011) sebagai cameo, kemudian kembali muncul dan menjadi salah satu peran penting dalam film THE AVENGERS (2012). Sosok Clint Barton bukanlah sosok superhero dengan kekuatan super layaknya Thor, Iron Man atau Captain America. Kekuatan yang dimiliki Clint Barton sangatlah organik yaitu sangat ahli dalam memanah. Lewat serial yang berjumlah enam episode ini, Clint Barton dikisahkan ingin pensiun menjadi Hawkeye dan ingin menjalani hidup bahagia bersama dengan keluarganya. Namun impian tersebut sedikit terganggu gara-gara kemunculan Kate Bishop yang mengenakan jubah Ronin. Clint terpaksa harus membereskan lagi permasalahan yang bermunculan.
Serial HAWKEYE (2021) hadir dengan segala hal sederhana dan tidak menonjolkan blockbuster khas film-film MCU. Jika dibandingkan dengan empat serial MCU sebelumnya, HAWKEYE (2021) menjadi serial yang paling ringan untuk ditonton. Nuansa natal dan vibes film-film bertema christmas yang ada di dalam serial ini menjadi suatu hal yang menarik dan tidak bisa ditemukan dalam film series MCU. Sosok Clint Barton tidak tampil menjadi mentor bagi Kate Bishop. Keduanya malah melengkapi satu sama lain sebagai partner untuk menyelesaikan banyak masalah yang terjadi. Cara Marvel Studios untuk memperkenalkan Kate Bishop yang diperankan Hailee Steinfeld pun terasa sangat baik dan tidak mengesampingkan sosok Clint. Permasalahan yang harus dihadapi Clint dan Kate pun sangat beragam. Plot twist nya juga asik dan dieksekusi dengan baik. Final episode HAWKEYE (2021) menurutku jauh lebih mengesankan ketimbang empat series MCU sebelumnya.
Penampilan Jeremy Renner dan Hailee Steinfeld surprisingly sangatlah memuaskan. Sosok Hawkeye yang selama ini terkesan member Avengers yang dilupakan bisa tampil sebagai sosok pahlawan memukau dengan caranya sendiri. Keunikan Hawkeye dikupas habis-habisan dalam serial ini. Aku sangat suka saat melihat Clint dan Kate bekerjasama menyiapkan panah-panah yang dilengkapi dengan berbagai macam teknologi keren didalamnya. Overall, HAWKEYE (2021) menjadi salah satu serial MCU paling memukau dengan kehadiran banyak tokoh baru didalamnya.



[8.5/10Bintang]

[Review] Don't Look Up: Saat Dunia Harus Menghadapi Ancaman Komet Mematikan



#Description:
Title: Don't Look Up (2021)
Casts: Leonardo DiCaprio, Jennifer Lawrence, Rob Morgan, Meryl Streep, Jonah Hill, Mark Rylance, Tyler Perry, Cate Blanchett, Timothee Chalamet, Ron Perlman, Ariana Grande, Scott Mescudi
Director: Adam McKay
Studio: Hyperobjects Industries, Netflix


#Synopsis:
Seorang mahasiswi astronomi dari Michigan bernama Kate Dibiasky (Jennifer Lawrence) menemukan sebuah komet yang berada di koordinat mengarah ke planet bumi. Penemuan itu kemudian ia laporkan kepada Professor Dr. Randall Mindy (Leonardo DiCaprio) untuk diselidiki lebih pasti lagi. Setelah keduanya mengamati dan melakukan perhitungan astronomi, Randall dan Kate sangat yakin jika komet tersebut akan menghantam permukaan bumi kurang dari enam bulan lagi. Dampaknya pun tak main-main, seluruh populasi dan kehidupan di bumi akan musnah akibat hantaman komet berdiameter 19 kilometer tersebut.



Mereka kemudian menghubungi pihak NASA mengenai penemuan komet tersebut. Randall dan Kate meminta bantuan pada petinggi NASA yaitu Dr. Teddy Oglethorpe (Rob Morgan) untuk secepatnya menyebarluaskan kabar penting ini, termasuk ke pemerintahan Amerika Serikat. Ketiganya kemudian sepakat bekerjasama dan mencari waktu untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat yaitu Janie Orlean (Meryl Streep).
Setelah seharian menunggu, Randall dan Kate akhirnya berjumpa dengan orang nomor satu di Amerika Serikat itu. Ekspektasi keduanya terhadap Presiden AS yang selama ini terlihat berwibawa dan elegan seketika hancur saat mengetahui sikap sesungguhnya dari Janie Orlean. Pihak pemerintah tidak sepenuhnya mempercayai Randall, Kate dan Teddy karena bisa menimbulkan kepanikan massal.



Usaha mereka pun gagal. Ketiganya kemudian berinisiatif untuk menyebarkan informasi soal komet itu melalui media berita di televisi. Mereka berhasil diundang dalam program berita The Daily Rip yang dipandu dua host Jack (Tyler Perry) dan Brie (Cate Blanchett). Tapi sayangnya, Randall dan Kate seperti salah masuk ke program acara, karena The Daily Rip berfokus pada media berita showbiz dan entertainment. Kate bahkan dibuat kesal karena disaat mereka menyampaikan informasi penting malah dianggap sebagai hiburan dan lelucon oleh kedua host. Ia pun berteriak dan memaki semua orang termasuk pemerintah Amerika Serikat secara live. Hal tersebut membuat kepanikan dan akhirnya Kate diamankan oleh pihak pemerintah.


Para pimpinan negara-negara diluar Amerika Serikat mendesak Presiden AS untuk segera mengambil tindakan. Janie dan para staffnya kemudian sepakat memutuskan menghancurkan komet tersebut di angkasa sebelum menghantam bumi dengan cara menembaknya menggunakan beberapa roket nuklir. Namun rencana roket nuklir itu tiba-tiba dihentikan disaat CEO raksasa teknologi BASH yaitu Peter Isherwell (Mark Rylance) mengklaim jika komet yang akan menghantam bumi itu mempunyai kandungan mineral mahal senilai triliunan dollar. Hal tersebut sudah ia selidiki bersama tim peneliti yang terdiri dari para penerima nobel. BASH berencana untuk memecah serpihan komet di angkasa dengan menggunakan robot drone canggih dan membawanya ke permukaan bumi dengan aman. Melihat peluang dan keuntungan besar itu membuat Janie langsung tertarik untuk mendukung rencana Isherwell dan BASH. Hal tersebut bisa menjadi senjata ampuh untuk mendongkrak popularitas Janie Orlean pada pemilihan Presiden AS selanjutnya.


Hal tersebut menimbulkan dua kubu tercipta di masyarakat. Kubu pertama sangat mendukung dan percaya akan janji Pemerintah AS dan BASH yang akan mensejahterakan rakyat jika mereka berhasil mendapatkan serpihan komet tersebut. Sementara kubu kedua berada di sisi Dr. Randall dan Kate yang menentang keras tentang rencana tersebut. Akankah komet itu benar-benar jatuh ke bumi?



#Review:
Libur Natal tahun ini, Netflix menghadirkan sebuah film terbaru garapan sutradara Adam McKay yang berjudul DON'T LOOK UP (2021). Film ini menjadi salah satu film yang paling diantisipasi kehadirannya karena dibintangi sederet aktor-aktor besar di Hollywood. Kapan lagi coba bisa melihat Jennifer Lawrence, DiCaprio, Meryl Streep, Cate Blanchett, Timothee Chalamet hingga Ariana Grande beradu akting dalam satu judul film layar lebar dan disutradarai oleh pemenang Best Screenplay Oscars tahun 2016.


Untuk segi cerita, Adam McKay menyajikan kisah fiksi ilmiah tentang ancaman sebuah komet menghantam bumi. Premisnya sudah seperti Disaster Movie bukan? Namun ditangan McKay, film DON'T LOOK UP (2021) ini penuh dengan komedi satir, sehingga bukannya penonton dibawa was-was dan takut, yang ada malah tertawa miris karena hampir semua hal satir dalam film ini sangat mudah kita temukan di era modern sekarang. McKay menyoroti banyak hal tentang perilaku manusia seperti acuh terhadap fenomena alam, kapitalisme para pengusaha raksasa teknologi, pemerintahan yang menyebalkan, media berita yang memilukan hingga issue personal para karakternya. Sepanjang film pokoknya penonton ikut dibuat kesal melihat apa yang terjadi dalam film ini.


Kekonyolan in a good way juga turut datang dari para pemain film. Bagi penonton yang sangat merindukan akting J-Law, film DON'T LOOK UP (2021) ini sangat berhasil mengobati kangen para penggemarnya. Sosok Kate Dibiasky dibawakan dengan baik dan santai banget layaknya mahasiswi tingkat akhir. Duet dengan Leonardo DiCaprio juga saling melengkapi satu sama lain. Amarah dan emosi keduanya yang meledak-ledak sukses membawa penonton ikutan kesal juga. Dari semua karakter yang hadir dalam film ini, aku paling benci dengan peran Peter Isherwell yang dimainkan Mark Rylance. Gesture dan gaya bicaranya ingin sekali aku menaboknya hahahaha. Oia, applause untuk penampilan Ariana Grande yang bisa-bisanya berakting dan juga memberikan lagu yang indah untuk film ini.


Untuk urusan visual, film DON'T LOOK UP (2021) nampaknya sangat mudah untuk menampilkan visual efek tentang komet yang segera menghantam planet bumi. Nampak nyata dan sangat meyakinkan. Tak heran lah pokoknya kalau film ini menjadi film produksi Netflix paling mahal yang pernah dibuat. Yuk nonton sekarang hanya di Netflix. Ada dua Credit Scene ya!



[8/10Bintang]

Rabu, 22 Desember 2021

[Review] Backstage: Pengorbanan Besar Seorang Kakak Demi Kebahagiaan Sang Adik



#Description:
Title: Backstage (2021)
Casts: Sissy Prescillia, Vanesha Prescillia, Karina Suwandi, Achmad Megantara, Roy Sungkono, Verdi Solaiman, Aulia Sarah, Ferry Salim, Poppy Sovia, Ade Firman Hakim, Prisia Nasution, Giorgino Abraham, Bayu Oktara, Anggy Umbara, Sadana Agung
Director: Guntur Soeharjanto
Studio: Paragon Pictures, Ideosource


#Synopsis:
Sandra (Sissy Prescillia) dan (Vanesha Prescillia) adalah sepasang kakak beradik yang selalu mendukung satu sama lain. Meskipun keduanya baru berhenti bekerja di cafe, namun baik Sissy maupun Elsa selalu optimis bakal segera mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Elsa sendiri sangat terobsesi ingin menjadi bintang film. Beberapa kali ia mengikuti casting namun tak pernah membuahkan hasil. Sissy dan Ibu Andini (Karina Suwandi) selalu memberikan semangat agar Elsa jangan putus asa. Sambil mencari pekerjaan baru, Sissy dan Elsa membantu ibu mereka usaha kecil-kecilan siomay di rumah.


Suatu hari, Elsa mendapatkan informasi terbaru soal casting film drama musikal. Ia pun sangat tertarik mengikutinya. Salah satu persyaratan mengikuti casting tersebut ialah harus mengupload video saat bernyanyi. Namun karena Elsa tidak bisa menyanyi, ia pun meminta Sissy yang lebih jago olah vokal untuk bernyanyi dibelakangnya dan Elsa pun Lipsync menggunakan suara Sissy.


Video performance Elsa pun menarik minat produser musik dari Big Entertainment yaitu Pak Bayu (Verdi Solaiman). Ia sangat yakin Elsa bisa menjadi bintang besar jika diberi kesempatan untuk membintangi film drama musikal yang akan diproduksi oleh Pak Bowo (Ferry Salim). Namun Pak Bowo tak ingin mengambil resiko dengan memasang nama baru sebagai bintang utama. Pak Bayu pun mempunyai ide, ia akan mengorbitkan dulu Elsa sebagai seorang penyanyi dan jika terbukti sukses, Elsa harus mendapat peran utama dalam film musikal itu. Dengan bantuan anak buahnya yaitu Rudy (Roy Sungkono) dan Nabila (Aulia Sarah), mereka bertiga kemudian pergi mendatangi rumah Elsa.
Setibanya di rumah sederhana Elsa, Pak Bayu dibuat terkejut ternyata yang menyanyi di video itu adalah Sissy. Namun melihat Elsa yang memiliki aura lebih menjual membuat Pak Bayu berinisiatif untuk tetap mengorbitkan Elsa sebagai penyanyi namun menggunakan suara Sissy. Meskipun harus membohongi publik, Pak Bayu menjamin karier Elsa akan cemerlang berkat lipsync suara kakaknya itu. Demi kebahagiaan sang adik, Sissy pun akhirrnya bersedia menjadi Ghost Singer bagi Elsa.


Big Entertainment pun sangat serius dan optimis untuk mengorbitkan Elsa sebagai penyanyi wanita pendatang baru. Single perdana siap dirilis dengan serangkaian materi promo yang tak main-main. Hasilnya pun sesuai dengan dugaan. Elsa berhasil mencuri perhatian para penikmat musik. Single perdananya laku dipasaran. Pak Bayu pun semakin semangat untuk menggarap album perdana untuk Elsa.



Namun sayang, seiring berjalannya waktu, banyak sekali permasalahan muncul antara Sissy dan juga Elsa. Meskipun karier Elsa sedang naik daun, namun keberadaan sang kakak semakin tidak dianggap. Keduanya pun dilarang untuk tampil berdua didepan umum. Keadaan semakin rumit disaat Pak Bayu harus memasangkan Elsa lewat lagu duet dengan penyanyi solo pria bernama Michael Nara (Achmad Megantara). Elsa panik karena Nara belum tahu soal kebohongan dirinya yang bernyanyi Lipsync. Akankah selamanya Elsa menjadi penyanyi Lipsync dan Sissy selamanya menjadi Ghost Singer yang semakin tidak dianggap oleh orang-orang disekitarnya?



#Review:
Liburan akhir tahun ini, Film Indonesia perlahan mulai bangkit setelah hampir dua tahun mati suri gara-gara Pandemi CoVid-19. Kali ini, rumah produksi Paragon Pictures dan Ideosource kembali merilis film terbarunya yang berjudul BACKSTAGE (2021). Film ini menjadi film kedua dari Paragon Pictures yang dirilis di tahun 2021 setelah film LOSMEN BU BROTO (2021).


Aku berkesempatan hadir pada Special Early Screening film BACKSTAGE (2021) di Cinema XXI Blok M Square pada Sabtu, 11 Desember lalu. Senang rasanya bisa menghadiri acara ini karena Special Early Screening untuk yang pertama kalinya setelah Premiere di JAFF Jogja 2021. Dua pemain utama yaitu Sissy dan Vanesha Prescillia serta produser dari Paragon Pictures yaitu Robert Ronny ikut hadir memeriahkan Special Early Screening.



Untuk segi cerita, film BACKSTAGE (2021) ini menyajikan kisah hubungan kakak beradik perempuan yang harus diakui cukup jarang ditemukan di film-film Indonesia. Ditangan Robert Ronny dan Guntur Soeharjanto, sister relationship antara Sandra dan Elsa dikemas sangat menarik dengan sentuhan musikal dan juga industri label musik yang toxic. Film ini bisa saja menyentil industri label rekaman yang lebih mengutamakan keuntungan dan fisik ketimbang kualitas. Sejak paruh awal, chemistry Sandra dan Elsa sebagai kakak beradik yang saling support pun terasa begitu kuat. Penonton bisa merasakan cinta dan kasih sayang seorang kaka yang rela melakukan apa saja demi adiknya bahagia. Performa Sissy Prescillia sebagai aktor patut diacungi jempol. Range emosi karakter Sandra yang insecure karena penampilan fisiknya tidak se-"menjual" adiknya ini benar-benar berhasil membuat penonton bersimpati kepadanya. Tak kalah dengan sang kakak, Vanesha pun semakin menunjukkan kualitasnya dalam berakting. Perlahan tapi pasti, image kuat Milea mulai luntur dari sosok Vanesha. 



Plot sister relationship semakin menarik disaat Sandra memiliki batas kesabaran. Guntur Soeharjanto ingin menampilkan jika kakak atau manusia sebaik apapun pasti batasnya. Konflik semakin complicated disaat Sandra dan Elsa masuk ke industri musik. Mereka dipertemukan dengan produser label musik yang lebih mementingkan popularitas & keuntungan tanpa peduli telah menyakiti hati banyak orang. Sosok Pak Bayu memang sangat cocok diperankan oleh Verdi Solaiman. Gesture menyebalkan dan kesan intimidatif yang dilakukan pada Sandra dan Elsa sukses membuat penonton gregetan. Yang sedikit disayangkan mungkin karakter Pak Bayu memainkan dialognya masih terlalu soft. Coba saja dibuat lebih nyelekit hati, pasti jauh lebih dramatis lagi.
Subplot tentang penyanyi Michael Nara dan cinlok dengan Elsa juga seharusnya bisa lebih romantis jika awal pertemuan mereka tidak dibuat seperti ajang balas dendam dan ancaman. Cukup annoying melihat Megantara memerankan penyanyi yang so' cool. Hehehe.
Kuatnya konflik rivalitas kakak beradik ini dibarengi dengan elemen musikal yang jempolan. Film BACKSTAGE (2021) memiliki tujuh original soundtrack yang dimana tiga lagu merupakan lagu asli dan khusus diciptakan untuk film ini. Berikut adalah daftar lengkap OST Film BACKSTAGE (2021):

1. Melangkah - Vanesha Prescillia & Sissy Prescillia
2. Apa Adanya - Sissy Prescillia & Reza Alwin
3. Aku Takkan Berhenti - Sissy Prescillia & Andi Rianto
4. Seberapa Pantas (Sheila On 7) - Sissy Prescillia
5. Terbaik Untukmu (Tangga) - Sissy Prescillia
6. I Remember (Mocca) - Sissy Prescillia
7. Bagaikan Langit (Potret) - Sissy Prescillia

Seluruh lagu dan elemen musik dalam film ini digarap langsung oleh salah satu komposer musik terbaik di Indonesia yaitu Andi Rianto. Gong moment film BACKSTAGE (2021) yang disertai tujuh lagu diatas selalu berhasil membuat bulukuduk merinding. Hal ini kembali diperkuat dengan visual efek panggung yang sangat megah dan crowded. Berasa nonton konser launching album beneran! Sebagai film penutup di tahun 2021, film BACKSTAGE (2021) wajib banget ditonton bareng-bareng keluarga. Tayang di bioskop 30 Desember 2021.


[8/10Bintang]

Rabu, 15 Desember 2021

[Review] Teka-Teki Tika: Misteri Sosok Perempuan Yang Mengaku Anak Seorang Pengusaha



#Description:
Title: Teka-Teki Tika (2021)
Casts: Sheila Dara, Dion Wiyoko, Morgan Oey, Ferry Salim, Jenny Zhang, Eriska Rein, Tansri Kemala, Ayu Laksmi, Whani Darmawan, Kiki Narendra, Boris Bokir, Dian Sastrowardoyo, Ernest Praksa
Director: Ernest Prakasa
Studio: Starvision Plus


#Synopsis:
Di anniversary pernikahan, Pak Budiman (Ferry Salim) dan Ibu Sherly (Jenny Zhang) mengundang kedua anaknya untuk menghabiskan akhir pekan di rumah. Arnold (Dion Wiyoko) mengajak sang istri yang tengah hamil tua yaitu Laura) dan Andre mengajak pacar barunya, Jane (Tansri Kemala). Setelah berkumpul semua, Pak Budiman memberi kabar bahagia jika perusahaan mereka berhasil menang tender untuk mengelola gedung baru milik Bupati yang sedang menjabat. Arnold dan Andre sangat senang akhirnya kondisi keuangan keluarga besar kini sudah bisa ditangani berkat project tersebut.
Disaat mereka sedang makan malam bersama, Pak Budiman kedatangan tamu seorang perempuan berambut pendek bernama Tika (Sheila Dara). Ia mengaku jika dirinya adalah anak kandung Pak Budiman dan mendiang ibunya yang sudah meninggal. Awalnya petugas keamanan rumah yaitu Pak Arga (Whani Darmawan) langsung mengusir Tika namun Ibu Sherly malah mempersilahkannya untuk masuk ke dalam rumah dan meminta asisten rumah tangga mereka yaitu Mbok Ari (Ayu Laksmi) menyiapkan kamar tamu bagi Tika.


Apa yang dilakukan Ibu Sherly membuat seluruh anggota keluarga terkejut. Namun, Ibu Sherly mempunyai penilaian tersendiri terhadap Tika, karena Tika mempunyai nyali dan nekat yang besar dengan mendatangi rumah mereka. Ia pun jadi curiga jika suaminya itu benar berselingkuh lagi dengan wanita lain. Namun Pak Budiman dengan tegas ia tidak pernah berselingkuh hingga mempunyai anak.
Keesokan harinya, Tika langsung diinterogasi oleh seluruh anggota keluarga. Anehnya, Tika sangat mengetahui informasi lengkap tentang keluarga Pak Budiman seperti jenis kelamin bayi yang tengah dikandung Laura, kebiasaan Ibu Sherly, rahasia hubungan asmara Andre hingga cerita tentang penyuapan yang dilakukan oleh Pak Budiman saat bertugas di Ambarawa. Tika hanya meminta uang sebesar 100 juta sebagai uang nafkah kepada Pak Budiman yang telah menelantarkan dirinya di panti asuhan. Jika tidak bersedia memberikan uang tersebut, cerita perselingkuhan dan masa lalu Pak Budiman akan disebar ke media.



Seluruh anggota keluarga dibuat terkejut dengan apa yang diucapkan Tika. Pak Budiman dan Ibu Sherly cukup sulit harus mengeluarkan uang 100 juta dengan cepat karena kondisi keuangan mereka sedang berada diujung tanduk setelah terkuras cukup banyak demi mendapatkan project bersama Bupati. Siapa sebenarnya Tika? Benarkah ia anak kandung dari Pak Budiman?



#Review:
Setelah tertunda satu tahun akibat Pandemi CoVid-19, akhirnya film terbaru garapan sutradara Ernest Prakasa yang berjudul TEKA-TEKI TIKA (2021) siap tayang di bioskop Indonesia mulai 23 Desember 2021. Film ini menjadi film keenam bagi Ernest sebagai seorang sutradara film layar lebar. Menariknya lagi, film ini juga bisa dibilang menjadi film pertama dan film paling eksperimental dalam sejarah filmografi Ernest Prakasa. Mengapa bisa dibilang seperti itu? Pasalnya, lewat film TEKA-TEKI TIKA (2021) ini, Ernest menyajikan sebuah genre drama komedi namun dengan sentuhan thriller misteri didalamnya. Tak heran jika banyak para pecinta film Indonesia dibuat penasaran, seperti apa sih jika seorang Ernest Prakasa menggarap sebuah film thriller misteri?


Aku berkesempatan hadir pada Press Screening dan Gala Premiere film TEKA-TEKI TIKA (2021) pada hari Kamis, 16 Desember lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Usai pemutaran film, seluruh pemain, sutradara dan produser film ini langsung menggelar Press Conference yang dihadiri oleh rekan-rekan media.


Pada sesi Press Conference, Ernest Prakasa mengungkapkan rasa bahagia sekaligus lega akhirnya film keenamnya ini tayang juga di bioskop setelah tertunda satu tahun lamanya. Sambil bercanda, inspirasi cerita Ernest untuk film ini berasal dari kasus-kasus korupsi yang sempat heboh beberapa waktu lalu di Indonesia. Ernest pun menyebar kebencian terhadap para koruptor karena selain merugikan negara, secara tidak langsung juga merugikan banyak orang juga. Sebagai seorang seniman, Ernest mengungkapkan ia ingin selalu berkembang, mencoba hal baru dan tidak terjebak di comfort zone yang selama ini melekat pada dirinya adalah sutradara spesialis komedi. Lewat film terbarunya ini, Ernest menghadirkan elemen misteri dengan drama keluarga serta sentuhan komedi khasnya.



Untuk segi cerita, film TEKA-TEKI TIKA (2021) memang betul menyajikan sebuah misteri dalam sebuah keluarga pengusaha. Misteri datang dari seorang wanita bernama Tika yang tiba-tiba saja mengaku sebagai anak kandung dari Pak Budiman. Kedatangan Tika itu memancing banyak konflik bermunculan. Koh Ernest menurutku cukup berhasil menghadirkan cerita yang cukup padat dan sempit lewat terbatasnya latar cerita yang berfokus hanya di dalam rumah saja. Namun sayang elemen misteri yang dihadirkan tidak terlalu membuat penonton penasaran dan was-was. Hal tersebut bisa terjadi karena sentuhan komedi masih terlalu mendominasi. Bukannya ikutan menebak-nebak, yang ada aku malah dibuat senyum-senyum dan tertawa oleh tingkah laku keluarga Pak Budiman termasuk Tika. Hampir semua dialog yang terjadi dalam film ini terkesan kaku banget jadinya penampilan seluruh pemain pun terasa canggung dan tidak luwes. Satu-satunya penampilan yang mudah sekali untuk disukai yaitu Tansri Kemala. Perannya sebagai Jene yang polos begitu menarik perhatian. 
Lemahnya elemen misteri yang ada dalam film ini kemudian coba ditutupi oleh Ernest lewat sederet plot twist yang sangat menumpuk di babak akhir film. Kejutan lainnya turut dihadirkan pada Mid Credit Scene yang durasinya cukup panjang untuk ukuran Mid Credit Scene. Namun sayang keputusan memunculkan banyak surprise di ujung film menjadi tidak menarik dan biasa saja.


Terlepas dari cerita misterinya yang masih lemah, untuk sisi teknis, audio visual dan artistik, film TEKA-TEKI TIKA (2021) terlihat sangat menonjol. Ernest Prakasa benar-benar memberikan something new dalam film terbarunya ini. Pergerakan kamera sangat dinamis terutama disaat menyorot fokus para karakter. Vibes visual film TEKA-TEKI TIKA (2021) harus diakui cukup mirip dengan film KNIVES OUT (2019) nya Daniel Craig. Penataan scoring musik yang mayoritas menggunakan permainan biola, iringan orkestra dan lagu "IL SOGNO" milik Isyana Sarasvati membuat film ini berasa paling grande dibandingkan lima film Ernest sebelumnya. Posternya pun boleh banget menjadi salah satu Poster Film Indonesia Terbaik Tahun 2021 setelah film YUNI (2021).
Overall, film TEKA-TEKI TIKA (2021) memang tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun masih enjoyable untuk ditonton. Penampilan Tansri Kemala begitu memorable. Tayang di bioskop 23 Desember 2021.


[7/10Bintang]